Diet Ketofastosis Menurut Islam dan Dampaknya

Diet Ketofastosis Menurut Islam dan Dampaknya

Ada beberapa cara untuk melakukan diet diantaranya dengan olahraga dan mengkonsumsi makanan rendah karbohidrat. Mengonsumsi makanan rendah karbohidrat ini disebut juga dengan diet keto. Saat ini, ada diet yang lebih cepat dan efektif dalam menurunkan berat badan yang disebut dengan diet ketofastosis. Bagaimana pandangan diet ketofastosis menurut islam dan dampaknya?

Diet ketofastosis adalah diet yang menggabungkan diet keto dengan puasa. Artinya, diet ketofastosis adalah diet dimana seseorang mengurangi mengonsumsi karbohidrat dan dibarengi dengan puasa. Diet ini tentunya ada dampak baik dan dampak buruknya. Berikut adalah pandangan diet ketofastosis menurut islam serta dampak baik buruknya bagi tubuh manusia:

1. Bisa Menurunkan Berat Badan dengan Cepat

Sudah terbukti bahwa jenis diet ketofastosis ini lebih cepat memberikan hasil daripada berdiet dengan jenis keto. Metode yang terkenal dalam diet ketofastosis adalah 16/8. Apa maksudnya? Maksudnya adalah seseorang mengonsumsi makanan atau minuman selama kurang lebih 8 jam. Selanjutnya orang itu berpuasa selama 16 jam tanpa makan.

Metode ketofastosis ini dapat mengurangi lemak dalam tubuh. Saat berpuasa, lemak akan menggantikan karbohidrat untuk membuat energi agar tetap dapat melakukan aktivitas. Lemak tersebut akan berkurang terus menerus hingga tinggal sedikit. Alhasil, lemak-lemak penyebab berat badan naik akan berkurang dan InsyaAllah berat badan akan turun.

2. Mengistirahatkan Organ Pencernaan

Manfaat diet dengan metode ketofastosis adalah untuk mengistirahatkan usus, lambung dan lain-lain. Islam mengajarkan untuk mensyukuri nikmat yang Allah berikan dengan cara menjaga alat-alat pada tubuh. Dengan berhenti mengonsumsi makanan beberapa jam, organ pencernaan akan ada waktu untuk istirahat. Asalkan diet ini dilakukan sesuai dengan aturan dan tidak berlebihan.

Baca Juga  5 Cara Mengikhlaskan Seseorang Menurut Islam Yang Harus Diketahui

3. Mengakibatkan Penyakit Ginjal Memburuk

Diet ketofastosis menurut islam tidak dianjurkan apabila berakibat buruk bagi tubuh. Bagi penderita penyakit ginjal akan sangat berbahaya jika melakukan diet ketofastosis ini. Saat diet, seseorang akan lebih banyak mengonsumsi protein daripada karbohidrat. Ginjal akan semakin berat kerjanya karena terdapat asupan protein yang menggantikan karbohidrat.

4. Konstipasi

Dampak buruk akibat diet dengan metode ini adalah konstipasi atau sembelit. Sembelit terjadi karena kurangnya serat yang masuk dalam tubuh manusia serta minimnya air. Diet yang berakibat seperti ini tidak dianjurkan dalam islam karena dapat membahayakan diri sendiri. Syarat diet yang benar adalah tidak berlebihan dan tau kapasitas tubuh.

5. Berakibat Flu

Kurangnya asupan karbohidrat atau mineral berakibat turunnya kekebalan tubuh atau imun. Saat imun turun, tubuh akan mudah terserang penyakit antara lain adalah flu. Seseorang yang sedang diet ketofastosis juga sering mengalami pegal, lemas dan sulit konsentrasi. Apalagi jika baru memulai metode diet ini. Untuk melakukan diet ini harus sesuai dengan aturan.

6. Bisa Berujung Kematian

Sebenarnya diet dengan metode ketofastosis baik dan efektif untuk dilakukan. Apalagi untuk seseorang yang ingin cepat kurus. Namun, semua itu bisa menyebabkan kematian jika tidak dilakukan dengan benar. Diet ketofastosis menurut islam sangat tidak dianjurkan jika sampai berdampak seperti ini. Tetap jaga pola makan yang sehat dan minum air putih.

Itulah dampak baik dan dampak buruk diet ketofastosis yang bisa dijadikan acuan bagi yang akan memulai diet dengan metode ini. Diet ketofastosis menurut islam adalah baik jika dilakukan dengan benar tetapi dilarang jika menimbulkan mudharat. Sebelum melakukan diet konsultasilah terlebih dahulu kepada orang yang lebih berpengalaman.

Baca Juga  5 Cara Minum Habbatussauda Sesuai Sunnah yang Penting Dipahami

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *