Mengenai Ruh Bayi Meninggal Menurut Islam dan Orang Tua Yang Ditinggalkannya

Mengenai Ruh Bayi Meninggal Menurut Islam dan Orang Tua Yang Ditinggalkannya

Kematian merupakan takdir yang telah ditentukan oleh Allah SWT bagi setiap makhluk-Nya yang bernyawa. Kematian itu tidaklah memandang usia. Tidak hanya orang yang sudah berusia tua yang bisa meninggal, melainkan bayi yang masih dalam kandungan pun dapat mengalami kematian. Sering sekali timbul pertanyaan terkait ruh bayi meninggal menurut islam tersebut.

Pasalnya, ruh bayi belum memiliki dosa, karena masih dalam keadaan suci belum baligh. Untuk menjawab pertanyaan tersebut, pada artikel ini akan dipaparkan penjelasan tentang ruh bayi meninggal menurut islam.

1. Allah SWT Menjanjikan Rumah di Surga

Kematian memang bisa menimpa siapapun, termasuk pada bayi tanpa dosa. Ketika seorang bayi meninggal dunia, orang tua menjadi pihak yang paling kehilangan. Bisa dikatakan bahwa hal tersebut merupakan cobaan terbesar dan terberat bagi ayah dan ibu si bayi. Oleh karena itu, jika orang tua bisa berbesar hati, maka Allah menjanjikan sebuah rumah di surga. Hal ini telah tertuang dalam sebuah hadist oleh Abu Musa Al-Asy’ari.

2. Dilindungi dari Api Neraka

Ketika bayi meninggal, ruhnya akan kembali kepada Allah SWT. Lalu, bagaimana dengan semua orang yang ditinggalkan bayi tersebut? Pertanyaan tersebut dijawab pada hadist yang diriwayatkan oleh HR. Bukhari dan Ahmad. Inti dari hadist tersebut adalah bahwa orang tua yang ditinggalkan akan dilindungi dari api neraka.

Syafaat akan Allah SWT berikan bagi orang tua yang dengan ikhlas ridho terhadap ketetapan Allah. Salah satunya menghadapi ujian kehilangan bayi yang dikandungnya. Allah SWT akan melindunginya dari siksa api neraka.

Baca Juga  Inilah Penjelasan Lengkap Mengenai Tata Cara Puasa Mutih 3 Hari

3. Masuk Surga

Pada dasarnya, manusia yang lahir di dunia itu dalam keadaan suci. Begitu pula dengan bayi yang meninggal, ruh dan raganya tentu saja masih dalam keadaan suci dan juga bebas dosa. Oleh karenanya, ruh bayi meninggal menurut islam akan kembali ke Rahmatullah dan dimasukkan ke dalam surga.

Sedangkan bagi keluarga, terutama orang tua yang ditinggalkan, mereka bisa saja ikut masuk surga. Hanya saja, orang tua harus ikhlas dan lapang dada dengan kematian anak. Dengan begitu, barulah orang tua bisa masuk ke dalam surga bersama anaknya yang telah meninggal saat bayi. Namun, tentu saja semua ini tidak bisa dipastikan begitu saja, karena hanya Allah lah yang berhak menentukan siapa saja yang bisa memasuki surga-Nya.

4. Anak akan Memintakan Surga untuk Kedua Orang Tuanya

Seperti yang dijelaskan sebelumnya, saat bayi meninggal, maka ruhnya akan kembali kepada Sang Khalik dan ia akan dimasukan ke dalam surga. Meskipun hanya sebentar bersama orang tua, bukan berarti hubungan dan ikatan antara orang tua dan si bayi akan terputus begitu saja. Dikutip dari sebuah hadist yang diriwayatkan oleh Abu Hassan, disebutkan bahwa anak yang meninggal saat bayi atau masa kecil, akan memintakan surga bagi ayah dan ibunya.

Lebih lanjut, dalam hadist tersebut menyebutkan bahwa bayi yang meninggal tersebut akan memegang tangan atau baju orang tuanya, dan berdoa pada Allah untuk memasukan orang tuanya ke dalam surga. Bayi atau anak yang meninggal tadi tidak akan melepaskan genggamannya, hingga Allah memasukan orang tuanya bersama dirinya ke dalam surga.

Itulah hal-hal yang menjelaskan ruh bayi meninggal menurut islam. Ditinggalkan buah hati memang menjadi kejadian berat yang harus diikhlaskan oleh kedua orang tua. Akan tetapi, ada banyak hikmah dibalik ujian yang Allah SWT berikan.

Baca Juga  5 Cara Minum Habbatussauda Sesuai Sunnah yang Penting Dipahami

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *