Teladan dari Abdurrahman bin Auf Kisah Sahabat Nabi yang Miskin Jadi Kaya

Teladan dari Abdurrahman bin Auf, Kisah Sahabat Nabi yang Miskin Jadi Kaya

Jika membicarakan kisah sahabat nabi yang miskin jadi kaya maka nama Abdurrahman bin Auf harus menjadi sorotan. Ketika mengikuti Rasulullah hijrah ke Madinah, Abdurrahman bin Auf tidak membawa apapun selain pakaian yang melekat di bajunya. Setelah sampai di Madinah pun, beliau tidak berpangku tangan dan berjuang untuk menghidupi dirinya sendiri. Sebagai pebisnis ulung, Abdurrahman bin Auf berhasil menjadi orang terkaya ketiga di Madinah dalam waktu 3 bulan.

Kisah Abdurrahman Bin Auf: Si Kaya yang Ingin Menjadi Miskin

Seperti yang dikatakan sebelumnya, Abdurrahman bin Auf berhasil menjadi orang terkaya ketiga di Madinah dalam waktu 3 bulan setelah hijrah. Hal ini menjadikan Abdurrahman bin Auf menjadi sahabat nabi dengan jumlah kekayaan paling banyak. Hanya saja, kekayaan ini malah membuat Abdurrahman bin Auf. Kekayaannya bisa saja membuat dirinya jadi sulit untuk meraih surga. Bahkan, Rasulullah sendiri mengatakan Abdurrahman bin Auf akan menjadi orang yang terakhir masuk surga di antara sahabatnya.

Ucapan Rasulullah itulah yang membuat Abdurrahman bin Auf sangat rajin bersedekah bahkan membagi-bagikan hartanya bagi yang membutuhkan. Beliau bahkan terobsesi untuk menjadi miskin agar dapat semakin ikhlas dalam menjalani hidup dan masuk surga lebih cepat. Bakatnya sebagai pebisnis ulung membuat Abdurrahman bin Auf malah semakin kaya. Sebanyak apapun kekayaan yang berhasil ia kumpulkan ia tetap menggunakannya di jalan Allah SWT.

Suri Tauladan dari Abdurrahman bin Auf

Setelah sekilas kisah dari sahabat nabi satu ini, pastinya ada banyak teladan yang bisa dipelajari dari beliau. Baik sebagai pebisnis yang sukses maupun sebagai seorang muslim yang taat. Berikut ini adalah suri tauladan yang bisa dipelajari dari Abdurrahman bin Auf:

Baca Juga  Ternyata Hemat dan Sederhana, Inilah 6 Rahasia Awet Muda Menurut Islam

1. Pandai Melihat Peluang

Kisah sahabat nabi yang miskin jadi kaya ala Abdurrahman bin Auf ada berkat kepandaiannya dalam melihat peluang. Seperti yang dituliskan, ketika beliau hijrah ke Madinah beliau tidak membawa apa-apa dan menjadi fakir miskin. Beliau memulai dari bisnis kecil sebagai perantara dalam penjualan kambing sampai dapat mengembangkan bisnisnya.

2. Banyak Bersedekah

Alasan Abdurrahman bin Auf selalu dilimpahkan rezekinya oleh Allah SWT adalah karena beliau rajin bersedekah. Beliau mengumpulkan harta dengan tujuan digunakan di jalan Allah SWT dan bukan untuk kenyamanan diri sendiri. Sebanyak apapun harta yang dikeluarkan Abdurrahman bin Auf untuk bersedekah dan di jalan Allah SWT. Selalu kembali padanya bahkan dalam jumlah berkali-kali lipat.

3. Berlaku Adil dalam Bisnis

Abdurrahman bin Auf adalah pebisnis yang adil dan jujur. Alkisah dia pernah menemukan sebuah pasar kosong di Madinah. Pasar itu kosong karena harga sewanya yang terlalu mahal sehingga pedagang baru kesulitan untuk memulai. Beliau pun membeli tanah pasar itu dengan harga mahal dan membangun pasar itu kembali.

Abdurrahman bin Auf mempersilahkan pedang muslim untuk berdagang di pasarnya tanpa membayar biaya sewa. Alih-alih biaya sewa, Abdurrahman bin Auf menerapkan sistem bagi hasil yang adil. Dengan sistem ini, pedagang kecil yang baru memulai dan tidak punya banyak modal pun bisa berjualan di pasarnya.

4. Berjuang dan Percaya dengan Kemampuannya

Setelah sampai di Madinah sebenarnya ada banyak orang yang menawarkan bantuan kepada Abdurrahman bin Auf. Banyak orang yang menawarkan setengah hartanya dimiliki oleh Abdurrahman bin Auf. Beliau menolaknya, beliau lebih memilih untuk berjuang dari bawah dan percaya dengan kemampuannya. Terbukti bahwa beliau berhasil sukses sekalipun memulai dari bawah.

Baca Juga  7 Mukjizat Para Nabi dan Rasul yang Membuktikan Kuasa Allah

5. Takut kepada Allah SWT

Abdurrahman bin Auf adalah sahabat nabi yang terobsesi menjadi miskin. Dari sekian banyak orang yang memohon kekayaan. Abdurrahman bin Auf malah ingin menjadi miskin, hal ini karena beliau memiliki rasa takut kepada Allah SWT. Kekayaannya yang berlimpah itu tidak membuatnya merasa berkuasa.

Bahkan sebaliknya ia merasa takut jauh dari rahmat dan ridho Allah SWT karena terlalu banyak memiliki harta. Karena itulah beliau banyak bersedekah dan membantu perjuangan islam dan rasulullah.

Itulah teladan dari Abdurrahman bin Auf, kisah sahabat nabi yang miskin jadi kaya. Melalui kisahnya bisa dipelajari bahwa harta adalah sarana. Sebaik-baiknya sarana jika digunakan dalam hal kebaikan yaitu dalam jalan islam. Harta yang banyak dapat membawa kebaikan jika dimanfaatkan dengan hati yang taat kepada Allah SWT.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *