Inilah Kisah Cinta Nabi Adam dan Siti Hawa sebagai Manusia Pertama di Muka Bumi

Inilah Kisah Cinta Nabi Adam dan Siti Hawa sebagai Manusia Pertama di Muka Bumi

Banyak kisah cinta yang banyak diceritakan tak terkecuali kisah cinta Nabi Adam dan Siti Hawa, kisah cinta nabi Yusuf dan Zulaikha atau kisah Ali bin Abi Thalib dan Fatimah. Kisah-kisah tersebut banyak hal yang bisa dipetik untuk diteladani dari segi kebaikan. Unsur keburukan dalam cerita harus ditanggapi dengan bijak dan dipikirkan bagaimana cara menyikapinya. Tentu harus bisa membedakan mana hal harus dihindari atau dipraktekkan dalam kehidupan bermasyarakat.

Pertemuan Nabi Adam dan Siti Hawa

Penciptaan Nabi Adam as berasal dari tanah ketika semua diperintahkan untuk berkumpul, semua diminta bersujud pada Nabi Adam. Hanya saja iblis tidak mau menuruti perintah Allah karena terlalu angkuh menganggap dirinya paling hebat. Waktu tidur Nabi Adam bermimpi melihat seorang perempuan cantik melebihi para bidadari lalu ketika terbangun terdapat perempuan tersebut di samping Nabi Adam. Rasa kesepian Nabi Adam membuat Allah SWT menciptakan Siti Hawa dari rusuk kiri Nabi Adam yang memulai kisah cinta nabi adam dan hawa.

Menikahlah Nabi Adam dan Siti Hawa dengan mahar shalawat untuk dibacakan pada Nabi Muhammad Saw. Hiduplah Nabi Adam dan Siti Hawa di surga dengan segala kenikmatan yang diberikan Allah SWT. Sejak itu dianjurkan untuk menikah di hari Jum’at karena Nabi Adam menikah di hari Jumat bertepatan dengan tergelincirnya matahari.

Pengusiran Nabi Adam dan Siti Hawa

Makhluk Allah SWT yang paling patuh termasuk didalamnya yaitu Nabi Adam dan Siti Hawa. Kedengkian iblis yang merasa paling mulia membuat rencana untuk mempengaruhi Nabi Adam dan Siti Hawa memakan buah khuldi. Makanan dan minuman yang ada di surga semuanya boleh dimakan atau diminum terkecuali pohon khuldi.

Baca Juga  5 Cara Mengikhlaskan Seseorang Menurut Islam Yang Harus Diketahui

Terhasut lah Nabi Adam dan Hawa akan rayuan iblis membuat Allah SWT marah lalu mengusir dan menurunkan ke bumi. Kisah cinta Nabi Adam dan Siti Hawa teruji saat penurunan mereka ke bumi. Penurunan dilakukan tidak bersama-sama melainkan dipisahkan walaupun akhirnya bertemu kembali sampai memiliki anak-anak. Ketika anak-anak Nabi Adam dan Siti Hawa dewasa, maka dilakukan pernikahan silang yang membuat bertambahnya jumlah manusia di bumi.

Hikmah Kisah Cinta Nabi Adam dan Hawa

Ada makna tersirat dari kisah cinta Nabi Adam dan Siti Hawa kalau sejatinya pengusiran dari surga karena lalai dan memakan buah khuldi adalah bentuk persiapan yang dilakukan oleh Allah SWT. Allah SWT menurunkan Nabi Adam as dan Siti Hawa sebagai penduduk bumi yang nantinya akan membentuk peradaban. Terdapat hikmah yang bisa diambil, diantaranya:

  • Waspada pada ibli, jin dan pengikutnya yang akan terus mempengaruhi manusia untuk berbuat keburukan.
  • Harus bersikap bijak bila melakukan dan mau mempertanggungjawabkan segala perbuatan yang telah dilakukan.
  • Menanggung segala resiko yang memang harus diterima dengan lapang tidak melihat hukuman apa yang akan diterima meskipun kecil, sedang atau besar.

Nabi Adam dan Siti Hawa menjadi cikal bakal manusia pertama yang akan mengajarkan dan menyebarkan ajaran tauhid (agama Allah SWT) kepada manusia. Surga hanya tempat Nabi Adam as dilatih sebelum diturunkan ke bumi untuk menjalankan tugas yang diberikan Allah SWT menjadi nabi pertama. Ajaran yang diajarkan Nabi Adam untuk menjauhi larangan Allah walaupun manusia bebas memanfaatkan semua sumber daya di bumi.

Begitulah kisah cinta Nabi Adam dan Siti Hawa yang menunjukkan keagungan atas penciptaan Allah SWT atas makhluk-Nya. Banyak hikmah dapat dipetik termasuk untuk senantiasa bersyukur atas semua yang dimiliki. Jadi, sebaiknya senantiasa mendekatkan diri pada Allah SWT untuk melakukan segala perintah dan menjauhi larangan-Nya. Semua terjadi adalah kehendak Allah SWT maka berusaha dan pasrahkan semuanya pada Allah SWT karena pertolongan-Nya yang membantu manusia dalam masalah.

Baca Juga  Pria Wajib Tahu! Cara Mengamalkan Doa Nabi Sulaiman Menundukan Wanita Supaya Dikabulkan

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *