Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

[Panduan Lengkap] Langkah Menyusun Skripsi Dari Awal Sampai Akhir

 

[Panduan Lengkap] Langkah Menyusun Skripsi Dari Awal Sampai Akhir


Pada Kesempatan kali ini judulskripsi.com akan memberikan bagaimana langkah menyusun skripsi dari awal sampai akhir bagi mahasiswa di seluruh Indonesia, pembahasan mencakup di bawah ini:


MEMULAI MENYUSUN SKRIPSI 

A. Apakah itu Skripsi? 

B. Mengapa menulis Skripsi? 

C. Apa syarat-syarat sebelum menulis Skripsi? 

D. Apa etika dalam penyusunan Skripsi? 

E. Kejujuran Akademik (Hindari Plagiasi) 

F. Bagaimana tahapan penyusunan Skripsi? 

MEMILIH TEMA PENELITIAN 

A. Bagaimana memilih tema penelitian untuk Skripsi? 

B. Bagaimana merumuskan pertanyaan penelitian? 

C. Bagaimana menjawab pertanyaan penelitian? 

MEMBUAT KAJIAN PUSTAKA

A. Apa itu kajian pustaka? 

B. Bagaimana mencari dan memilih pustaka relevan? 

C. Bagaimana melakukan kajian pustaka kritis? 

D. Bagaimana menulis kajian pustaka yang baik? 

MEMPERSIAPKAN DESAIN PENELITIAN 

A. Apa metode penelitian yang digunakan? 

B. Bagaimana menentukan lokasi dan sampel/informan penelitian? 

C. Bagaimana mengembangkan metode penelitian? 

D. Bagaimana menilai kualitas metode penelitian? 

E. Apa etika penelitian di lapangan? 

MENGELOLA DAN MENGANALISIS DATA 

A. Bagaimana mengelola dan menyimpan data? 

B. Bagaimana menganalisis data? 

MENYAJIKAN HASIL PENELITIAN 

A. Apa yang disajikan dalam laporan penelitian? 

B. Bagaimana membuat deskripsi lokasi dan sampel/informan?

C. Bagaimana memaparkan temuan penelitian? 

D. Bagaimana mendiskusikan dan membahas temuan? 

MENULIS KESIMPULAN 

A. Apa yang disimpulkan? 

B. Bagaimana menulis kesimpulan? 

SISTEMATIKA DAN TATA TULIS TUGAS AKHIR SKRIPSI 

A. Sistematika Usulan (Proposal) Tugas Akhir Skripsi 

B. Sistematka Penulisan Tugas Akhir Skripsi 

C. Bahasa dan Tata Tulis Tugas Akhir Skripsi 

D. Kutipan dan Penulisan Daftar Pustaka 

E. Format Kutipan 

F. Format Penulisan Daftar Pustaka

G. Daftar Istilah


MEMULAI MENYUSUN SKRIPSI


Apakah itu Skripsi?



Skripsi atau biasa juga disebut sebagai Tugas Akhir Skripsi (TAS) merupakan sebuah karya tulis ilmiah yang disusun oleh mahasiswa sesuai dengan disiplin keilmuan yang dipelajari pada program studinya. Tugas Akhir Skripsi ini dipahami sebagai pembelajaran dan pelatihan kelimuan akhir yang harus diikuti oleh setiap mahasiswa sesuai dengan kompetensi kesarjanaan yang harus dimilikinya.

Sebagai karya tulis ilmiah, skripsi disusun sesuai dengan prosedur baku penelitian ilmiah, meliputi (i) kajian teori dan pustaka yang relevan; (ii) pengumpulan data di lapangan (atau menggunakan data sekunder yang tersedia); (iii) analisis data dengan teknik dan prosedur tertentu; (iv) penulisan hasil temuan dan pembahasan secara runtut, konsisten dan menyeluruh; dan (v) desiminasi (pemaparan) hasilnya dalam komunitas keilmuwan (melalui ujian umum dan/atau publikasi di jurnal ilmiah) untuk diuji keabsahannya, kekuranganya, kontribusinya sehingga bisa dikembangkan lebih lanjut baik oleh si penulis maupun sarjana dengan keilmuwan serumpun lainnya.

Sebagai catatan, skripsi selayaknya sebuah penelitian yang tidak hanya memiliki bobot ilmiah namun juga memungkinkan untuk diselesaikan dalam kurun waktu 5-6 bulan (satu semester penuh) dengan panjang tulisan sekitar 15 ribu hingga 20 ribu kata (sekitar 60-100 halaman) diluar daftar pustaka dan lampiran-lampiran. Oleh karena itu, mahasiswa yang berencana menyusun skripsi harus memilih tema/topik penelitian yang jelas, dengan ruang lingkup yang mendalam meskipun terbatas, dan target capaian yang masuk akal untuk bisa dicapai dalam kurun waktu yang telah ditentukan termasuk juga biayanya.


Mengapa Menulis Skripsi?



Menyusun Tugas Akhir Skripsi merupakan syarat utama dan terakhir yang harus ditempuh oleh setiap mahasiswa sesuai dengan tuntutan kompetensi kesarjanaan yang hendak diperolehnya. Secara umum, penyusunan skripsi terkait erat dengan tanggung jawab akademik utama di lingkungan perguruan tinggi sebagai pusat pengembangan keilmuan dan tradisi ilmiah yang harus dijalani oleh setiap anggota civitas akademika di dalamnya, termasuk di dalam Universitas Negeri Yogyakarta khususnya mahasiswa Program Studi Pendidikan Sosiologi, Fakultas Ilmu Sosial.
 
Perlu dipahami bahwa menyusun skripsi bukan sekedar tugas perkuliahan yang harus diselesaikan untuk mendapatkan nilai dan memperoleh gelar Sarjana Pendidikan (S.Pd.); namun menyusun skripsi adalah tanggung jawab kesarjanaan yang diemban oleh setiap ilmuwan termasuk dalam bidang Ilmu Sosiologi dan Pendidikan.

Berikut ini diuraikan 3 (tiga) alasan utama terkait dengan penyusunan skripsi, yaitu:

  • Pengembangan Intelektualitas Tertinggi dalam bidang Ilmu Sosiologi ataupun Pendidikan Sosiologi yang memberikan kesempatan kepada mahasiswa untuk menformulasikan ide, gagasan, konsep, pola pikir, pendekatan dan kreatifitas ilmiah dalam sebuah kerja akademik yang intens dan mendalam.
Penyusunan skripsi merupakan tahapan terakhir yang melengkapi keseluruhan bangunan kompetensi keilmuan yang telah dipelajari dan dikuasai oleh setiap mahasiswa selama kurang lebih 7 semester (3-4 tahun) masa perkuliahan. Melalui tahapan akhir ini, mahasiswa memiliki kebebasan ilmiah dalam memilih topik/tema penelitian yang menarik minatnya; mengeksplorasinya secara mendalam; sekaligus membangun keahlian dalam bidang kajian tertentu dan kebijaksanaan ilmiah sesuai dengan perkembangan keilmuan terkini.
Dengan menyusun skripsi, mahasiswa menikmati waktu yang longgar untuk menjawab keingintahuan ilmiahnya pada suatu fenomena sosial; mencari dan menyusun jawaban ilmiah secara mandiri dan penuh tanggung jawab; dan memberikan kontribusi langsung dalam pengembangan ilmiah dalam khazanah keilmuan Sosiologi dan Pendidikan Sosiologi. Menyusun Tugas Akhir Skripsi merupakan pengalaman akademik yang bukan hanya menantang namun juga memberikan pengalaman membanggakan dalam kehidupan akademik bagi setiap mahasiswa yang mampu menyelesaikannya.
  • Membangun Tradisi Ilmiah melalui kerjasama antara mahasiswa dengan dosen pembimbingnya (dan dosen pengujinya) dalam rangka penyusunan skripsi. Mahasiswa dan dosen pembimbing diharapkan sering bertatapmuka (ukuran idealnya bertemu sekali dalam seminggu atau dua mingguan) dalam kurun kurang lebih waktu satu semester penuh (5-6 bulan).
Pertemuan rutin dalam jangka waktu cukup lama ini memungkinkan antara mahasiswa dan dosen pembimbingnya saling mengenal satu sama lain dan membangun kesepahaman dan kerja sama dalam kerja ilmiah proyek penyusunan skripsi. Interaksi mutualisme ini bukan tanpa makna. Mahasiswa memperoleh kesempatan secara langsung dan mendalam mempelajari tradisi akademik dari dosen pembimbingnya. Pengalaman ini sangat penting dalam membangun tradisi ilmiah bagi mahasiswa sebelum memperoleh dan berhak mempergunakan gelar kesarjanaannya dalam kehidupan yang luas.

  • Persiapan Karir merupakan satu aspek penting harus dilakukan oleh setiap mahasiswa yang telah duduk di semester akhir perkuliahan. Setiap mahasiswa yang berencana meniti karir di dunia pendidikan (dengan menjadi Guru Pendidikan Sosiologi atau Jabatan administrasi pendidikan) maupun pengembangan kelimuan bidang Sosiologi (dengan melanjutkan ke jenjang studi pasca-sarjana) harus memiliki kompetensi melakukan penelitian dan menulis karya tulis ilmiah sesuai dengan standar tradisi ilmiah yang ada. Pelatihan untuk menguasai kompetensi ini dicapai dengan menyusun tugas akhir skripsi.
Penyusunan skripsi merupakan kesempatan bagi mahasiswa untuk menguji dan mengasah pemahaman dan keahliannya sebagai seorang peneliti sosial yang mandiri, meliputi (i) melakukan penelitian lapangan; (ii) menyusun hasil penelitian secara runtut dan menyeluruh; dan (iii) terlibat dalam perdebatan ilmiah yang mewarnai prosesnya. Mahasiswa yang memiliki ketiga kompetensi tersebut diasumsikan telah melewati pelatihan akademik untuk menjadi seorang sarjana dengan integritas sesuai tanggung jawab dan hak kesarjanaannya. Mahasiswa yang bermaksud menjadi Guru di sekolah, Dosen di perguruan tinggi maupun profesi lain diharapkan mendapatkan manfaat umum dan khusus dari kerja akademik penyusunan skripsi yang melatihnya mengumpulkan sumber- sumber pustaka, informasi lapangan dan data, menganalisisnya dengan hati-hati dan memaparkannya dengan baik kepada orang lain yang berminat memahaminya.


Apa Syarat-Syarat Sebelum Menulis Skripsi?



Sebagai tugas akhir dari keseluruhan proses perkuliahan, mahasiswa diperbolehkan mengajukan tema (atau judul) untuk penyusunan skripsi apabila telah memenuhi beberapa syarat dibawah ini:

  • Telah menyelesaikan perkuliahan dengan menempuh dan lulus mata kuliah teori sekurang-kurangnya 110 sks;
  • Mencapai Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) minimal 2,00;
  • Mengajukan tema penelitian ilmiah dan telah mendapatkan persetujuan dari Ketua/Sekretaris Jurusan/Program Studi, Tim Verifikasi dan Dosen Pembimbing.
Mahasiswa yang mampu memenuhi ketiga syarat diatas dipahami telah memiliki kompetensi dasar untuk melakukan penelitian ilmiah dan membuat karya tulis ilmiah. Persetujuan dari dari Jurusan/Program studi memberikan informasi bahwa tema penelitian ilmiah yang diajukan merupakan kajian yang relevan dengan bidang keilmuannya, sesuai dengan perkembangan keilmuan terkini dan tidak mengulang tema-tema penelitian yang sudah diajukan oleh mahasiswa-mahasiswa lain sebelumnya


Bagaimana Etika dalam Penyusunan Skripsi?



Tujuan utama penyusunan Tugas Akhir Skripsi terdiri dari dua hal penting, (1) tersusunnya karya ilmiah berwujud skripsi; dan (2) terlatihnya mahasiswa dalam tradisi ilmiah sesuai dengan kompetensi kesarjanaannya. Artinya, penyusunan skripsi tidak hanya memperhatikan hasil produk akhir yang dicapai oleh mahasiswa, namun yang tidak kalah penting adalah proses pencapaiannya. Bagian yang terakhir ini yang biasa disebut sebagai tradisi ilmiah yang harus diikuti berdasarkan prinsip-prinsip etika dan nilai-nilai akademik yang obyektif dan penuh integritas.
Oleh karena itu penyusunan tugas akhir skripsi ini harus dilakukan oleh mahasiswa dengan mempertimbangan beberapa prinsip-prinsip etika berikut ini:

  • Menjunjung tinggi dan menegakkan nilai-nilai kejujuran akademik, yang meliputi (i) karya tulis skripsi merupakan karya tulis sendiri bukan jiplakan (secara keseluruhan maupun sebagian) karya orang lain; dan tidak ditulis oleh orang lain; (ii) penghargaan terhadap sarjana-sarjana lain dengan mencantumkan referensi/daftar pustaka yang dikutip dan/atau dirujuk dalam skripsi; dan (iii) menjelaskan proses penelitian secara menyeluruh, terbuka dan sebenarnya bukan hasil rekaan dan menutup-nutupi fakta terkait dengan fenomena sosial yang diteliti.
  • Keterbukaan terhadap saran, kritik dan masukan dalam penyusunan tugas akhir skripsi yang berkualitas. Sebuah karya tulis ilmiah yang baik tidak ditulis dalam semalam. Karya tulis tersebut ditulis dan direvisi berkali-kali hingga menjadi karya tulis dengan kualitas yang tinggi. Seorang sarjana yang baik juga tidak dilahirkan tapi dilatih dalam iklim akademik yang terbuka saling mengkritik, memberi saran dan saling belajar untuk menjadi sarjana terbaik. Kedua aspek yang saling terkait ini – menghasilkan karya tulis ilmiah yang baik dan menjadi sarjana yang berkualitas – membutuhkan sikap terbuka terhadap berbagai pendapat dan masukan dari teman sejawat yang prosesnya dialami secara langsung oleh mahasiswa yang sedang menyusun tugas akhir skripsi.
  • Menghargai, menghormati dan tidak merugikan informan/responden penelitian yang terlibat dalam penyusunan tugas akhir skripsi. Dalam penelitian sosial, para informan/responden memiliki posisi sosial yang setara dengan peneliti; dan kerjasama diantara mereka dalam proses penelitian didasarkan kepada
 
kepentingan bersama dan prinsip mutualisme. Oleh karena itu, sudah selayaknya bahwa mahasiswa sebagai peneliti selalu menghargai, menghormati dan berhubungan dengan baik dengan para informan/responden sebelum, selama dan sesudah penelitian dilakukan. Mahasiswa/Peneliti juga bertanggungjawab dengan keamanan informan/responden selama dan sesudah proses penelitian. Salah satu dari upaya ini dengan tidak mempublikasikan identitas informan/responden untuk topik/tema penelitian yang sensitif (menggatinya dengan nama palsu atau alias) dan juga informasi lainnya yang terkait. Apabila mahasiswa/peneliti bermaksud menyebutkan sumber-sumber informasinya, seyogyanya dengan sepengetahuan para informan/respondennya.


Kejujuran Akademik (Hindari Plagiasi)



Plagiasi merupakan tindakan mengambil, menggunakan dan mengadaptasi ide, gagasan maupun karya tulis (dan berbagai karya-karya kreatif lainnya) untuk disajikan kembali seolah-olah merupakan karyanya sendiri.

Dalam tradisi akademik khususnya penulisan dan publikasi karya ilmiah khususnya Skripsi, plagiasi menjadi musuh utama karena memiliki unsur menipu, tidak jujur dan tidak menghargai karya orang lain.

1. Tindakan yang masuk kategori plagiasi

  • Mengaku sebuah karya tulis orang lain menjadi karyanya sendiri;
  • Menjiplak atau menggunakan ide/gagasan orang lain tanpa memberikan rujukan sumber pustaka dengan jelas;
  • Memberikan rujukan sumber pustaka secara salah, seperti mengutip sumber rujukan yang si penulis sama sekali tidak membacanya hanya mengetahui dari orang lain;
  • Mengutip ide/gagasan atau pendapat orang lain dengan tepat, seperti mengutip pendapat namun tidak jelas mana yang dikutip dan mana yang pemahaman penulis;
  • Mengutip telalu banyak dari sebuah sumber (hingga beberapa paragraf) menjadi bagian utama dari karyanya sendiri.
 
2. Cara menghindari plagiasi

  • Setiap kali membaca sumber pustaka (buku, artikel, makalah); selalu catat informasi bibliografinya;
  • Setiap kali merujuk kepada sumber pustaka tersebut; pastikan berikan informasi sumbernya dengan jelas;
  • Dalam menulis, berikan batasan yang jelas mana pendapat anda; dan mana pendapat orang lain yang dirujuk;
  • Baca dan pahami tata cara kutip-mengutip dengan benar; jangan ragu bertanya kepada dosen pembimbing anda.

Bagaimana Tahapan Penyusunan Skripsi



Terdapat 6 (enam) tahapan dalam penyusunan skripsi yang harus anda lalui, yaitu:

1. Mengajukan Tema dan Judul Penelitian untuk Tugas Akhir Skripsi.

Mengajukan tema dan judul kepada Jurusan dengan mengirimkan usulan tugas akhir skripsi untuk diverifikasi guna menilai orisinalitas usulan penelitian. Usulan yang telah diverifikasi diteruskan kepada Ketua Jurusan/Koordinator Tugas Akhir Skripsi yang kemudian menunjuk dosen pembimbing.

2. Menyusun Proposal Penelitian untuk Skripsi.

Dengan bimbingan dosen pembimbing, anda menyusun proposal penelitian yang berisi bagian-bagian, tidak dalam bentuk bab (panjang 8-10 ribu kata atau 30 halaman), dengan susunan (i) Latar Belakang Penelitian (memuat alasan penelitian), (ii) identifikasi masalah penelitian, (iii) batasan penelitian, (iv) rumusan pertanyaan penelitian, (v) tujuan penelitian dan (vi) manfaat, (vii) Kajian Pustaka (memuat rangkuman pustaka-pustaka rujukan yang relevan, kerangka penelitian atau kajian konseptual/operasional instrumen penelitian); dan Metode Penelitian (memuat metode penelitian yang digunakan termasuk metode pengumpulan data, lokasi penelitian, teknik pemilihan sampel/responden/informan, metode analisa data, kualitas metode penelitian dan etika penelitian).

3. Melakukan Ujian Proposal Penelitian.

Ujian Proposal Penelitian merupakan kesempatan yang diberikan kepada anda untuk memaparkan rencana penelitian yang akan dilakukan dihadapan penguji utama. Dalam ujian ini, dosen penguji utama dan teman-teman anda memberikan pertanyaan, masukan, saran dan kritik yang membangun, baik dengan tujuan memperbaiki kualitas proposal penelitian maupun memberikan informasi relevan (tentang metode, lokasi penelitian, karakter informan/responden) yang berguna sebelum anda memasuki lapangan. Ujian proposal penelitian dilakukan secara mandiri dan terbuka serta wajib dihadiri penguji utama.

4. Memasuki Lapangan Penelitian, Mengumpulkan Data.

Anda disarankan untuk memperhatikan kelengkapan administratif (perizinan dari dinas terkait) disamping persiapan teknis dalam proses pengumpulan data di lapangan. Pastikan langkah-langkah di lapangan mengedepankan keselamatan dan kesehatan anda sebagai peneliti; dan juga keselamatan dan keamanan para responden dan informan yang diteliti baik sebelum, selama dan setelah penelitian. Catat, rekam dan dokumentasikan seluruh proses pengumpulan data sehingga anda nantinya tidak kebingungan dalam melakukan analisis dan pembahasan.

5. Menganalisis Data, Membuat Laporan Hasil Penelitian.

Tahapan ini dikerjakan apabila anda sudah mendapatkan seluruh informasi atau data yang diperlukan dari responden atau informan penelitian. Apabila anda menemui kesulitan, jangan sungkan untuk meminta saran dan masukan dari dosen pembimbing anda. Sebagai catatan, analisa data bukan sekedar mengolah dan menyajikan informasi yang dikumpulkan dari lapangan; namun yang terpenting mendiskusikan temuan-temuan lapangan tersebut dengan kajian- kajian ilmiah lain yang terkini membahas fenomena sosial yang sedang diteliti.

6. Mempertahankan Skripsi dalam Ujian.

Dalam ujian skripsi, anda memaparkan hasil penelitian dihadapan 3 dosen penguji (Ketua Penguji, Sekretaris Penguji, dan Penguji Utama). Dosen penguji akan mempertanyakan baik alasan/latar belakang penelitian, proses penelitian maupun hasil penelitian. Diakhir ujian, Ketua Penguji akan menyampaikan hasil ujian, apakah anda dinyatakan lulus, lulus dengan revisi atau harus mengulang penyusunan skripsi. Ujian berlangsung sekitar 60 menit.

7. Revisi TA Skripsi

Setelah mengikuti ujian akhir skripsi, mahasiswa yang dinyatakan lulus namun dengan revisi, mengerjakan revisinya dalam waktu kurang lebih dari 1 (satu) bulan. Revisi dikerjakan berdasarkan masukan, kritik dan saran dari dosen- dosen penguji.

8. Penulisan Artikel untuk e-jurnal

Setelah semua tahapan penulisan Tugas Akhir Skripsi diselesaikan, mahasiswa menuliskan kembali temuan dan bahasan penelitiannya dalam artikel yang dipublikasikan dalam e-jurnal. Artikel ini merupakan versi ringkas dari keseluruhan materi Tugas Akhir Skripsi. Artikel untuk e-jurnal juga dikomunikasikan dengan dosen pembimbing dan nantinya akan direview oleh penguji utama skripsi anda. 


MEMILIH TEMA PENELITIAN


Bagaimana Memilih Tema atau Judul Penelitian untuk Skripsi




Memilih tema bisa dilakukan dengan mudah maupun susah. Beberapa mahasiswa bisa dengan mudah memilih tema penelitian dan menyelesaikan penyusunan skripsi dalam waktu yang telah ditentukan. Namun banyak juga mahasiswa yang telah memiliki tema penelitian tetapi kesulitan atau membutuhkan waktu lebih lama dari satu semester untuk menyelesaikan skripsinya. Sebaliknya ada mahasiswa yang kesulitan memilih tema penelitian namun mampu menyelesaikan penyusunan skripsinya sesuai dengan waktu yang ditentukan.

Harapannya, setiap mahasiswa yang duduk di semester 6 (enam) dan/atau memasuki semester 7 (tujuh) telah memiliki gambaran umum tentang tema penelitian yang menarik perhatiannya untuk dikembangkan menjadi skripsi. Tema penelitian ini pada awalnya sangat umum dan luas ruang lingkupnya sebelum pada akhirnya dikembangkan menjadi sebuah pertanyaan penelitian atau rumusan masalah yang spesifik. Pada Jurusan Pendidikan Sosiologi, mahasiswa semester 6 (enam) diharapkan untuk mengikuti Lokakarya Percepatan Studi yang memberi kesempatan untuk mulai mencari dan memilih tema penelitian dan mendapatkan masukan, pendapat dan saran untuk dikembangkan dalam penyusunan skripsi.

Berikut ini beberapa tip dan strategi memilih tema penelitian:

• Ikutilah ketertarikan terhadap fenomena sosial tertentu.

Perlu dipahami bahwa penyusunan Tugas Akhir Skripsi memerlukan waktu dan tenaga yang dimiliki mahasiswa; dan memerlukan waktu kurang lebih satu semester (6 bulan) untuk menyelesaikannya. Oleh karena itu, mahasiswa yang berencana menyusun skripsi dianjurkan untuk memilih tema penelitian yang betul-betul menarik perhatiannya sehingga memiliki konsistensi dan komitmen yang tinggi dalam bekerja dari tahapan awal hingga akhir. Tema penelitian yang tidak atau kurang diminati berpotensi mendorong mahasiswa kehilangan ketekunan, semangat dan kemauan untuk menyelesaikan skripsinya khususnya ketika mulai menghadapi kesulitan-kesulitan dalam merangkai konsep/teori, pengambilan data di lapangan maupun mendiskusikan hasil temuan penelitian dalam laporan akhir. Hematnya, apabila anda ingin menyusun skripsi, pilihkan tema penelitian yang betul-betul menarik perhatian anda?
 
• Perhatikanlah dunia sosial disekeliling anda.

Dalam bidang kajian ilmu sosial termasuk sosiologi dan pendidikan sosiologi, kehidupan sosial merupakan laboratorium raksasa yang tidak ada habis- habisnya untuk diteliti dan dijelaskan secara ilmiah. Coba anda baca berita di media cetak, lihat berita di media eletronik atau explorasi berbagai informasi di media digital; coba perhatikan kehidupan di lingkungan tempat tinggal anda; perhatikan perubahan gaya hidup teman-teman anda; tolong pikirkan dan renungkan, apa yang sebenarnya telah, tengah dan sedang terjadi di dalam masyarakat? Apa yang selama ini menjadi pertanyaan dalam kehidupan mereka? Dan apa jawaban yang tersedia bagi pertanyaan mereka ini? Berbagai kejadian, peristiwa, trend, perubahan, keajegan, rutinitias hingga berbagai dinamika kehidupan sehari-hari tersebut sangat layak untuk menjadi tema penelitian dalam penyusunan tugas akhir skripsi.

• Renungkan aktifitas sosial anda selama ini.

Banyak mahasiswa di Universitas Negeri Yogyakarta seperti anda, terlibat aktif dalam berbagai kegiatan sosial di berbagai bidang, seperti kepemudaan, keagamaan, pemberdayaan sosial, pengembangan keahlian khusus, pemeliharaan tradisi/budaya, kewirausahaan hingga ke kegiatan terkait hobi dan pemanfaatan waktu luang. Coba pikirkan sejenak, apa alasan sosiologis yang mendorong individu atau sekelompok individu berpartisipasi dalam kegiatan sosial tersebut? Pengalaman sosiologis seperti apakah yang didapatkan dalam aktifitas sosial tersebut? Sebagai contoh, apabila anda terlibat aktif dalam organisasi kemanusiaan seperti Palang Merah Indonesia, apa yang mendorong anda tertarik kepadanya? Siapa saja yang tergerak terlibat di dalamnya? Apa manfaat PMI bagi kehidupan masyarakat umum? Bagaimana tanggapan mereka terhadap keberadaan PMI? Mengkombinasikan antara pengalaman langsung dalam kegiatan-kegiatan sosial tersebut dengan ketertarikan akademis sosiologi bukan hanya menginspirasi tema penelitian yang khas dan tepat namun juga memastikan anda berkomitmen tinggi untuk menelitinya dan menuliskannya menjadi sebuah skripsi yang utuh.

• Membaca Kembali Tema-Tema Perkuliahan yang lalu.

Berbagai mata kuliah teori yang telah anda pelajari, baik teori dasar (Teori Sosiologi Klasik dan Kontemporer) maupun bidang peminatan seperti Sosiologi Pendidikan, Sosiologi Budaya, Sosiologi Pariwisata, Sosiologi Politik, Sosiologi Agama dan sebagainya, telah mengenalkan dan juga memaparkan berbagai tema kajian sosiologi yang luas. Perhatikan kembali topik-topik atau tema-tema tersebut, apakah ada yang menginspirasi anda untuk mengeksplorasinya di lapangan dalam realitas sosial yang sebenarnya? Dalam Sosiologi Politik contohnya, apakah anda tertarik untuk menjelaskan intensitas partisipasi politik para pemilih pemula di kota tertentu? Atau dalam Sosiologi Keluarga, mengapa di suatu daerah terjadi peningkatan jumlah perceraian? Atau dalam Sosiologi Pariwisata, apakah antusiasme masyarakat memelihara berbagai tradisi lokal berkorelasi dengan peningkatan jumlah turis asing/domestik yang juga berarti secara ekonomi peningkatan taraf kesejahteraan hidup masyarakatnya?

• Membaca Penelitian-Penelitian yang sudah dilakukan.

Penelitian ilmiah tidak terjadi dalam ruang kosong yang vakum, dalam arti selalu didahului oleh penelitian-penelitian lain dan juga selalu dilanjutkan dengan berbagai penelitian lainnya. Oleh karena itu, tidaklah salah untuk mencari tema penelitian dari berbagai penelitian yang sudah dilakukan. Anda bisa memulainya dengan membaca berbagai skripsi di Jurusan Pendidikan Sosiologi di Universitas ini, dan/atau skripsi-skripsi di jurusan serupa di universitas-universitas lainnya. Tentunya anda tidak boleh menjiplak, mem-plagiat atau menirunya begitu saja. Namun anda bisa mencari kekurangan-kekurangan (biasanya disebut gap dalam kajian ilmiah) dari skripsi-skripsi tersebut, yang selanjutnya anda bisa meneliti dan menjelaskannya dalam penelitian dan skripsi anda nantinya. Sebagai catatan, memilih tema skripsi berdasarkan kekurangan-kekurangan dalam skripsi-skripsi sebelumnya akan memudahkan anda khususnya dalam mencari sumber pustaka (karena sudah tersedia dalam skripsi-skripsi tersebut) dan mengembangkannya lebih lanjut. Namun skripsi anda dituntut tidak sekedar mengulang skripsi-skripsi sebelumnya itu tanpa ada penjelasan-penjelasan baru.


Bagaimana Merumuskan Pertanyaan Penelitian?



Apa perbedaan mendasar antara tema penelitian dan pertanyaan penelitian yang biasa disebut rumusan masalah itu? Tema penelitian merupakan sebuah kajian ilmiah tentang suatu realitas/fenomena sosial sedangkan pertanyaan penelitian adalah bagian di dalamnya. Pertanyaan penelitian atau rumusan masalah merupakan sebuah masalah, teka-teki maupun kebingungan dan ketidaktahuan dalam kehidupan sosial-masyarakat yang perlu untuk dijawab dan dijelaskan berdasarkan data-data lapangan yang tersusun dalam sebuah karya ilmiah setingkat skripsi.
 
Hematnya, pertanyaan penelitian merupakan sauh/jangkar yang menjaga arah sebuah karya tulis ilmiah untuk tidak terombang-ambing dalam pusaran realitas sosial tanpa batas; yang tersusun secara spesifik pada isu tertentu, dan terjawab oleh data-data empiris dari lapangan.

Sebagai sauh/jangkar, sebuah pertanyaan penelitian dalam bidang Ilmu Sosiologi tidak bisa lepas dari diskusi dan perdebatan teoretis sosiologis. Bagaimana menilai sebuah pertanyaan penelitian tepat diajukan dalam penelitian bidang Ilmu Sosiologi?

Hampir semua fenomena sosial bisa dijawab melalui penjelasan sosiologis. Disiplin keilmuwan sosiologi menegaskan penjelasan ilmiah bahwa setiap tindakan/perilaku individu atau sekelompok individu tidak terjadi begitu saja namun selalu terjadi dalam suatu ruang, waktu dan kondisi sosial tertentu; selalu melibatkan interaksi antara individu dan individu lainnya; selalu memiliki dan disertai dengan maksud, tujuan, sebab dan alasan pembenar; dan selalu mempunyai dampak, baik itu diharapkan, diimpikan, direncanakan maupun juga tak terperkirakan, tak diinginkan dan tak terketahui, dalam kehidupan keseharian masyarakat. Beberapa pokok kajian utama dalam Sosiologi, seperti nilai/norma sosial, stratifikasi sosial, pranata/lembaga sosial, penyimpangan/pengendalian sosial, organisasi sosial, kesenjangan sosial, solidaritas sosial, keseimbangan sosial bersama dengan tema-tema kontemporer tentang kesetaraan gender, diskriminasi kelompok mayoritas/minoritas, konflik sosial antar kelompok etnis/agama dan sebagainya merupakan panduan mendasar dalam membuat pertanyaan penelitian yang baik.

Pertanyaan penelitian yang baik tidak saja harus jelas namun juga tidak terlalu sedikit dan tidak terlalu banyak. Pertanyaan penelitian yang disarankan bisa terdiri dari 2-3 pertanyaan atau sebuah pertanyaan utama dan 2-3 pertanyaan perinciannya. Catatan penting yang harus diperhatikan bahwa pertanyaan penelitian tersebut dimungkinkan untuk dijawab dalam bab temuan dan pembahasan hasil penelitian yang tersusun dalam 7-8 ribu kata atau 20-25 halaman dari total 15-20 ribu kata atau 60-100 halaman skripsi.

Catatan berikutnya yang tidak kalah penting adalah pertanyaan penelitian tersebut bisa dijawab baik melalui penelitian lapangan dan analisis maupun analisis data sekunder dalam kurun waktu sekitar 5-6 bulan atau satu semester penuh. Kedua catatan tersebut mengarahkan perumusan pertanyaan penelitian untuk tidak ambisius (atau idealis) – dalam arti menjelaskan kompleksitas realitas sosial secara menyeluruh – namun juga tidak terlalu sepele – dalam arti sudah diketahui secara umum jawabannya baik dari pemahaman masyarakat awam maupun dari sumber-sumber pustaka yang tersedia.
 
Berikut beberapa contoh sederhana rumusan pertanyaan penelitian:


Langkah Menyusun Skripsi Dari Awal Sampai Akhir

Bagaimana Menjawab Pertanyaan Penelitian?


Aspek terakhir yang perlu diperhatikan setelah anda memiliki tema penelitian dan juga rumusan pertanyaan penelitian adalah bagaimana nantinya pertanyaan tersebut dijawab dalam sebuah karya ilmiah yaitu skripsi. Ingat, ini bukan tentang jawaban dari pertanyaan penelitian, tapi bagaimana menjawabnya. Artinya, anda harus memikirkan tentang metode penelitian yang akan digunakan di dalam penelitian ilmiah dalam penyusunan skripsi. Dalam disiplin Ilmu Sosiologi, terdapat beberapa metode penelitian yang secara umum biasa digunakan; anda tidak perlu menggunakannya semua, anda hanya perlu memilih yang paling tepat untuk menjawab pertanyaan penelitian dalam skripsi.

Langkah pertama yang harus dilakukan, coba baca kembali buku-buku atau catatan perkuliahan metodologi penelitian, apa yang telah anda pelajari dalam beberapa semester sebelumnya?

Secara umum, terdapat dua ragam metode penelitian dalam Sosiologi, (1) metode kuantitatif yang menggunakan kuesioner dan analisis statistik berdasarkan skor-skor angkanya; dan (2) metode kualitatif yang menggunakan wawancara tak terstruktur, etnografi atau pengamatan berperan-serta. Pemilihan metode penelitian ini harus sesuai dengan pertanyaan penelitian yang anda ajukan. Metode kuantitatif digunakan untuk penelitian yang bertujuan menguji teori dan mengukur perubahan perilaku dalam masyarakat secara luas. Sedangan metode kualitatif ditujukan untuk memberikan penjelasan yang mendalam tentang suatu fenomena sosial (untuk penjabaran tentang 2 (dua) metode penelitian tersebut, silahkan menuju bagian keempat tentang desain penelitian.


MEMBUAT KAJIAN PUSTAKA


Apa itu Kajian Pustaka?



Kajian pustaka secara umum dipahami sebagai rangkuman analitis tentang berbagai hasil karya ilmiah terdahulu yang relevan tentang suatu topik penelitian tertentu. Penelitian ilmiah yang baik tidak bisa dilakukan tiba-tiba tanpa mempertimbangkan apa yang telah diteliti oleh para sarjana keilmuwan serumpun sebelumnya. Kesinambungan antar karya ilmiah membentuk bangunan ilmu pengetahuan yang menyeluruh. Kajian pustaka juga diperlukan untuk melakukan penelitian lapangan yang baik, terencana, menggunakan metode yang tepat dan tidak mengulang penelitian-penelitian sebelumnya.

Sebuah kajian pustaka tidak hanya berupa paparan singkat tentang berbagai ide, konsep, pendapat, kesimpulan dari sumber pustaka rujukan (buku, artikel jurnal ilmiah, prosiding seminar, dan sebagainya). Kajian pustaka menghubungkan secara analitis berbagai gagasan dan penjelasan dari berbagai sumber pustaka rujukan untuk melahirkan sebuah penjelasan baru, sebuah cerita yang komprehensif tentang apa yang telah terjadi dalam fenomena/konteks sosial tertentu. Kemudian yang terpenting, kajian pustaka memaparkan apa yang belum dijelaskan dari penelitian-penelitian lampau sehingga perlu dilakukan penelitian (lanjutan) untuk menguraikannya dengan tepat.

Aspek lanjut dalam kajian pustaka menghubungkan berbagai paparan penelitian sebelumnya dari pustaka rujukan terkait dengan teori-teori kunci yang menjelaskannya. Paparan konsep atau teori ini merupakan lensa yang membantu mempertajam keingintahuan peneliti; membantunya untuk sensitif terhadap fakta-fakta yang ditemukan di lapangan; dan mengarahkan bagaimana memahami dan menganalisisnya.

Hematnya, kajian pustaka merupakan langkah penting membangun hipotesis penelitian
– yang berisi rumusan konseptual yang menjelaskan fenomena sosial yang diteliti – untuk selanjutnya diuji kebenaran, ditunjukkan kesalahannya pada penelitian kuantitatif di lapangan.

Atau kajian pustaka memberikan gambaran umum yang menjelaskan fenomena sosial yang diteliti; yang mengarahkan dengan tepat dan mendalam penelitian kualitatif di lapangan.

Catatan penting dalam penulisan kajian pustaka adalah upaya agar pembaca (yaitu pembimbing, penguji skripsi, kolega sejawat maupun sarjana dengan minat akademik yang sama) mudah memahaminya; dan khususnya mendapatkan informasi dan pengetahuan yang sesuai, meskipun masih sementara dan belum dibuktikan secara empiris di lapangan, setelah membaca pertanyaan penelitian yang telah dirumuskan sebelumnya.


Bagaimana Mencari dan Memilih Pustaka Relevan?



Langkah pertama untuk mencari sumber pustaka relevan adalah mengunjungi perpustakaan, baik di jurusan, fakultas maupun universitas. Buka daftar katalog buku perpustakaan; kemudian periksa koleksi buku-bukunya sesuai dengan tema penelitian anda.

Mencari sumber pustaka relevan bukan pekerjaan instan yang langsung menemukan. Perlu kesabaran dan ketelitian dalam memeriksa daftar katalog buku di perpustakaan- perpustakaan tersebut. Apabila anda belum menemukan yang sesuai, pergilah ke perpustakaan lain seperti perpustakaan daerah, nasional, perpustakaan milik universitas di luar UNY atau ke perpustakaan-perpustakaan yang dimiliki oleh lembaga- lembaga swadaya sosial yang tersebar di Yogyakarta.

Anda juga bisa mendapatkan sumber pustaka dengan mencari dan membelinya di toko- toko buku yang ada, apabila memiliki sumber keuangan yang cukup. Perlu anda ingat, membeli buku merupakan investasi masa depan. Dengan membeli buku, anda berarti membeli pengetahuan yang sangat berguna bagi karir kesarjanaan anda di masa mendatang.

Pencarian sumber pustaka relevan bisa lakukan secara online memanfaatkan fasilitas Internet, seperti:

  • Portal Garuda yang bisa diakses melalui alamat situs: Garuda.dikti Portal Garuda merupakan laman yang dikelola oleh Direoktorat Jendral Pendidikan Tinggi, Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan RI. Laman ini menyediakan mesin pencari untuk menemukan artikel e-jurnal, e- book, maupun laporan penelitian dari sumber laman domestik dari lembaga- lembaga pendidikan dan penelitian di Indonesia. Anda hanya perlu mengetik kata kunci dari tema penelitian untuk menelusuri berbagai sumber pustaka terkait yang tersedia di portal garuda tersebut.
  • Indonesian Publication Index yang bisa diakses melalui alamat situs: Indonesia Publication index Laman ini merupakan saudara kembar portal garuda yang dikelola oleh Dikti sebelumnya. Anda hanya perlu memasukkan kata kunci tema penelitian untuk menelusuri koleksi sumber pustaka relevan dalam bentuk digital yang tersedia.
  •  Google Scholar atau Google Cendekia yang bisa diakses melalui alamat situs: Klik Link Fasilitas ini dikelola Google khusus untuk membantu peneliti mencari sumber pustaka relevan khususnya dari laman- laman akademis, penelitian yang kredibel. Anda juga hanya perlu memasukkan kata kunci tema penelitian untuk menelusuri koleksi sumber pustaka relevan dalam bentuk digital yang tersedia. Namun beberapa sumber pustaka tidak tersedia dalam versi digital; dan/atau tersedia dalam bentuk berbayar.
  • Google Book atau Google buku yang bisa diakses melalui alamat situs: Klik Link Fasilitas ini juga dikelola oleh Google yang menampilan pratinjau dan cuplikan dari buku-buku yang tersedia di pasaran. Panjang dan pendek pratinjau sebuah buku berlainan dengan buku lainnya. Untuk membacanya secara utuh, anda tetap harus membelinya atau meminjamnya dari perpustakaan yang mengoleksinya. Anda hanya perlu memasukkan kata kunci tema penelitian untuk menelusuri koleksi buku yang tersedia di laman Google Buku.
Langkah lain yang tidak kalah penting adalah menilai relevansi ide/gagasan, informasi data lapangan, konsep/teori dan paparan penjelasan dari sumber-sumber pustaka yang telah anda temukan; untuk kemudian layak digunakan dalam penelitian anda.

Perlu diketahui bahwa setiap karya ilmiah yang baik selalu dilengkapi dengan daftar pustaka, referensi atau bibliografi yang menjadi rujukan. Dengan kata lain, daftar pustaka tersebut telah memuat sumber-sumber pustaka relevan dengan topik penelitian yang dipaparkannya.

Menemukan dan menilai sumber pustaka relevan dilakukan dengan membandingkan daftar pustaka tersebut dengan sumber-sumber pustaka yang telah anda dapatkan dan baca. Apakah semua sumber pustaka penting sudah anda baca, rangkum dan pahami dengan baik? Apakah masih ada sumber pustaka penting yang belum anda kaji?

Kajian pustaka anda dinilai baik apabila telah meliputi dan merangkum secara umum berbagai sumber pustaka relevan yang juga menjadi rujukan karya-karya ilmiah lain yang sesuai dengan tema penelitian anda.

Bagaimana Melakukan Kajian Pustaka Kritis?


Terdapat 8 (delapan) tahapan umum dalam melakukan kajian pustaka yang baik, yaitu:

1. Mencatat informasi bibliografi sumber pustaka

Informasi bibliografi merupakan informasi mendasar setiap karya tulis ilmiah yang ditampilkan dalam daftar pustaka apabila dirujuk. Informasi ini meliputi:

(i) nama penulis; (ii) tahun publikasi; (iii) judul karya tulis secara lengkap; (iv) penerbit dan kotanya untuk buku; (v) nama jurnal, nomor edisi dan halamannya untuk artikel jurnal; (vi) nama penyunting untuk buku hasil suntingan; dan (vii) halaman untuk artikel bab dalam buku hasil suntingan. Pastikan anda selalu mencatat informasi bibliografi ini untuk setiap sumber pustaka relevan yang telah anda baca/kaji?

2. Apa pertanyaan penelitian yang ingin dijawab dalam sumber pustaka?

Setiap karya tulis ilmiah bertujuan menyampaikan sebuah gagasan maupun pokok pikiran teoretis terkait dengan suatu fenomena sosial tertentu. Untuk menemukan dan memahaminya, anda perlu membacanya dengan hati-hati, mendalam dan menyeluruh. Setelah menemukannya, buatlah catatan kecil tentang pokok pikiran utama sumber pustaka yang telah anda baca tersebut.

3. Apa teori/konsep yang digunakan untuk menjelaskan?

Setiap karya ilmiah juga menggunakan konsep/teori, baik secara eksplisit maupun implisit, dalam memberikan penjelasan tentang fenomena sosial yang diteliti. Pengkaji pustaka yang baik mampu menemukan konsep/teori ini dan memahami bagaimana si penulis menggunakannya dalam karya tulisnya. Dengan membaca sebuah sumber pustaka terkait dengan hati-hati, anda bisa menemukannya dengan mudah; untuk kemudian mencatatnya dalam catatan penelitian anda.

4. Apa data atau metode yang digunakan?

Kajian tentang metode penelitian maupun sumber data yang digunakan perlu mendapatkan perhatian lebih. Karena metode dan data yang digunakan menentukan bukan hanya isi namun juga kualitas hasil penelitian. Dalam kajian pustaka, anda perlu mencatat metode dan data dari sumber pustaka yang dikaji dengan 2 (dua) tujuan utama: (i) sebagai pertimbangan apabila terdapat perbedaan penjelasan dari fenomena sosial yang diteliti; dan (ii) menjadi pertimbangan bagi anda dalam membuat desain penelitian yang akan dilakukan, mengingat kemudahan, kesulitan, cara pengumpulan data, tipologi informan hingga jangka waktu yang diperlukan.

5. Apa temuan utama yang ditampilkan?

Aspek terpenting dalam kajian pustaka adalah menemukan temuan hasil penelitian yang disampaikan dalam sebuah artikel atau buku yang dikaji. Sekali lagi anda perlu membandingkan antara temuan hasil penelitian yang ditampilkan oleh berbagai sumber pustaka yang dikaji; untuk menemukan persamaan dan perbedaanya. Langkah berikutnya dalam tahapan ini adalah menemukan relevansi, nilai penting ataupun hubungan antara temuan hasil penelitian dalam sumber-sumber pustaka tersebut dengan rumusan penelitian yang telah anda buat.

6. Bagaimana sumber-sumber pustaka menampilkan gagasan/temuan yang sama; atau berbeda satu sama lain?

Setelah mendapatkan gambaran umum perkembangan penelitian terkini terkait tema penelitian yang menjadi perhatian anda, perlu menganalisis mengapa dan/atau bagaimana terdapat persamaan maupun perbedaan penjelasan dari berbagai sumber pustaka yang dikaji. Pemahaman tentang persamaan dan penjelasan ini memberikan manfaat pemahaman yang lebih mendalam tentang fenomena sosial yang menjadi tema penelitian anda.

7. Apa kelemahan dari hasil temuan penelitian? Apa penelitian lanjutan yang perlu dilakukan?

Tahapan akhir dari kajian pustaka yang tidak kalah penting adalah menemukan kelemahan, kekurangan maupun area/bidang kajian yang belum mendapatkan perhatian dalam penelitian-penelitian selama ini. Langkah ini dilakukan dengan mengidentifikasi kelemahan dan kekurangan (baik secara teori/konseptual, metode, data, hasil temuan) dari masing-masing sumber pustaka yang dikaji. Berdasarkan identifikasi tersebut, anda akan menemukan bidang kajian maupun tema penelitian yang memerlukan penelitian lebih lanjut. Penelitian lebih lanjut ini yang mendasari penelitian yang sedang anda kerjakan.

8. Identifikasi sumber-sumber pustaka rujukan dalam daftar pustaka untuk ditelusuri lebih lanjut.

Langkah terakhir dalam melakukan kajian pustaka adalah memeriksa daftar pustaka, referensi atau bibliografi yang menjadi rujukan sebuah sumber pustaka. Langkah ini memberikan manfaat, yaitu: (i) memberikan informasi tentang sumber pustaka lainnya untuk ditelusuri; dan (ii) menilai kualitas sumber pustaka yang anda kaji. Manfaat pertama sangat berguna bagi anda untuk menemukan sumber-sumber pustaka relevan lainnya. Sekali lagi, semakin banyak sumber pustaka relevan yang berhasil anda dapatkan, semakin banyak pengetahuan yang anda peroleh. Pada akhirnya, pengetahuan tersebut mempertajam pertanyaan penelitian anda khususnya dalam pengumpulan data dan juga dalam analisis.


Bagaimana Menulis Kajian Pustaka yang Baik?



Sebagaimana telah disinggung sebelumnya, kajian pustaka tidak hanya berisi paparan dan kritik berbagai konsep/teori, gagasan, pokok pikiran, metode maupun temuan penelitian dari sumber-sumber pustaka rujukan begitu saja. Kesemuanya tersusun saling berhubungan, saling menjelaskan, saling diperbandingkan untuk membentuk cerita sederhana, membangun pemahaman dan menjelasan konseptual (biasanya disebut hipotesis) untuk diuji kebenaran atau kesalahannya dan diperdalam dan dipertajam dengan bukti-bukti empiris dalam penelitian sosial lapangan.

Sistematika penulisan kajian pustaka mengikuti alur berpikir deduktif atau induktif dengan bobot isi berimbang antara teoretis/konseptual dan temuan-temuan hasil penelitian terkini yang relevan.
Berikut ini ditampilkan 2 (dua) contoh sistematika kajian pustaka untuk penelitian kuantitatif dan kualitatif:

Tema Penelitian Kuantitatif: Pengaruh Kejujuran Akademik dan Prestasi Akademik/Non-Akademik Mahasiswa di Universitas X

  • Kajian konseptual (definisi) tentang Kejujuran Akademik
  • Kajian konseptual-operasional Kejujuran Akademik yang telah dikembangkan dan digunakan dalam penelitian-penelitian sebelumnya. Kajian ini ditujukan untuk merumuskan variabel penelitian.
  • Kajian konseptual (definisi) tentang Prestasi Akademik.
  • Kajian Konseptual-Operasional Prestasi Akademik yang telah dikembangkan dan digunakan dalam penelitian-penelitian sebelumnya. Kajian ini ditujukan untuk merumuskan variabel penelitian.
  • Rumusan kerangka konseptual-operasional korelasi antara Kejujuran Akademik dan Prestasi Akademik.
 
Tema Penelitian Kualitatif: Identitas Nasional Generasi Muda Indonesia terkini

  • Kajian konseptual tentang Identitas Sosial.
  • Kajian pustaka-pustaka tentang identitas nasional generasi muda dalam penelitian-penelitian sebelumnya.
  • Kajian tentang identitas nasional bangsa Indonesia dalam penelitian-penelitian sebelumnya.
  • Rumusan kerangka konseptual tentang identitas nasional generasi muda Indonesia.


MEMPERSIAPKAN DESAIN PENELITIAN


Apa Metode Penelitian yang Digunakan?



Metode penelitian merupakan cara bagaimana anda menjawab pertanyaan penelitian. Terdapat dua ragam metode penelitian dalam Sosiologi, (1) metode kuantitatif yang menggunakan kuesioner dan analisis statistik berdasarkan skor-skor angkanya; dan (2) metode kualitatif yang menggunakan wawancara tak terstruktur, etnografi atau pengamatan berperan-serta. Pemilihan metode penelitian ini harus sesuai dengan pertanyaan penelitian yang anda ajukan (lihat kembali bagian kedua, pemilihan tema penelitian dan pembuatan rumusan pertanyaan penelitian disertai dengan metode penelitian untuk menjawabnya).

Dalam desain penelitian, anda harus menyebutkan dengan jelas apa metode penelitian yang anda gunakan dengan disertai alasan argumentatif yang melandasinya. Perlu dipaparkan relevansi dan ketepatan metode dengan tujuan penelitian; karakteristik responden dan data yang akan dikumpulkan; dan juga metode analisis data. Apabila anda mengalami kesulitan, silahkan baca kembali buku-buku metode penelitian dalam sosiologi. Perhatikan kelebihan dan kekurangan antara metode kuantitatif/survei dan kualitatif. Manakah metode yang sesuai dengan tujuan dan karakteristik data dalam penelitian anda?


Bagaimana Menentukan Lokasi dan Sampel/Informan Penelitian?



Dalam melakukan penelitian sosial lapangan, baik itu dengan survei, wawancara maupun pengamatan, anda perlu menentukan atau memilih lokasi, populasi dan juga responden/informan yang terlibat. Anda tidak mungkin meneliti semuanya, dimana saja, apa saja dan melibatkan siapa saja! 
Anda perlu membuat rencana penelitian yang matang sebelum memasuki lapangan.

Langkah pertama, dimana penelitian akan dilakukan? Dan siapa yang akan terlibat dalam penelitian tersebut? Penentuan lokasi dan sampel/informan penelitian ditujukan dalam rangka menjawab pertanyaan penelitian yang telah dirumuskan. Dalam kata lain, penentuan lokasi dan sampel/informan tidak dilakukan tanpa pertimbangan teoretis/konseptual; perlu ada alasan-alasan ilmiah berdasarkan minat penelitian, analisis awal di lapangan dan hasil kajian pustaka-pustaka rujukan.
 
Untuk penentuan atau pemilihan lokasi penelitian, anda tidak disarankan hanya karena dekat dengan rumah, atau anda sudah kenal calon-calon responden/informan yang akan dilibatkan. Anda perlu memberikan alasan ilmiah yang mendasari penentuan dan pemilihannya.

Sebagai contoh, penelitian tentang kenakalan remaja di Kota Yogyakarta. Pemilihan Yogyakarta karena pertimbangan: (i) banyaknya jumlah siswa baik di sekolah negeri maupun swasta di kota ini; (ii) terjadinya beberapa peristiwa kenakalan remaja (tawuran pelajar, perusakan/vandalisme oleh pelajar, dan sebagainya) yang terjadi melibatkan siswa sekolah menengah di kota ini; dan
(iii) tidak ada atau masih kurangnya penelitian tentang kenakalan remaja di Kota Yogyakarta (penelitian-penelitian yang ada dilakukan di kota-kota besar lainnya).

Dengan pertimbangan yang ilmiah-rasional akan memudahkan anda dalam melakukan penelitian lapangan; memilih informan yang tepat; dan mendapatkan data yang tepat dan sesuai untuk menjawab pertanyaan penelitian yang telah dirumuskan.

Penentuan lokasi penelitian yang asal-asalan tanpa pertimbangan rasional- ilmiah berakibat kesulitan bagi peneliti dalam menemukan informan dan mengumpulkan data yang tepat untuk menjawab pertanyaan penelitian. Hasil terburuknya, penelitian lapangan anda tidak menemukan apapun untuk tidak menyebutnya gagal.

Sebagai contoh, dalam penelitian tentang pengaruh latar belakang keluarga tidak harmonis (perceraian orang tua) pada kenakalan anak di sebuah sekolah favorit yang terkenal ketekunan dan kepatuhan siswanya. Penelitian anda terancam gagal apabila anda tidak menemukan profil informan yang sesuai dengan tema penelitian.

Langkah kedua, anda perlu mempertimbangkan jumlah responden/informan yang dilibatkan dalam penelitian.

Untuk penelitian kuantitatif, secara teoretis anda perlu memeriksa konfigurasi sosial keseluruhan populasi penelitian sebelum menentukan teknik sampling (penentuan responden) dan jumlah respondennya. Populasi yang homogen memungkinkan penggunaan teknik sampling acak (random). Namun apabila populasi tidak homogen, perlu teknik sampling yang lebih canggih, seperti acak- bertingkat atau kluster.
 
Sedangkan jumlah respondennya secara teoretis berbanding dengan jumlah total populasi. Pertimbangan lain yaitu syarat minimal untuk menjalankan perhitungan statistik inferensial, yaitu antara 150-200 responden.

Sebagai catatan, teknik sampling yang baik menghasilan sampel responden yang mampu merepresentasikan keseluruhan populasi. Karena penelitian kuantitatif memiliki tujuan untuk menghasilkan generalisasi yang memberikan gambaran menyeluruh keseluruhan populasi yang diteliti.
Untuk penelitian kualitatif, penentuan dan pemilihan informan cenderung dilakukan bertujuan secara teoretis tanpa terlalu menimbang aspek representasi dan acaknya. Hal ini karena penelitian kualitatif biasanya bertujuan lebih untuk mendapatkan pemahaman yang mendalam tentang fenomena sosial melalui interaksi intensif dengan informan; meskipun hasilnya tidak memiliki derajat generalisasi. Sebagai contoh, jumlah informan yang diwawancarai sekitar 10-15 orang, yang dipilih berdasarkan kriteria tertentu sesuai rumusan pertanyaan penelitian. Jumlah informan dalam penelitian kualitatif tidak serta merta merepresentasikan keseluruhan populasi.

Anda perlu membatasi ruang lingkup penelitian anda secara jelas; sekaligus menimbang kemungkinan melakukan semua prosedur penelitian hingga selesai. Dengan kata lain, anda juga sadar kelemahan penelitian anda dari aspek jumlah dan representasi informan untuk menjadi pertimbangan dalam analisis dan pembuatan kesimpulan penelitian.


Bagaimana Mengembangkan Metode Penelitian?



Sebelum turun ke lapangan untuk mengumpulkan data, anda harus membuat rencana yang biasa disebut dengan desain penelitian. Desain atau metode penelitian memuat garis besar, prosedur hingga instrumen dan/atau panduan kerja lapangan yang mengarahkan bagaimana anda menjawab pertanyaan penelitian.
Dalam desain penelitian, anda perlu menjelaskan secara singkat namun jelas tentang:

(i) metode penelitian yang akan digunakan; (ii) alasan teoretis maupun pragmatis pemilihan metode tersebut untuk menjawab pertanyaan penelitian; dan yang lebih penting tentang (iii) rencana aplikasi metode penelitian terpilih dalam penelitian lapangan.

Ingat, anda tidak diminta untuk menjelaskan tentang berbagai metode penelitian dalam ilmu sosial atau sosiologi. Anda tidak perlu menjelaskan seluruh metode penelitian yang ada. Dalam desain penelitian ini, sekali lagi, anda hanya diminta untuk menjelaskan metode penelitian (pengumpulan data dan analisis data) yang direncanakan dipergunakan dalam penelitian anda di lapangan.

Hematnya, pilih/tentukan metode penelitian yang tepat; berikan alasan argumentatif yang melandasinya; dan bagaimana rencana aplikasinya di lapangan.

1. Metode Kuantitatif

Metode kuantitatif seringkali digunakan untuk menjelaskan tentang pola-pola tindakan sosial, menilai hubungan antar beberapa aspek kehidupan dan mengukur perbedaan antara dua kategori kelompok sosial. Metode ini menggunakan teknik survei dengan menyebar kuesioner/jajak pendapat (instrumen penelitian) dikombinasikan dengan penghitungan statistik deskriptif dan inferensial untuk menganalisis data dan membuktikan/menyalahkan hipotesis (rumusan konseptual tentang fenomena sosial) yang digunakan.

Apabila anda bermaksud melakukan survei lapangan, anda perlu menyusun instrumen penelitian berupa kuesioner yang disertai dengan tata cara menjawab/mengisi yang jelas bagi responden (Tentang bagaimana penyusunan instrumen penelitian, lihatlah bagian kajian pustaka).

Pertanyaan-pertanyaan dalam kuesioner yang disebarkan merupakan hasil kajian konseptual-operasional dari pustaka-pustaka rujukan yang disebut terumus menjadi variabel penelitian. Variabel merupakan obyek penelitian yang memiliki perincian nilai tertentu (untuk lebih jelasnya, anda perlu membaca kembali buku-buku metodologi penelitian kuantitatif tentang variabel).

Dalam penyusunan instrumen penelitian, anda juga perlu mempertimbangkan teknik analisis statistik yang akan digunakan. Karena instrumen penelitian ini merupakan media/alat dalam menghasilkan data lapangan yang harus sesuai, memenuhi kriteria dengan teknik analisis statistik yang digunakan. Data yang tidak sesuai bisa berakibat kesulitan dalam melakukan perhitungan statistik analitisnya.

Berikut ini dipaparkan beberapa model pertanyaan penelitian dan teknik statistik yang tepat untuk analisis data guna menjawab dan/atau membuktikan hipotesis terkait:

  • Statistik Deskriptif digunakan untuk menjelaskan karakteristik umum data, seperti rata-rata, nilai tengah, prosentase dan kecenderungan umum lainnya.
  • Tabulasi silang digunakan untuk membuat klasifikasi/kategorisasi dua variabel secara bersamaan untuk menemukan pola hubungan diantaranya.
  • Korelasi digunakan untuk melihat hubungan antara dua variabel yang terkait; dalam beberapa hal dua variabel yang berkorelasi juga (seringkali) dipahami saling mempengaruhi.
  • Regresi berganda digunakan untuk mengukur hubungan antara beberapa variable independen (penyebab) terhadap sebuah variabel dependen (dampak).
  • Uji nilai T digunakan untuk menilai perbedaan antara dua kategori dalam suatu aspek sosial tertentu.
  • Anova digunakan untuk melihat perbedaan beberapa kategori dalam suatu aspek sosial tertentu.

2. Metode Kualitatif


Metode kualitatif digunakan untuk menjelaskan tentang mekanisme kerja dibelakang suatu fenomena sosial, mengeksplorasi keanekaragaman dalam kehidupan masyarakat dan memahami suatu proses kehidupan sosial secara mendetail. Penelitian dengan metode kualitatif ini bertujuan mendapatkan pemahaman yang tidak hanya menyeluruh namun juga mendalam tentang suatu fenomena sosial. Oleh karena itu, penelitian kualitatif membutuhkan waktu yang lebih lama di lapangan, interaksi yang dekat dengan informan yang terlibat dan perlu terbangunnya saling percaya antara peneliti dan informan. Tanpa proses interaksi yang dekat, hasil penelitian biasanya kurang mendalam, tidak mendetail dan lemah penjelasan dan analisis teoretisnya.

Dalam penelitian sosial menggunakan metode kualitatif, anda harus mengetahui peran dan tugas peneliti di lapangan dan luar lapangan. Apabila anda berencana menggunakan wawancara mendalam dalam pengumpulan data, perlu dipahami peran peneliti sebagai instrumen penelitian. Ketelitian, ketekunan dan ketajaman peneliti mencatat dan mendokumentasikan peristiwa-peristiwa sosial yang terjadi sangat menentukan kualitas data. Anda perlu membuat panduan wawancara yang tidak kaku, yang tidak membatasi ruang pertanyaan yang diajukan kepada informan, namun juga memiliki fokus sesuai dengan dan mampu menjawab rumusan pertanyaan penelitian.

Begitu pula apabila anda berencana mengadopsi metode observasi/pengamatan. Sebagai peneliti, anda dituntut memiliki ketekunan, ketelitian dan ketajaman kritis dalam membuat catatan lapangan, mendokumentasikan peristiwa yang terjadi. Untuk menjaga fokus pengamatan, perlu dibuat panduan pengamatan yang jelas dan terarah.

Berikut beberapa metode pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian kualitatif:
 
  • Wawancara mendalam semi/tak terstruktur yang dilakukan dalam waktu cukup lama, sekitar 1-2 jam; dan diarahkan secara terbuka (tidak kaku) dengan panduan atau daftar pertanyaan.
  • Diskusi kelompok terbatas (Focused Group Discussion) yang melibatkan beberapa informan, sekitar 15-25 orang, untuk mendiskusikan topik tertentu dipandu oleh seorang atau dua orang moderator.
  • Observasi berperan-serta yang seringkali dipahami sebagai metode ethnografi dimana peneliti melakukan penelitian dengan menyatu, menjadi bagian dalam masyarakatnya. Selama proses penelitian, peneliti membuat catatan lapangan (field note) yang menjelaskan secara detail dan mendalam peristiwa yang sedang terjadi dalam masyarakat yang diteliti.
  • Kajian dokumen/arsip dimana sumber utama data penelitian berupa dokumen atau arsip (surat, photo, diari, laporan kegiatan/keuangan, catatan perjalanan dan sebagainya) yang dibuat dan dimiliki oleh informan baik secara individual maupun kelompok (organisasi).

Analisa data kualitatif tidak memiliki prosedur baku dengan tahapan yang jelas sebagaimana teknik analisis statistik dalam penelitian kuantitatif. Salah satu pendekatan dalam analisis kualitatif adalah Grounded Theory yang berupaya merangkai secara induktif berbagai informasi-informasi dari lapangan (hasil wawancara, pengamatan, diskusi kelompok, dokumen/arsip) menjadi sebuah penjelasan ilmiah- teoretik tentang suatu fenomena sosial. Aspek kedalaman dalam analisis ini ditunjukkan dengan paparan naratif atau sebuah penjelasan yang runtut tentang fenomena sosial. Dengan kata lain, kedalaman analisa kualitatif bukan sekedar pengungkapan fakta atau peristiwa sosial terkait fenomena sosial yang diteliti namun memberikan makna dan arti dari semua yang telah diungkapkan tersebut.


Bagaimana Menilai Kualitas Metode Penelitian?



Dalam penyusunan dan pengembangan metode penelitian, anda perlu memikirkan kualitas metode tersebut sebelum digunakan di lapangan.

Sebuah metode penelitian yang baik memenuhi 2 (dua) nilai kualitas, yaitu validitas (ketepatan) dan reliabilitas (keterandalan). Validitas menjelaskan bahwa metode yang disusun dan dikembangkan memiliki kemampuan menggali, mengumpulkan dan mendokumentasikan secara tepat realitas sosial.
Sedangkan reliabilitas menguji konsistensi apakah metode tersebut mampu menghasilkan hasil penelitian yang sama ketika digunakan pada waktu yang berbeda, di lokasi penelitian yang berbeda dan melibatkan responden/informan yang sama/berbeda.

Dalam penelitian kuantitatif, aspek validitas dan reliabilitas metode dinilai dalam beberapa kriteria, yaitu (i) truth value (penelitian berdasarkan data yang benar adanya); (ii) applicability and generalisation (hasil penelitian bisa digunakan disemua konteks realitas sosial); (iii) consistency (metode penelitian menghasilkan data yang sama di lokasi berbeda, waktu penelitian berbeda, responden yang berbeda); (iv) replicability (hasil penelitian sama meski penelitian diulang kembali); dan (v) neutrality (peneliti dan proses penelitian dilakukan secara netral, tanpa intervensi yang mempengaruhi hasil).

Karena tujuan dan karakter penelitian kualitatif yang berbeda, penilaian validitas dan realibilitas metode penelitian pun berbeda. Merujuk ke Guba dan Lincoln (1985), terdapat 5 (lima) aspek kriteria dalam metode penelitian kualitatif, yaitu, (i) credibility (terkait kerja peneliti di lapangan yang benar-benar dilakukan); (ii) transferability (beberapa catatan penting penelitin untuk penelitian-penelitian lainnya); (iii) dependability (refleksi tentang pengaruh konteks sosial yang khas terhadap temuan hasil penelitian); (iv) confirmability (temuan dan analisis didukung oleh data-data langsung dari lapangan; dan (v) authenticity (hasil penelitian memiliki kontribusi ilmiah- akademik).

Dalam merancang desain penelitian, anda perlu memikirkan dengan hati-hati, apakah metode penelitian tersebut (baik kuantitatif maupun kualitatif) memenuhi 2 (dua) nilai kualitas yaitu validitas (ketepatan) dan reliabilitas (keterandalan)? Anda juga perlu memberikan alasan argumentatif yang membuktikan bahwa metode penelitian anda memiliki kualitas-kualitas tersebut.


Bagaimana Etika Penelitian di Lapangan?



Setelah mempersiapkan metode penelitian secara mendetail dan matang, anda siap untuk memasuki lapangan guna mengumpulkan data, baik itu menggunakan instrumen penelitian (kuesioner), dengan membuat catatan lapangan ataupun dengan melakukan wawancara sekaligus mentranskrip hasilnya. Apa yang anda hasilkan pada proses ini adalah data mentah atau biasa disebut fresh data yang harus segera diolah untuk menghasilkan temuan-temuan penelitian.

Dalam memasuki lapangan, anda perlu memperhatikan beberapa aspek terkait etika penelitian. Penelitian sosial yang dilakukan dalam kehidupan sosial yang terjadi sehari- hari secara alami mau tidak mau merupakan bentuk intervensi yang mengganggu, meskipun sangat minimal, yang memiliki dampak positif maupun negatif terhadap para informan yang terlibat dan masyarakatnya.
Berikut beberapa aspek etika penelitian yang perlu diperhatikan:

Pertama: anda harus memastikan bahwa keterlibatan informan dalam penelitian adalah sukarela, tanpa paksaan baik fisik maupun psikologis. Informan yang terpaksa cenderung tidak memberikan data apa adanya yang berakibat ketidaktepatan hasil penelitian (lihat aspek validitas metode penelitian).

Kedua: anda harus meperhatikan keselamatan responden/informan yang terlibat, baik dalam proses maupun setelah penelitian usai. Aspek ini perlu diperhatikan betul pada tema penelitian yang sensitif dalam masyarakat. Responden/informan merupakan pihak yang memberikan kontribusi terbesar dalam penelitian anda, yang keselamatan dan keamanannya diperhatikan dengan sungguh-sungguh.

Ketiga: bila perlu, anda perlu menjaga kerahasiaan identitas responden/informan dengan nama palsu atau alias (psudonyms). Anda perlu menjelaskan aspek kerahasiaan identitas ini kepada informan dengan baik agar dia bersedia memberikan informasi yang sebenarnya. Pemberian nama palsu ini merupakan bagian dari upaya menjaga keselamatan dan keamanan responden/informan khususnya untuk penelitian dengan tema sensitif.

Keempat: anda perlu mempertimbangkan manfaat penelitian kepada para informan yang terlibat, baik langsung maupun tidak. Atau apabila manfaat secara materi sangat minimum, pastikan penelitian anda tidak menggangu kehidupan kesehariannya, pekerjaannya baik pada proses pengumpulan data dan setelah penelitian usai.

Kelima: anda juga harus memperhatikan aspek keselamatan, keamanan dan kesehatan anda pribadi selama melakukan penelitian dan sesudahnya. Apabila lokasi penelitian cukup jauh dari tempat tinggal, anda perlu berhati-hati dalam perjalanan. Apabila tema penelitian cukup sensitif dan berpotensi adanta tantangan dari kelompok dalam masyarakat, anda perlu berhati-hati dalam melakukan pendekatan kepada informan.

Dengan memperhatikan berbagai aspek ini dengan baik, anda siap terjun ke lapangan penelitian.


MENGELOLA DAN MENGANALISIS DATA


Bagaimana Mengelola dan Menyimpan Data?



Setelah penyelesaikan kerja lapangan, anda memperoleh bertumpuk data, dalam bentuk lembar-lembar kuesoner yang telah diisi, catatan lapangan, rekaman wawancara dan juga transkripnya yang tidak sedikit dan/atau bundel-bundel dokumen/arsip dari para informan. Perhatikan, jangan sampai anda tenggelam dalam data tersebut dan kebingungan bagaimana menganalisis dan merangkainya menjadi sebuah temuan hasil penelitian! Untuk itu, anda perlu mengelola data anda dengan baik, dalam arti menyimpannya ditempat yang aman (tidak mudah hilang dan/atau berubah); dan anda mudah membaca dan menganalisisnya.

Amankan data anda! Data anda merupakan informasi dari responden atau informan yang meluangkan waktunya untuk membantu anda menyelesaikan penelitian. Sudah selayaknya anda menghargai bantuan itu dengan tidak meremehkan data yang ada peroleh.

Apabila data berupa lembaran kuesioner yang terisi, pastikan tidak basah sehingga rusak dan bebas dari aksi iseng teman atau saudara anda mengganti jawaban-jawaban didalamnya. Anda juga bisa melakukan digitalisasi data dengan memindai (scan) lembar-lembar kuesioner tersebut sehingga tersimpan dengan baik (tetapi pastikan lembar-lembar kuesioner asli tetap disimpan dengan baik hingga penelitian berakhir).

Adalah lebih baik anda segera memasukkan data kuesioner ke dalam aplikasi olah-data digital, seperti SPSS, R atau STATA. Dengan begitu, anda bisa segera melakukan analisis data dan menulis laporan hasil penelitian.

Apabila data anda berupa catatan lapangan hasil pengamatan, rekaman dan transkrip wawancara mendalam atau dokumen/arsip (foto, surat, diari dsb) dari informan, pastikan data tersebut juga tersimpan dengan baik sehingga tidak rusak dan aman. Digitalisasi data bisa dilakukan agar data anda tersimpan lebih aman dan mudah dibawa.

Anda bisa mulai (i) mengklasifikasi data berdasarkan tema-tema tertentu yang muncul dalam proses pengumpulannya; (ii) memilih informasi yang relevan dengan dengan rumusan pertanyaan penelitian; dan (iii) mengorganisasi informasi tersebut (dalam bentuk matrik atau model yang lain).
 
Data yang telah tersimpan dengan baik (tidak mudah hilang) dan tersusun/terorganisasi dengan rapi (mudah dibaca) merupakan langkah mendasar dalam proses penelitian memasuki tahapan penting, analisa data.


Bagaimana Menganalisis Data?



Setelah data siap, anda segera melakukan analisis. Sebagai catatan, setiap proses analisa data berbeda satu dengan lainnya tergantung kepada desain penelitian yang telah anda pilih sebelumnya. Dalam sosiologi secara umum, analisa data tidak bisa lepas dengan metode penelitiannya, yaitu: analisa data kuantitatif dan analisa data kualitatif. Dua model analisa data ini memiliki karakter data yang berbeda, proses analisis yang berbeda dan hasil analisis yang berbeda (anda perlu membuka kembali buku-buku metode penelitian untuk memastikan analisa yang anda lakukan tepat dan benar?).

1. Analisa Data Kuantitatif

Sebagaimana telah disinggung di bagian-bagian sebelumnya, analisa data kuantitatif tidak lepas dari tujuan penelitian dengan metode kuantitatif untuk menjelaskan tentang pola-pola umum tindakan sosial, menilai hubungan antar beberapa aspek kehidupan dan/atau mengukur perbedaan antara dua kategori kelompok sosial. Penelitian kuantitatif bertujuan membangun kesimpulan umum disebut generalisasi yang menggambarkan keseluruhan populasi.

Langkah awal dalam analisis kuantitatif dilakukan dengan melakukan perhitungan statistik deskriptif yang mengidentifikasi rata-rata, nilai tengah, skor minimum/maksimum, standar deviasi dari variabel-variabel data anda. Informasi dasar ini memberikan gambaran umum tentang karakter responden yang menjadi sampel penelitian. Sebagai contoh, anda mendapatkan informasi rata-rata umur responden (19,5 tahun atau 25 tahun), perbandingan jumlah responden laki-laki dan perempuan, dan tingkat pendidikan tertinggi dan terendah responden.

Aspek terpenting dalam analisa kuantitatif adalah menguji hipotesis yang telah anda rumuskan dengan menjalankan perhitungan statistik (korelasi, uji-T, regresi, anova) pada data yang telah diperoleh dari responden penelitian (penjelasan tentang teknik analisis statistik disinggung pada bagian keempat; atau anda membaca kembali buku- buku metode penelitian kuantitatif).

Sebagai contoh, anda melakukan perhitungan analisis statistik korelasi untuk menguji hubungan antara dua variabel. Analisis korelasi ini digunakan untuk menilai apakah variabel kepercayaan diri sarjana yang baru saja lulus (variabel independen) berkorelasi (atau berpengaruh) dalam kesuksesannya lulus dalam ujian penerimaan pegawai baru di sebuah instansi (sebagai variable dependen). Hasil perhitungan statistik korelasi memberikan informasi apakah kepercayaan diri mempengaruhi lulus atau tidak lulusnya dalam ujian formasi pegawai.

Apabila anda bermaksud mengetahui hubungan antara beberapa variabel, bagaimana beberapa variabel x mempengaruhi variabel y, jalankan analisis statistik regresi. Bagaimana (i) kepercayaan diri mahasiswa; (ii) persiapan belajar sebelumnya; dan (iii) dukungan dari teman-teman dan keluarganya, memberikan kontribusi dalam menyelesaikan penyusunan tugas akhir skripsi? Dengan analisis regresi, anda mendapatkan hasil derajat pengaruh ketiga variabel independen yang diteliti dalam keberhasilan menyelesaikan skripsi mahasiswa.

Sebagai catatan akhir, analisis statistik membantu anda menilai hubungan antar variabel dan/atau perbedaan antar kelompok terhadap sebuah variabel. Namun analisis kuantitatif dalam Sosiologi bukan sekedar analisis statistik. Anda perlu memberikan paparan konseptual/teoretik terhadap hasil perhitungan statistik berdasarkan data survei yang dimiliki. Apabila mengalami kesulitan, baca kembali pustaka-pustaka rujukan yang telah anda kaji; atau temuilah dosen pembimbing anda untuk membantu.

2. Analisa Data Kualitatif

Dalam penelitian kualitatif, data yang didapatkan dari wawancara mendalam atau pengamatan etnografis dianalisis untuk mengidentifikasi pola-pola khas kehidupan masyarakat berdasarkan dimensi-dimensi sosial/budaya tertentu. Ketelitian, kedalaman dan keterincian aspek-aspek kehidupan yang terekam atau terdokumentasikan melalui pengumpulan data dibaca, dipahami dan dirangkai untuk membangun suatu cerita yang bermakna.

Langkah awal dalam analisa data kualitatif adalah membuat kode-kode yang disempatkan pada informasi-informasi yang terdapat dalam data. Kode merupakan konsep-konsep utama yang lahir dalam singgungan antara pustaka-pustaka rujukan dan informasi-informasi empiris dalam data lapangan; yang menjawab secara langsung maupun tidak rumusan pertanyaan-pertanyaan penelitian yang telah diajukan. Kode- kode inilah yang memberikan makna dari jawaban, pernyataan, tingkah laku, bentuk interaksi dan sebagainya yang ditunjukkan dan kemukakan oleh informan penelitian.

Dalam menganalisis hasil wawancara dengan informan pemilih pemula pada pemilu terkini, anda membangun kode-kode seperti, ‘partai politik favorit’, ‘kampanye’, ‘memilih pertama’, ‘tempat pemilihan suara’ dan sebagainya. Anda perlu menelusuri data dengan membaca seluruh transkrip hasil wawancara untuk membangun kode-kode ini; dan merevisi dan/atau mengembangkan kode-kode tersebut apabila kategori/informasi baru muncul dari data, yang sebelumnya belum teridentifikasi.
Untuk data yang berupa catatan lapangan hasil pengamatan etnografis, anda memberikan perhatian kepada pola-pola interaksi, tindakan dan perilaku yang dilakukan oleh informan. Dalam pengamatan di sekolah yang melibatkan siswa, guru, kepala sekolah, karyawan tata usaha dan satuan pengamanan, muncul kode-kode seperti: ‘instruksi’, ‘mendisiplinkan’, ‘membimbing’, ‘dispensasi’ dan sebagainya.

Tahapan analisa kualitatif berikutnya, anda mengklasifikasikan informasi-informasi dari data berdasarkan kode-kode tersebut. Anda melakukan perbandingan dalam arti mencari persamaan dan variasi perbedaan dari beragam informasi data dalam masing- masing kode. Ajukan pertanyaan seperti: mengapa ada persamaan pendapat antara siswa dengan latar belakang agama berbeda? Mengapa ada perbedaan pendapat meskipun informan-informan memiliki tingkat pendidikan yang sama? Bagaimana perbedaan dan persamaan sikap ibu-ibu rumah tangga terhadap isu keamanan di kompleks perumahan mereka?

Dengan bantuan kode-kode dan analisis perbandingan mencari persamaan maupun perbedaan, anda menemukan pola-pola tertentu yang terkait erat dengan latar belakang informan yang diteliti. Mungkin anda perlu membuat matrik berdasarkan kode-kode, persamaan/perbedaan informasi dan informan-informannya untuk memudahkan anda melakukan analisis. Pada akhirnya anda melihat tema-tema khas dari data yang anda miliki’; yang merupakan temuan penelitian anda.

Sebagai contoh, berdasarkan data yang telah diberi kode dan di klasifikasi dan diperbandingkan, anda menemukan persamaan bahwa semua informan yang berstatus mahasiswa memiliki tingkat keseriusan yang sama menghadapi ujian akhir semester. Namun, terdapat perbedaan hasilnya karena beberapa aspek, seperti: pola belajar kesehariannya, buku-buku dan catatan perkuliahan yang dimiliki, upaya menjaga kesehatan selama kuliah, aktifitas dalam kegiatan ekstra kurikuler dan kemampuan emosionalnya.


MENYAJIKAN HASIL PENELITIAN


Apa yang disajikan dalam Laporan Penelitian?



Bagian laporan hasil penelitian, yang biasanya disusun dalam Bab IV, merupakan bagian terpenting skripsi. Pada bagian inilah kebanyakan dosen penguji skripsi memberikan perhatian utamanya sehingga anda perlu menyusunnya dengan serius dan matang. Sebagaimana disinggung sebelumnya, bab laporan hasil penelitian ini ditulis dengan panjang 7-8 ribu kata atau sekitar 20-25 halaman. Pada bagian ini, anda mendapatkan kesempatan untuk menjelaskan prosesi penelitian lapangan yang telah anda lakukan; memaparkan berbagai temuan fakta-fakta dalam kehidupan sosial yang diteliti; dan memberikan analisis, arti, makna dan kesimpulan dari temuan-temuan tersebut secara obyektif-ilmiah.

Dengan kata lain, isi dari laporan hasil penelitian merupakan jawaban dari rumusan pertanyaan penelitian yang terdapat pada Bab I tentang pendahuluan dan/atau latar belakang penelitian. Pada penelitian kuantitatif, laporan hasil penelitian memaparkan hasil uji hipotesis penelitian; diterima atau ditolak disertai dengan bukti-bukti empiris hasil olah data statistik dan pembahasannya. Sedangkan pada penelitian kualitatif, laporan penelitian menjelaskan secara detail dan mendalam tentang fenomena sosial yang diteliti; disertai pembahasan maknanya secara kontekstual dan ilmiah.

Bab laporan hasil penelitian yang baik terdiri dari 3 (tiga) materi utama yang tersusun saling terkait satu sama lain, yaitu:

  • Deskripsi Lokasi dan Responden/Informan Penelitian: yang menjelaskan dimana lokasi penelitian, siapa responden/informan yang terlibat dan bagaimana proses pengumpulan data berlangsung.
  • Paparan Temuan-Temuan Penelitian: yang memaparkan berbagai temuan- temuan utama dari penelitian dengan disertai bukti empiris yang jelas;
  • Diskusi dan Pembahasan Temuan Penelitian: yang memberikan kesempatan kepada peneliti untuk mendiskusikan dan membahas temuan penelitiannya dalam konteks perkembangan kajian akademik terkini terkait dengan tema penelitian.
 

Bagaimana Membuat Deskripsi Lokasi dan Sampel/Informan?



Meskipun pada bagian metode penelitian (Bab III) telah disinggung tentang lokasi dan informan/responden penelitian, anda perlu menjelaskan lebih detailnya pada bagian ini. Pada bagian ini, anda diminta untuk menjelaskan kondisi obyektif lokasi dimana anda telah melakukan penelitian lapangan; dimana itu? Bagaimana mencapainya? Apakah mudah atau susah untuk mencapainya? Berapa lama anda berada disana? Anda juga bisa menambahkan kemudahan, kesulitan, rintangan maupun hambatan selama proses penelitian di lokasi tersebut.

Deskripsi lokasi penelitian yang baik memberikan informasi yang tidak hanya jelas namun spesifik dan detail tentang fenomena penelitian yang diteliti, namun juga menunjukkan anda benar-benar telah terjun ke lapangan melakukan penelitian.

Terkait dengan deskripsi lokasi, anda diminta menjelaskan populasi penelitian sekaligus pemilihan sampel (responden/informan) penelitiannya. Apabila penelitian anda merupakan penelitian kuantitatif, paparan tentang populasi perlu disertai informasi jumlahnya dan konfigurasi sosio-demografiknya. Berdasarkan informasi tersebut, anda menjelaskan teknik sampling (pemilihan/penentuan responden) penelitian disertai jumlah akhir responden yang terlibat dan bagaimana anda memilih atau menentukannya. Anda perlu menjelaskan bahwa sampel atau responden penelitian anda telah merepresentasikan keseluruhan populasi sehingga generalisasi hasil penelitian bisa tercapai.

Apabila melakukan penelitian kualitatif, anda perlu menjelaskan alasan, kriteria informan anda serta jumlanya. Tidak lupa pula, jelaskan bagaimana anda mendekati, meminta, mengajak dan mendapatkan persetujuan informan untuk mau terlibat dalam penelitian anda. Apakah informan dengan sukarela atau terpaksa terlibat? Bagaimana interaksi anda, sebagai peneliti, dengan informan selama proses pengambilan data? Apakah anda potensi masalah yang akan dihadapi informan setelah penelitian usai? Bagaimana anda dan informan mengantisipasinya.

Aspek yang tidak boleh dilupakan, anda perlu memberikan ulasan bagaimana hasil teknik sampling tersebut pada proses pengambilan data di lapangan. Apakah berhasil menentukan atau memilih responden secara representatif dari populasi? Apakah ada kelompok informan yang tidak termasuk di dalam kriteria informan anda? Bagaimana validitas informasi atau data yang didapatkan dari responden/informan?

Apabila perlu memberikan kompensasi (berupa uang, bingkisan atau hadiah) terkait keterlibatan responden/informan dalam penelitian, anda harus menyebutkannya; dan menjelaskan apa dampaknya dalam proses pengumpulan data. Apakah informasi atau data yang didapat benar adanya bukan sekedar pendapat atau imajinasi informan? Apabila anda tidak yakin dengan informasi dan data tersebut, bagaimana sikap dan tindakan untuk mengantisipasinya? Apakah anda melakukan cek ulang dari sumber berbeda (check, cross-check, re-check)?

Dengan paparan ini yang detail ini, anda menunjukkan kredibilitas penelitian yang telah dilakukan; sehingga pembaca (dosen penguji, teman kolega dan sarjana lain) percaya bahwa anda telah melakukan penelitian sosial sesuai dengan standar ilmiah baku; memiliki derajat obyektifitas dan otentisitas yang dapat dipertanggungjawabkan; dan hasil penelitian tepat dan memiliki nilai kebenaran ilmiah.


Bagaimana Memaparkan Temuan Penelitian?




Pada bagian ini, anda berkesempatan memaparkan temuan-temuan utama penelitian yang tersaji secara tematik atau kronologis. Hematnya, temuan penelitian merupakan data empiris yang berhasil dikumpulkan; yang dipaparkan apa adanya. Penyajian data empiris ini memiliki 3 (tiga) tujuan yang penting dalam penelitian ilmiah: (1) menunjukkan obyektifitas dan otentisitas penelitian; dan (2) menunjukkan kontribusi ilmiah penelitian anda; dan (3) menunjukkan kredibilitas anda sebagai peneliti yang betul-betul melakukan penelitian di lapangan.

Dalam memaparkan temuan-temuan penelitian ini, anda perlu kembali merujuk rumusan pertanyaan penelitian. Renungkan kembali, apa rumusan pertanyaan penelitian utama anda? Aspek apa saja yang terumus dalam pertanyaan penelitian tersebut? Apakah rumusan pertanyaan-pertanyaan penelitian tersebut telah terjawab dalam temuan-temuan penelitian anda?

Paparan tentang temuan-temuan penelitian merupakan jawaban obyektif dari rumusan pertanyaan penelitian yang telah disusun sebelum terjun ke lapangan mengumpulkan data. Anda diminta memberikan jawaban-jawaban dari pertanyaan-pertanyaan penelitian tersebut dengan merujuk dan/atau mengutip langsung data penelitian yang telah dikumpulkan. Rujukan dan/atau kutipan langsung dari data berfungsi untuk memberikan bukti-bukti empiris dari paparan temuan penelitian yang sekaligus menunjukkan obyektifitas dan otentisitas hasil penelitian.

Bagaimana apabila temuan-temuan penelitian anda belum menjawab rumusan penelitian? Dalam beberapa kondisi, anda perlu mempertimbangkan untuk kembali ke lapangan guna mengumpulkan data tambahan. Sebaliknya, anda perlu mempertimbangkan merubah rumusan pertanyaan penelitian anda (dan juga asumsi dan kerangka konseptualnya), khususnya dalam penelitian kuantitatif, apabila anda mendapatinya tidak sesuai atau salah dengan realitas fenomena sosial yang diteliti.
 
Dalam laporan penelitian kuantitatif, temuan-temuan penelitian merupakan jawaban dari pengujian hipotesis yang disajikan dalam bentuk hasil olah data statistik. Berdasarkan temuan-temuan penelitian tersebut, anda menyatakan bahwa hipotesis penelitian diterima atau ditolak. Jangan khawatir menyatakan hipotesis penelitian ditolak apabila anda telah melakukan semua proses penelitian (dari pembuatan instrumen, survei lapangan dan analisis data) sesuai prosedur dan standar penelitian kuantitatif dalam sosiologi.

Secara umum, temuan penelitian merupakan hasil olah data statistik deskriptif, seperti informasi rata-rata umur responden, modus atau jumlah terbanyak latar belakang tingkat pendidikan responden, prosentase perbandingan jumlah responden laki-laki dan perempuan dan sebagainya. Anda bisa membuat tabel atau tabulasi silang untuk mempermudah pembaca memahami paparan temuan penelitian.

Berikut contoh tabulasi-silang data deskriptif perbandingan umur dan jenis kelamin responden dalam sebuah penelitian:

[Panduan Lengkap] Langkah Menyusun Skripsi Dari Awal Sampai Akhir


Hasil olah data statistik inferensial disajikan secara lengkap dan utuh dan digunakan untuk menguji penerimaan atau penolakan hipotesis penelitian. Anda diminta tidak hanya menyatakan menerima atau menolak hipotesis, namun juga memaparkan formula/rumus statistik yang digunakan dan hasil perhitungannya dengan menggarisbawahi beberapa informasi penting.

Berikut contoh penyajian temuan penelitian diawali paparan penerimaan hipotesis dan disertai hasil perhitungan statistik Anova (Analisis of Variance) dengan variabel 3 (tiga) jenjang kelas siswa dengan variabel dependen, yaitu kejujuran dalam ujian yang melibatkan responden siswa SMA di Kota Yogyakarta.

Berdasarkan hasil perhitungan statistik Anova (Analisis of Variance), hipotesis 1 bahwa terdapat perbedaan tingkat kejujuran akademik dalam ujian diantara 3 (tiga) jenjang kelas di SMA di kota Yogyakarta diterima. Berikut perhitungan anovanya:
 
[Panduan Lengkap] Langkah Menyusun Skripsi Dari Awal Sampai Akhir


Terdapat perbedaan signifikan antara tiga jenjang kelas responden (kelas X, XI dan XII) terkait dengan tingkat kejujuran akademik dalam ujian. Hasil uji Anova menunjukkan skor p=0,41 atau lebih kecil dari standar persamaan 0,05 dengan F (2, 105)=3,3. Namun perlu difahami bahwa meskipun terhitung secara statistik terdapat perbedaan signifikan, khususnya antara siswa kelas X dan kelas XII, nilai perbedaannya sangat kecil. Kejujuran dalam ujian responden kelas XI dengan Mean=26,11 SD=2,18 berbeda signifikan secara statistik dengan responden kelas XII dengan Mean=24,10 SD=2,70. Sedangkan responden kelas XI dengan Mean=24,55 SD=3,30 menunjukkan tidak ada perbedaan yang signifikan secara statistik dengan dua kelas lainnya.

Dalam laporan penelitian kualitatif, temuan-temuan penelitian dipaparkan dengan disertai kutipan verbatim dari pernyataan informan atau catatan lapangan. Temuan penelitian ini merupakan abstraksi dari tema-tema atau kode yang anda temukan dan rumuskan berdasarkan analisis data dari transkrip wawancara, catatan pengamatan lapangan dan/atau dokumen/arsip dari informan penelitian.
Berikut ini contoh paparan temuan penelitian kualitatif tentang volunterisme anak muda di Yogyakarta dalam Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) bidang lingkungan, KOPHI (Koalisi Pemuda Hijau).
Keterlibatan pemuda sebagai seorang volunteer dalam kegiatan volunterisme di KOPHI Yogyakarta, salah satunya disebabkan oleh motif- motif yang berkaitan dengan aspek lingkungan hidup. Dalam hal ini, motif lingkungan hidup yang paling mendasar untuk kemudian dijadikan alasan yang mendorong menjadi seorang volunteer adalah rasa ketertarikan terhadap lingkungan hidup. Sebagaimana dikemukakan oleh Yudho, motivasi ini lahir dari keprihatinan menyaksikan kerusakan lingkungan yang terjadi di lingkungan sekitarnya.

[S]aya pindah ke Jogja itu sudah hampir 4 tahun, Saya lihat kondisi di Godean itu irigasinya banyak sampah. Mungkin dari warganya di situ buang-buang sampah, nah terus saya pindah di Kaliurang, Kaliurang KM 4,5 di asrama. Itu juga banyak sampah ... Saya agak miris, maka dari itu saya ikut organisasi yang berbau lingkungan dan say/a berperan aktif di situ (Yudho, wawancara 6 Maret 2014)
 
Temuan ini didukung dengan data verbatim (data mentah namun telah diedit dari segi bahasa/gramatikannya tanpa merubah isinya) yang dikutip langsung dari pernyataan informan-informan penelitian. Dukungan kutipan langsung pernyataan informan ini sudah sangat lazim dalam penelitian kualitatif, dengan 2 (dua) tujuan utama, yaitu (i) memberikan bukti empiris guna mendukung temuan penelitian yang dipaparkan; dan (ii) menunjukkan kredibilitas peneliti yang telah benar-benar terjun ke lapangan dan mewawancari informan.

Selain dukungan kutipan langsung pernyataan informan, anda bisa memaparkan temuan penelitian dengan dukungan catatan pengamatan atau kutipan dari dokumen/arsip dari informan. Untuk kutipan catatan lapangan, anda diminta menceritakan secara mendetail apa yang telah anda amati di lapangan. Jangan lupa berikan informasi yang jelas, kapan dan dimana pengamatan tersebut dilakukan? Informasi tentang sumber data juga perlu diberikan apabila anda menyajikan dokumen/arsip dari informan.

Data kualitatif lain yang bisa disajikan untuk mendukung paparan temuan penelitian anda adalah data visual atau foto. Anda diperbolehkan menampilkan foto yang relevan menggambarkan dan mendukung temuan penelitian. Apabila foto tersebut menampilkan diri informan, pastikan anda telah meminta izin untuk memuatnya dalam laporan. Berikan pula informasi kapan, dimana dan siapa yang tergambar di dalam foto tersebut.


Bagaimana Mendiskusikan dan Membahas Temuan?



Diskusi dan pembahasan merupakan rangkaian dari paparan temuan hasil penelitian. Dalam paparan temuan penelitian, anda menyajikan berbagai informasi, fakta dan data yang tersusun secara tematik atau kronologis yang secara langsung menjawab rumusan pertanyaan-pertanyaan penelitian. Sebagai rangkaian kelanjutannya, bagian diskusi dan pembahasan hasil penelitian menjelaskan temuan-temuan penelitian  secara lebih (i) mendalam dan (ii) luas. Dua istilah “mendalam dan luas” ini kata kunci yang perlu anda perhatikan dalam mendiskusikan dan membahas temuan-temuan penelitian anda.

Penjelasan yang “mendalam”, anda diminta tidak sekedar memaparkan fakta-fakta temuan penelitian, namun juga memberikan makna, arti dan signifikansinya dalam konteks sosial-budaya, politik atau ekonomi dimana penelitian dilakukan.

Istilah penjelasan yang mendalam sendiri merupakan terjemahan bebas dari metode analisa data yang dikemukakan oleh Antropolog dari Amerika Serikat, Clifford Geertz (1973), dalam bukunya The Interpretation of Culture. Secara khusus, metode ini lazim dalam penelitian kualitatif. Dalam aplikasinya, Geertz merujuk kepada makna tradisi sabung ayam dalam masyakarat Bali yang tidak hanya dipahami sebagai atraksi hiburan melainkan juga menggambarkan status dan kompetisi publik kelompok-kelompok elit bangsawan Bali.

Dengan kata lain, kedalaman pembahasan temuan penelitian ditentukan oleh ketajaman peneliti, seperti anda, memberikan kesimpulan makna dengan mempertimbangkan signifikansi temuan-temuan penelitian dalam konteks sosialnya. Untuk mencapainya, anda perlu memahami dengan baik fenomena sosial yang sedang anda teliti; menilai dan mengukur variabel-variabel penelitian dengan seksama dan hati-hati; variasi sosio-demografik responden/informan yang terlibat; dan merangkai temuan-temuan penelitian untuk membangun maknanya.

Kedalaman diskusi dan pembahasan temuan penelitian tidak bisa lepas dari desain metode penelitian dan implementasinya dalam proses pengumpulan data dan analisi. Apabila anda menggunakan metode kuantitatif, kedalaman penelitian seirama dengan representasi responden terhadap populasi keseluruhan dan generalisasi temuan hasil penelitian. Untuk mencapainya, penentuan dan pemilihan responden harus mampu menggambarkan variasi sosio-demografik populasi dan jumlah yang memadai. Kuesoner sebagai instrumen penelitian juga harus teruji; dengan tepat menilai dan mengukur variabel penelitian.
Dalam penelitian dengan metode kualitatif, kedalaman penjelasan temuan penelitian tidak hanya ditentukan oleh representasi informan penelitian yang terlibat, menggambarkan variasi populasi secara keseluruhan. Sebagai instrumen penelitian itu sendiri, peneliti harus memiliki tidak saja kejelian dan ketajaman mengamati fenomena sosial yang sedang diteliti; namun juga secara kritis menanyakan berbagai fakta-fakta yang sedang terjadi di lapangan. Keterlibatan anda sebagai peneliti dalam berbagai aktifitas sosial masyarakat dan juga kurun waktu yang cukup lama memberikan peluang untuk mampu mamahami dengan baik dan mendalam fenomena sosial yang sedang diteliti.

Sedangkan penjelasan yang “luas” memiliki arti bahwa penjelasan tersebut tidak terbatas pada konteks tertentu saja. Dengan kata lain, luas berarti penjelasan tentang temuan-temuan anda diperbandingkan dengan temuan-temuan penelitian dengan minat yang sama atau bersinggungan yang telah dilakukan oleh peneliti-peneliti lain sebelumnya.

Untuk melakukannya, coba baca kembali kajian pustaka yang telah anda tulis dalam proposal penelitian. Kajian pustaka yang baik memuat ringkasan kritis konsep atau teori dan juga temuan penelitian-penelitian di bidang yang sama sebelumnya (untuk lebih jelas, baca kembali bagian ketiga tentang kajian pustaka). Ringkasan kritis tersebut menyimpan nilai penting ketika peneliti sosial seperti anda memasuki tahapan akhir analisa data dan penulisan laporan penelitian.

Kembali ke arti penjelasan yang luas, anda diminta untuk tidak hanya menjelaskan temuan penelitian melainkan juga memperbandingkan temuan tersebut dengan temuan-temuan penelitian di bidang yang sama sebelumnya. Dalam perbandingan ini, anda diminta menunjukkan 3 (tiga) aspek penting, yaitu:

1) Persamaan temuan penelitian anda dengan penelitian sarjana-sarjana kelimuan serumpun sebelumnya.

Apabila terdapat persamaan-persamaan temuan, anda diminta juga untuk menjelaskan mengapa hal itu bisa terjadi. Apakah kriteria informan atau teknik sampling (penentuan/pemilihan responden) penelitian serupa? Apakah lokasi penelitian berpengaruh? Apakah teknik dan metode pengumpulan data (baik itu dengan survei atau wawancara mendalam) sama sehingga hasilnya serupa? Atau ada sebab-sebab lain baik itu teknikal maupun substanstif memperngaruhi persamaan temuan ini.

2) Perbedaan temuan penelitian anda dibandingkan dengan penelitian sarjana- sarjana kelimuan serumpun sebelumnya.

Sebaliknya, apabila temuan penelitian berbeda, anda diminta menjelaskan mengapa hasil penelitian menemukan fakta yang berbeda. Anda perlu menelusuri kembali proses penelitian yang telah anda lakukan; membandingkannya dengan penelitian-penelitian pada bidang yang sama (yang telah anda kaji pada bagian kajian pustaka); dan menilai dan menguji dimana letak perbedaan (dan juga persamaan) sehingga temuan penelitian anda berbeda.

3) Kontribusi ilmiah yang bersifat kebaruan dari temuan penelitian anda dalam kajian bidang yang sedang anda teliti.

Setelah menunjukkan, mengurai dan menjelaskan persamaan maupun perbedaan temuan penelitian dengan penelitian-penelitian sebelumnya, anda sebenarnya sedang mengelaborasi kontribusi ilmiah penelitian anda tersebut. Kontribusi ilmiah merupakan bagian terpenting dari seluruh proses penelitian dari pemilihan tema, perumusan pertanyaan penelitian, kajian pustaka, pengumpulan data, analisa data hingga penulisan laporan penelitian. Kontribusi ilmiah merupakan bentuk tawaran, posisi dan juga nilai pengetahuan yang anda hasilkan melalui penelitian ilmiah yang telah dilakukan. Dengan menunjukkan persamaan dan perbedaan temuan penelitian (dalam konteks, metode atau metode analisis yang berbeda) berbanding penelitian-penelitian sebelumnya, anda sebenarnya menjelaskan aspek utama kontribusi ilmiah, yaitu “kebaruan”.

Hematnya, sebuah penelitian tentang konversi dan rekruitmen kelompok aliran kepercayaan-kebatinan “Sapta Dharma” di Yogyakarta menemukan pola-pola khas bagaimana pengikut baru mengenal, tertarik dan akhirnya bergabung dengan kelompok spiritual-agama ini. Dalam diskusi dan pembahasan, anda diminta tidak sekedar memaparkan pola-pola ini, namun juga membandingkannya, mencari persamaan dan perbedaan, dengan pola-pola konversi dan rekruitmen anggota baru pada kelompok- kelompok kebatinan lain (seperti Subud, Sumarah, Rebo Wage) di Yogyakarta atau Indonesia secara umum.


MENULIS KESIMPULAN


Apa yang disimpulkan?



Kesimpulan merupakan bab paling akhir dalam keseluruhan materi-materi yang dipaparkan dalam sebuah Skripsi (dan juga karya ilmiah lainnya: buku monograf, artikel di jurnal ilmiah atau makalah dalam seminar). Aspek terpenting dalam kesimpulan adalah isinya menggambarkan keseluruhan materi skripsi secara ringkas dan jelas; dimana pembaca dengan mudah dan cepat memahami seluruh materinya.

Untuk membuat kesimpulan yang baik, anda perlu memahami apa yang ingin diketahui pembaca yang tidak memiliki waktu yang lama untuk membaca keseluruhan skripsi. Oleh karena itu, kesimpulan tidak boleh terlalu panjang; dan juga tidak mengulang kembali temuan-temuan penting penelitian.
Kesimpulan penelitian yang baik memuat beberapa materi berikut ini:

• Penegasan temuan-temuan penelitian terpenting.

Temuan penelitian terpenting merupakan ringkasan dari laporan hasil penelitian, yang telah diperbandingkan dengan temuan-temuan penelitian sebelumnya, memiliki nilai signifikansi secara sosial dalam konteksnya, dan mengandung aspek kebaruan sebagai kontribusi penelitian dalam komunitas ilmiah bidang keilmuan terkait. Anda tidak perlu mengulang paparan temuan-temuan penelitian yang telah disajikan pada bagian laporan hasil penelitian. Anda hanya perlu memberikan penegasan terhadap beberapa temuan terpenting yang merupakan temuan utama yang dihasilkan dalam penelitian yang baru saja anda selesaikan.

• Keterbatasan dan kelemahan penelitian.

Profesionalitas dan kejujuran merupakan aset terpenting bagi peneliti dalam melaporkan hasil penelitiannya. Peneliti yang menjunjung dua sikap tersebut mengetahui dengan baik terkait tidak saja kontribusi penelitian dalam perkembangan kelimuan termasuk manfaatnya dalam kehidupan bermasyarakat, namun juga keterbatasan dan kelemahannya yang perlu untuk dikemukakan kepada pembaca. Keterbatasan dan kelemahan ini bisa disengaja karena pemilihan tema yang khusus, pemilihan responden/informan yang terbatas, maupun tersedianya waktu dan biaya penelitian yang terbatas. Keterbatasan dan kelemahan juga bisa tidak disengaja karena kompleksitas realitas fenomena sosial yang kurang dipahami selama proses perencanaan maupun pengumpulan data di lapangan penelitian.

• Saran tentang tema-tema penelitian lanjutan.

Berdasarkan ringkasan temuan dan kontribusi hasil penelitian yang disertai keterbatasan dan kelemahannya, bagian kesimpulan diakhiri dengan saran tentang tema-tema penelitian lanjutan yang perlu dilakukan. Saran penelitian lanjutan adalah keterbatasan, kekurangan, kelemahan maupun aspek-aspek fenomena sosial yang belum mendapatkan perhatian dari penelitian-penelitian yang sudah dilakukan termasuk penelitian yang baru saja anda selesaikan. Dengan kata lain, saran tentang penelitian lanjutan menunjukkan kesinambungan penelitian dalam rangka pengembangan ilmu pengetahuan.


Bagaimana Menulis Kesimpulan?



Kesimpulan ditulis tidak terlalu panjang kurang lebih 1000-1500 kata atau sekitar 3-5 halaman saja. Tidak ada saran khusus dalam menulis kesimpulan. Catatan yang perlu anda perhatikan adalah untuk tidak mengulang kembali paparan temuan penelitian. Sekali lagi, anda hanya perlu memberikan penegasan, menggaris-bawahi beberapa temuan penelitian utama dengan bahasan secukupnya; menyatakan kontribusi ilmiah dari penelitian anda; menilai keterbatasan dan kelemahan penelitian tersebut; dan memberikan saran untuk tema-tema (juga strategi, pemilihan informan, lokasi dan berbagai aspek konseptual maupun teknis penelitian) untuk penelitian selanjutnya (yang mungkin saja anda lakukan atau dilakukan oleh peneliti atau sarjana lainnya).


SISTEMATIKA DAN TATA TULIS TUGAS AKHIR SKRIPSI



Sistematika Usulan (Proposal) Tugas Akhir Skripsi




Mahasiswa pendidikan sosiologi yang akan mengakhiri studi jenjang S1 diwajibkan menempuh dan menyelesaikan mata kuliah tugas akhir. Tugas akhir tersebut berupa penulisan karya ilrniah yang disebut Tugas Akhir Skripsi (TAS). Tugas akhir skripsi merupakan karya ilmiah mahasiswa di bidang pendidikan sosiologi atau sosiologi. Skripsi ditulis berdasarkan hasil penelitian. Langkah awal dalam menyusun skripsi dimulai dengam membuat usulan skripsi. Usulan tugas akhir skripsi disusun dengan sistematika sebagai berikut:

A. Judul penelitian

Judul dibuat sesingkat-singkatnya, jelas dan menunjukkan dengan tepat masalah yang hendak diteliti serta tidak membuka peluang penafsiran yang beraneka ragam.

B. Latar belakang

Perumusan masalah memuat penjelasan mengenai alasan-alasan mengapa masalah yang dikemukakan dalam usulan penelitian dipandang menarik, penting dan perlu diteliti. Uraikan pula kedudukan masalah yang akan diteliti dalam lingkup permasalahan yang lebih luas.

C. Identifikasi dan pembatasan masalah

Identifikasi masalah berisi rumusan berbagai faktor yang secara sistemik merupakan masalah yang relevan dengan judul penelitian. Pembatasan masalah berisi tentang pernyataan peneliti tentang ruang lingkup penelitian yang akan dilakukan dengan mempertimbangkan aspek-aspek metodologis, kelayakan di lapangan, dan keterbatasan peneliti, tanpa mengorbankan kebermaknaan, konsep, atau judul penelitian.

D. Rumusan masalah

Perumusan masalah berisi rumusan permasalahan penelitian yang berupa kalimat pertanyaan atau pernyataan.

E. Tujuan penelitian

Tujuan penelitian berupa pernyataan tentang terget penelitian atas dasar permasalahan yang dirumuskan

F. Manfaat penelitian

Manfaat penelitian berisi penjelasan tentang kegunaan atau manfaat hasil penelitian bagi pihak tertentu, baik secara teoretis maupun praktis
 
G. Kajian pustaka dan kerangka teori

Kajian pustaka dan kerangka teori memuat uraian sistematis tentang hasil-hasil penelitian yang didapat oleh peneliti terdahulu yang ada hubungannya dengan penelitian yang akan dilakukan. Perlu ditunjukkan bahwa permasalahan yang akan diteliti belum terjawab atau belum terpecahkan secara memuaskan. kajian teori merupakan penjabaran dari kajian pustaka berisi penjelasan teori yang relevan dengan masalah penelitian agar diperoleh legitimasi konseptual.

Penelitian yang relevan berisi kajian berbagai hasil penelitian orang lain yang relevan dengan masalah penelitian.

Kerangka pikir berisi uraian tentang pola hubungan antarvariabel atau antarkonsep yang akan digunakan untuk menjawab pertanyaan penelitian.

Hipotesis (terutama untuk penelitian kuantitatif) yang memuat penyataan singkat yang disimpulkan dari kajian pustaka dan kajian teori dan merupakan jawaban sementara terhadap masalah yang dihadapi dan masih harus dibuktikan kebenaranya.

H. Desain penelitian

Penjelasan tentang metode yang digunakan, lokasi dan objek penelitian, teknik pengumpulan dan analisis data

I. Jadwal penelitian

Jadwal penelitian memuat tahap-tahap penelitian, rincian kegiatan pada setiap tahap dan waktu yang diperlukan untuk melaksanakan setiap tahap. Dapat disajikan dalam bentuk matrik atau uraian

J. Daftar pustaka
K. Lampiran (instrumen penelitian)

Usulan tugas akhir skripsi disusun dalam bentuk bagian-bagian dengan huruf kapital dan tidak dalam bentuk bab.
 

Sistematika Penulisan Tugas Akhir Skripsi


Tugas Akhir Skripsi terdiri dari 3 (tiga) bagian, yaitu:

1. Bagian Depan

Terdiri dari beberapa bagian berikut:

a. Sampul

Sampul TAS memuat judul, maksud penulisan, lambang Universitas Negeri Yogyakarta, nama lengkap dan nomor induk mahasiswa, nama jurusan/program studi, nama fakultas, universitas dan tahun penyelesaian. Sampul dibuat dari karton tebal warna merah.

b. Halaman Kosong

Halaman kosong dimaksudkan sebagai sarung isi TAS, dan ditempatkan di antara sampul TAS dan halaman judul.

c. Halaman Judul

Halaman Judul dibuat sama dengan halaman sampul, diketik pada kertas HVS warna putih

d. Abstrak

Ketentuan Isi Abstrak dengan urutan:

1) ABSTRAK (300 kata);
2) Judul TAS;
3) Nama dan NIM penulis;
4) Isi Abstrak terdiri dari 3 (tiga) alinea/paragraf:

i. Alinea Pertama berisi uraian singkat mengenai permasalahan dan tujuan penelitian;
ii. Alinea Kedua berisi metode penelitian, mencakup populasi, sampel, teknik pengumpulan data, dan analisis data;
iii. Alinea Ketiga berisi hasil (temuan) penelitian dan kesimpulan.
iv. Kata Kunci; terdiri dari 3-5 kata kunci temuan penelitian

5) Abstrak diketik dalam satu halaman (kurang lebih 300 kata), spasi tunggal


e. Lembar Pengesahan

Halaman Lembar Pengesahan memuat bukti pengesahan akademik dan administratif oleh Tim Penguji.
 
f. Halaman Pernyataan

Memuat bukti pengesahan akademik oleh tim penguji dan administrative oleh dekan fakultas. Unsur-unsur yang ada dalam halaman ini adalah judul skripsi, nama penulis dan penyataan pengesahan tim penguji dan dekan fakultas. Halaman ini diberi judul HALAMAN PENGESAHAN.

g. Motto

Halaman ini tidak diberi judul, cukup mencantumkan kata ‘Motto’ disertai satu atau lebih kata-kata mutiara yang selaras dengan topic dan tema skripsi.

h. Halaman Persembahan

Memuat persembahan (hadiah/pemberian) kepada siapa saja yang dianggap memiliki makna bagi penulis.

i. Kata Pengantar

Kata Pengantar memuat informasi secara garis besar tentang maksud penulisan TAS dan ucapan terima kasih kepada pihak-pihak yang secara langsung berjasa/terlibat dalam penulisan TAS.

j. Daftar Isi

Daftar Isi memuat secara terperinci isi keseluruhan TAS beserta nomor halaman.
Ketentuan penulisan daftar isi, sebagai berikut:

1) Daftar isi dimulai dari abstrak sampai dengan lampiran;
2) Halaman sampul, judul, pengesahan dan persembahan tidak perlu dimaksudkan ke dalam daftar isi, akan tetapi diberikan penomoran dengan menggunakan angka romawi kecil;
3) Daftar isi diketik spasi tunggal, jarak antar bab diketik spasi ganda. Isi TAS disajikan dalam bentuk bab, sub-bab dan/atau tingkat hierarkhi judul yang lebih terperinci dengan menganut sistematika tertentu.
4) Daftar Tabel (apabila ada) yang ditulis sebagaimana daftar isi.
5) Daftar Gambar (apabila ada) yang juga ditulis sebagaimana daftar isi

2. Bagian Tengah

Bagian ini memuat isi Skripsi yang disajikan dalam bentuk bab, sub-bab dan anak sub-bab. Uraian bagian tersebut meliputi:

a. Bab I: Pendahuluan (2000 kata)

Bab Pendahuluan berisi beberapa bab sebagai berikut:
 
  1. Latar Belakang yang menjelaskan alasan-alasan (ilmiah) yang menunjukkan nilai penting dan/atau perlunya dilakukan penelitian. Alasan-alasan ini bisa berupa serangkain masalah sosial yang harus diselesaikan dan/atau hasil kajian pustaka secara kritis yang menunjukkan masih kurangnya kajian akademik tentang suatu topik sehingga memerlukan penelitian lebih lanjut.
  2. Identifikasi Permasalahan atau Fokus Penelitian yang berisi berbagai sub-topik kajian dan/atau variabel-variable penelitian yang terkait dan dibahas secara mendalam di dalam Skripsi.
  3. Batasan Masalah menjelaskan ruang lingkup penelitian Skripsi dengan mempertimbangkan aspek-aspek metodologis, kelayakan/kemungkinan kajian lapangan, dan berbagai keterbatasan (akademik, lapangan, teknis, biaya, waktu) yang dihadapi penulis dalam menyelesaikan penelitian.
  4. Rumusan Masalah memuat pertanyaan penelitian secara jelas, lugas, tidak memuat jargon-jargon, dan merupakan simpulan dari latar belakang penelitian.
  5. Tujuan Penelitian menyatakan target penelitian yang ingin dicapai, yang merupakan bentuk penyelesaian dan/atau jawaban dari permasalahan/pertanyaan penelitian yang diajukan.
  6. Kegunaan Penelitian menjelaskan manfaat temuan penelitian baik secara teoretis maupun praktis. Aspek penting yang perlu digarisbawahi adalah kontribusi ilmiah/akademik dari penelitian dalam topik kajian keilmuwan tertentu di bidang Sosiologi.

b. Bab II: Kajian Pustaka dan Kerangka Teori (5-6000 kata) Bab ini berisi beberapa sub-bab berikut:

  1. Kajian Teori dan Kepustakaan yang relevan meliputi penelusuran dan pengkajian secara deskriptif-kritis terhadap berbagai teori/konsep dan hasil penelitian yang sudah dilakukan, baik dari buku-buku monograf, artikel-artikel ilmiah di jurnal-jurnal penelitian yang kredibel dan laporan-laporan penelitian ilmiah lain termasuk skripsi, tesis dan disertasi. Kajian teori dan pustaka ini mengarahkan peneliti untuk menguasai topik penelitiannya secara menyeluruh dan mendalam; sekaligus melakukan sintesis dari berbagai sumber tersebut untuk membangun bagan konseptual tetang topik penelitian sekaligus menerangkan berbagai variabel terkait. Peneliti hendaknya mengemukakan dengan jelas berikut definisi konseptual, asumsi dan hubungan antar variable dalam topik penelitiannya.
  2. Kerangka Pikir memuat gambaran umum tentang pola hubungan antar variabel atau semacam kerangka konseptual yang mengarahkan peneliti dalam menjawab pertanyaan penelitian; yang disusun berdasarkan kajian teori dan kepustakaan sebelumnya.
  3. Hipotesis Penelitian atau gambaran umum temuan penelitian yang rumuskan secara singkat dan jelas; diungkapkan dalam kalimat pernyataan.
Catatan: Hipotesis yang jelas untuk kemudian diuji melalui penelitian mutlak dikemukakan dalam penelitian kuantitatif. Dalam penelitian kualitatif, hipotesis berisi gambaran umum hasil penelitian.

c. Bab III: Metode Penelitian (2-3000 kata)

Bab ini menjelaskan metode penelitian yang digunakan, terdiri dari beberapa sub-bab berikut:

  1. Desain Penelitian memuat penjelasan umum tentang metode penelitian yang digunakan, dalam hal ini antara metode kualitatif atau kuantitatif atau gabungan dari keduanya, dengan memberikan alasan dan pertimbangan ilmiah yang relevan, seperti karakteristik data, responden hingga tujuan penelitian.
  2. Lokasi, Populasi dan Sampel Penelitian memuat lokasi dimana penelitian dilakukan sekalipus populasi responden dan penentuan/pemilihan sampel untuk penelitian tersebut; dengan memberikan alasan/pertimbangan ilmiah yang mapan.
  3. Teknik Pengumpulan Data memuat teknik pengumpulan data yang digunakan, beserta alasan dan pertimbangan ilmiah yang mendukung. Apabila digunakan lebih dari satu teknik pengumpulan data, peneliti harus menjelaskan alasan dan pertimbangnnya; dan bagaimana keterkaitan dua/lebih model data yang didapatkan.
  4. Reliabilitas dan Validitas Instrumen Penelitian memuat berbagai tolak-ukur yang menjamin bahwa data yang didapatkan dari teknik pengumpulan data secara obyektif memaparkan realitas dengan benar (reliabilitas merujuk kepada konsistensi instrumen penelitian; validitas merujuk kepada kemampuan instrumenpenelitian mendapatkan data secara obyektif). Prinsip ini umumnya sangat ditekankan dalam penelitian dengan metode kuantitatif. Dalam penelitian kualitatif, reliabilitas dan validitas instrumen penelitian dijelaskan dengan paparan tentang kesadaran dan antisipasi yang diambil oleh peneliti terhadap berbagai kondisi, baik sosial atau fisikal, yang berpotensi mempengaruhi kualitas data yang didapatkan demi obyektifitas penelitian.
  5. Teknik Analisis Data memuat teknik-teknik analisis data yang digunakan baik itu model-model perhitungan statistika sosial, pendekatan narasi, grounded theory, analisis konten, analisis wacana dan sebagainya. Pemilihan teknik analisis data harus disertai dengan alasan dan pertimbang ilmiahnya khususnya tujuan penelitian. Dalam penelitian dengan metode kualitatif, peneliti harus menjelaskan proses analisis meliputi pemilahan data, kodifikasi data, reduksi data hingga penampilan data.
  6. Etika Penelitian berisi tentang berbagai isu dalam proses penelitian khususnya berkaitan dengan hubungan antara peneliti dengan responden penelitian. Perlu dipahami sebelumnya bahwa penelitian sosial pada hakikatnya merupakan aktifitas yang langsung/tidak langsung menganggu ruang privat responden. Oleh karena itu, peneliti harus mengantisipasi berbagai kondisi yang berdampak negatif bagi responden; dan memastikan bahwa keterlibatan responden dalam penelitian tersebut dilakukan secara sukarela tanpa paksaan dan pemahaman terhadap berbagai dampak/konsekuensinya.

d. Bab IV: Hasil Penelitian dan Pembahasan (7-8000 kata) Bab ini memuat beberapa sub-bab berikut:

  1. Deskripsi Lokasi dan Informan yang memuat beberapa informasi mendasar hasil penelitian, seperti situasi/kondisi sosial-geografis- demografis lokasi penelitian dan karakter dan latar belakang sosio- ekonomi para informan yang terlibat.
  2. Temuan Utama yang secara langsung dan jelas menjawab pertanyaan penelitian dan/atau menyatakan hasil uji hipotesis penelitian.
  3. Diskusi dan Pembahasan yang mendiskusikan hasil temuan utama secara konseptual mendalam, dalam arti melihat korelasi, perbedaan ataupun pertentangannya dengan berbagai teori, konsep maupun hasil-hasil penelitian sebelumnya yang dipaparkan pada kajian teori dan pustaka.

e. Bab V: Kesimpulan dan Saran (1-1500 kata)

Bab ini berisi garis besar kesimpulan dari hasil kajian dan penelitian yang sudah dilakukan, dikemukakan dengan bahasa yang lugas dan jelas, yang secara langsung memberikan jawaban kepada pertanyaan penelitian yang diajukan dibagian pendahuluan.

Peneliti mengemukakan berbagai saran/rekomendasi yang bersifat konseptual, kebijakan atau praktis dari hasil penelitiannya yang ditujukan kepada dunia akademik, pembuat kebijakan maupun praktisi.
Di bagian akhir, peneliti juga mengemukakan kelemahan dan kekurangan dari penelitian yang sudah dilakukan, diuraikan dengan alasan, rintangan, ataupun keterbatasan yang dihadapi selama melaksanakan penelitian. Kelemahan dan kekurangan ini diharapkan menjadi ruang kosong untuk dilakukan penelitian selanjutnya baik oleh peneliti sendiri atau pihak lain yang lain.

3. Bagian Akhir

Bagian terakhir dari Skripsi terdiri dari, Daftar Pustaka, Daftar Istilah dan Lampiran. Berikut uraiannya:

a. Daftar Pustaka

Bagian ini memuat informasi tentang semua pustaka (buku, artikel dari jurnal ilmiah cetak/online, proceeding seminar, laporan penelitian dipublikan/tidak dipublikasikan, ensiklopedia, informasi resmi dari lembaga tertentu, sumber digital seperti filem, music, berita televisi dan sebagainya) yang digunakan sebagai rujukan dalam Skripsi.

Daftar Pustaka di bidang kajian Sosiologi pada umumnya disusun dalam tata cara Harvard Style (nama penulis, tahun, judul, kota penerbit, penerbit).

b. Daftar Istilah (optional)

Bagian ini merupakan pilihan, diperlukan dan ditambahkan apabila dalam penulisan tugas akhir skripsi menggunakan istilah asing khas bidang keilmuan/kajian yang memerlukan penjelasan tambahan.
 
c. Lampiran

Lampiran memuat semua dokumen atau bahan penunjang yang diperlukan dalam penulisan Skripsi namun tidak cukup penting atau bahkan mengganggu isi skripsi apabila dimasukkan dalam bagian utama. Lampiran meliputi surat izin penelitian, instrumen penelitian, panduan wawancara/pengamatan dan dokumen lain yang dipandang penting.


Bahasa dan Tata Tulis Tugas Akhir Skripsi



Penulisan Tugas Akhir Skripsi mengikuti beberapa ketentuan bahasa dan tata tulis berikut ini:

1. Bahasa

Penulisan TA Skripsi menggunakan Bahasa Indonesia Baku dan mengikuti aturan Ejaan Bahasa Indonesia yang disempurnakan.

2. Format Penulisan

  • TAS ditulis menggunakan huruf Times New Roman; dengan ukuran font 12.
  • TAS diketik dengan jarak antar baris 2 (dua) spasi; kecuali pada judul tabel, tabel, judul gambar/bagan, kutipan langsung dan daftar pustaka yang diketik dengan jarak antar baris 1 (satu) spasi.
  • TAS diketik pada kertas HVS Putih ukuran A4 (21cm x 28cm) berat 70/80 gram; dengan ketentuan batas tepi atau margin, yaitu:

Margin Atas 4cm
Margin Bawah3cm
Margin Kiri 4cm
Margin Kanan 3cm

  • TAS yang dicetak diberikan sampul karton tebal warna merah mengkilat dan dilapis plastik bening; dengan huruf dicetak warna emas.
  • TAS yang dicetak digital menggunakan format PDF; yang tersusun menjadi satu file utuh dari halaman muka hingga lampiran.
3. Aturan Tata Tulis TA Skripsi

  • Nama bab diketik dengan huruf kapital; dengan nomor urut bab menggunakan angka angka romawi besar; dan diketik ditengah.
  • Nama sub-bab diketik dari tepi kiri; dengan huruf awal setiap kata dengan huruf kapital; dan penomoran mengikuti abjad (A, B, C, D dst) yang ditulis dengan huruf kapital.
 

Kutipan dan Penulisan Daftar Pustaka



Karya tulis ilmiah mengharuskan penulisnya menyajikan serta mendiskusikan pendapat maupun ide-ide karya orang lain didalam karyanya. Tata cara kutip-mengutip dan penulisan daftar pustaka ini berbeda pada masing-masing disiplin keilmuwan. Dalam Ilmu Sosial khususnya Sosiologi, konvesi tata cara kutipan dan penulisan daftar pustaka mengikuti model Harvard atau mudahnya kutipan ‘nama dan tahun’.

Kutipan dan Penulisan Daftar Pustaka memiliki beberapa nilai penting dalam dunia akademik, meliputi:

  • Untuk menggambarkan pengetahuan si penulis tentang bidang kajiannya.
  • Untuk menggambarkan kedalaman dan keluasan pengetahuan di penulis tentang bidang kajiannya khususnya pendapat-pendapat pendukung maupun penentang.
  • Untuk memberikan bukti bahwa penulis melakukan kajian ilmiah yang serius.
  • Untuk memberikan pengakuan kepada ide-ide orisinil pengarangnya.
  • Agar pembaca atau penguji bisa menemukan karya-karya ilmiah yang dirujuk oleh penulis, baik dengan tujuan untuk melakukan verifikasi maupun mengembangkan minat kajian tentang bidang tersebut.
Dalam mengutip karya orang lain, terdapat 3 (tiga) utama yang harus dipahami dengan baik oleh setiap peneliti, yaitu:

• Kutipan Langsung

Dipahami sebagai menggunakan pendapat orang lain dengan kalimatnya secara utuh dan langsung. Pendapat yang dikutip biasanya sangat penting, memiliki nilai ilmiah tinggi, dan sangat sulit menjelaskan dengan kalimat yang berbeda yang punya kemungkinan memberikan arti yang lain/salah.

Parafrase

Dipahami sebagai menjelaskan pendapat orang lain dengan kalimat kita sendiri. Parafrase bukan sekedar mengganti kata-kata atau merubah struktur kalimat namun lebih dari itu. Parafrase yang baik menuntut pemahaman yang mendalam tentang sebuah pendapat/kalimat; dilanjutkan dengan menjelaskannya dalam kalimat yang berbeda berdasarkan pemahaman kita sendiri.

Menyimpulkan

Dipahami sebagai rada mirip dengan paraphrase, namun menyimpulkan memiliki nilai lebih. Menyimpulkan berarti memberikan gambaran yang singkat namun menyeluruh dari sebuah pendapat.
Sebelum dijelaskan lebih jauh tentang tata cara kutipan dan penulisan daftar pustaka model Harvard ini, perlu dipahami beberapa pengertian mendasar berikut:

Kutipan

Merupakan sebuah cara untuk mengakui karya orang lain dalam tulisan kita. Karya-karya orang lain ini biasanya digunakan untuk menjelaskan pendapat kita, memberikan penjelasan maupun contoh pendukung dan/atau menampilkan pendapat alternatif yang berbeda. Prinsip utamanya, ada kejelasan antara mana pendapat yang merupakan ide orisinil si penulis dan mana yang dipinjam dari orang lain.
 
Daftar Pustaka

Merupakan sebuah daftar yang lengkap yang berisi seluruh sumber pustaka, data atau informasi yang dirujuk atau digunakan dalam sebuah karya tulis, dan disusun berdasarkan susunan alphabet nama belakang si pengarang.


Format Kutipan



Kutipan ini sering disebut ‘kutipan dalam teks’ atau catatan perut, yang hanya memberikan penanda sederhana ‘nama pengarang dan tahun’ untuk menunjukkan informasi sumber pustaka yang dirujuk dalam sebuah karya tulis ilmiah.

Formatnya seperti ini:

(Nama Pengarang, Tahun) Contoh: (Hendrastomo, 2008)
Apabila kutipan meliputi kutipan langsung (kata/kalimat), perlu ditambahkan halamannya.
(Nama Pengarang, Tahun: Halaman) Contoh: (Hendrastomo, 2008:212)

Catatan penting:

  • Nama Pengarang adalah nama keluarganya atau nama belakangnya apabila pengarang tidak memiliki nama keluarga.
  • Tidak perlu ditulis initial atau nama depannya.
  • Halaman harus selalu ditampilkan apabila mengutip langsung secara penuh kata/kalimat.
  • Pola penulisan harus selalu konsisten/selingkung; khususnya tanda koma, titik dua.
  • Kutipan pendek meliputi beberapa kata hanya perlu diberikan tanda kutip tunggal, contoh:

Perkembangan teknologi informasi merubah pola interaksi dan kehidupan sosial manusia, seolah-olah hidup di ‘dunia yang datar’ (Freidman, 1998:5) atau ‘dunia yang dilipat’ (Pilliang, 2004:3).

  • Kutipan panjang yang berisi beberapa kalimat perlu ditulis dengan huruf lebih kecil, spasi tunggal dan margin kanan-kiri lebih masuk, contoh:

Nietzsche menolak sikap diam dalam menghadapi nihilisme. Sikap diam bukanlah netral. Dalam hal ini memang tidak ada sikap netral. Sikap diam berarti membiarkan diri didikte oleh keadaan nihilistik atau krisis teru menerus (Sunardi, 1996:31)
 
Mengutip kutipan kedua, atau merujuk pendapat seorang pengarang (A) bukan dari karyanya langsung namun dari pengarang lain (B) yang mengutipnya. Disini perlu dijelaskan bahwa anda membaca buku si pengarang (B) meski mengutip pendapat di pengarang (A). Contoh:

Michel Foucault (1961) memberikan gambaran yang sangat menarik tentang kebijakan mengurus kegilaan dalam masyarakat eropa abad pertengahan, dimana politik kegilaan sangat erat kaitannya dengan proyek modernitas barat hingga masa sekarang (dikutip dari Sunardi, 1996).

  • Perlu menjadi perhatian, bahwa mengutip dari sumber internet, cara penulisan catatan tubuh tetap sama dengan mengutip dari buku maupun jurnal, menggunakan nama penulis dan tahun diupload pertama kali (di setiap sumber internet yang valid, selalu tercantum nama penulis dan tahun diunggah di website. Biasanya berada setelah judul atau dibagian paling akhir artikel/tulisan/berita), sehingga diharapkan anda tidak lagi mencantumkan alamat website di catatan tubuh.


Format Penulisan Daftar Pustaka



1. Buku oleh satu atau lebih pengarang

Nama Belakang  Pengarang, Initial. (Tahun Terbit). Judul Buku: Termasuk subjudulnya. Kota tempat terbit: Penerbit.

Contoh:

Sunardi, St. (1996). Nietzsche. Yogyakarta: Pustaka Pelajar.

Hidayat, K. & Nafis, M.H. (2003). Agama Masa Depan: Perspektif Filsafat Perennial. Jakarta: Gramedia.

Eko, S. et. al. (2013). Mutiara Perubahan: Inovasi dan Emansipasi Desa dari Indonesia Timur. Yogyakarta: IRE Yogyakarta

2. Buku yang disunting/edit oleh satu atau lebih pengarang

Nama Belakang pengarang, Initial. (ed. atau eds.). (Tahun Terbit). Judul Buku: Subjudul. Kota tempat terbit: Penerbit.

Contoh:

Wrong, D. (ed.). (2003). Max Weber: Sebuah Khazanah. Yogyakarta: Ikon

Hadiz, V.R. & Dhakidae, D. (eds.). Ilmu Sosial dan Kekuasaan di Indonesia.
Jakarta, Singapore: Equinox.
 
3. Bab dari Suntingan Buku

Nama Belakang pengarang, Initial. (Tahun Terbit). Judul bab: sub- judulnya. Dalam: Nama Belakang Editor, Initial. (ed. atau eds.) Judul buku: sub-judul buku. Kota tempat Terbit: Penerbit, halaman.

Contoh:

Heryanto, A. (2006) Kiblat dan Beban Ideologis Ilmu Sosial Indonesia. Dalam Hadiz, V.R. & Dhakidae, D. (eds.). Ilmu Sosial dan Kekuasaan di Indonesia. Jakarta, Singapore: Equinox, 63-98.

4. Artikel dari Jurnal Ilmiah

Nama Belakang Pengarang, Initial. (Tahun Terbit). Judul Artikel: Sub- judul. Nama Jurnal Ilmiah. Volume (Edisi): Halaman.

Contoh:

Irfani, A.I. et. al. (2013). Toleransi antara Penganut Nahdatul Ulama, Muhammadiyah, dan Kristen Jawa di Batang. Jurnal Komunitas. 5(1): 1-13.

5. Laporan penelitian, Kebijakan pemerintah yang diterbitkan

Nama Belakang Pengarang, Initial. (Tahun Terbit). Judul Laporan: Sub- judul. Kota tempat Terbit: Penerbit.
Atau

Nama Lembaga/Organisasi. (Tahun Terbit). Judul Laporan: sub-judul. Kota tempat Tebit: Penerbit.

Contoh:

Marianti, R. (2009). Mencari Jalan Keluar dari Kemiskinan di Jawa Timur, Maluku Utara, dan Timor Barat. Jakarta: Lembaga Penelitian SMERU.

PP Muhammadiyah. (2010). Profil Muhammadiyah Satu Abad. Yogyakarta: Lembaga Penerbitan dan Informasi PP Muhammadiyah.

6. Skripsi, Tesis dan Disertasi yang tidak diterbitkan

Nama Belakang Pengarang, Initial. (Tahun Terbit). Judul Skripsi/Tesis/Disertasi: Sub-judul. Strata studi. Tidak diterbitkan. Universitas pemberi gelar.

Contoh:

Wardana, A. (2003) Menjadi Kader Muhammadiyah: Studi tentang Alumnus Madrasah Muallimin Muhammadiyah Yogyakarta. Skripsi S1. Tidak Diterbitkan. Universitas Gadjah Mada.
 
7. Artikel dari majalah atau Koran

Nama Belakang Pengarang, Initial. (Tahun Terbit). Judul Artikel. Nama Koran/Majalah. Tanggal/Bulan Terbit. Alamat laman Internet (apabila dari Internet).

Contoh:

Wardana, A. (2012). The Future of Islamic Intellectualism in Indonesia. The Jakarta Post. 11 Mei. Hal. 6.

8. Laman/Situs Internet

Nama Belakang Pengarang, Initial. (Tahun Penulisan atau pembaharuan terakhir). Judul Tulisan Laman. Tersedia di: (alamat URL). Diakses pada (tanggal bulan tahun).

Atau

Nama Laman Internet. (Tahun Penulisan atau Pembaharuan Terakhir). Tersedia di (alamat URL). Diakses pada (tanggal bulan tahun).

Contoh:

Aidit, D.N. (1964). Politik Luar Negeri dan Revolusi Indonesia. Tersedia di: http://www.marxists.org/indonesia/indones/1964- AiditPolitikLuarNegeri.htm. Diakses pada 2 Oktober 2013.


F. Daftar Istilah

Dalam penulisan tugas akhir skripsi pendidikan sosiologi, sering kali dijumpai kata-kata asing dalam bahasa daerah, bahasa slang, bahasa asing, maupun istilah-istilah lain yang asing dan memerlukan penjelasan lebih lanjut. Oleh sebab itu diperlukan penjelasan yang memudahkan pembaca untuk mengetahui istilah-istilah asing tersebut dengan menggunakan daftar istilah. Daftar istilah merupakan kumpulan definisi atau pengertian dari suatu kata yang sering dan banyak digunakan dalam penulisan skripsi sesuai dengan bidang ilmu yang disusun sesuai urutan abjad.

Penulisan daftar istilah ini merupakan pilihan (tidak wajib ada), dapat digunakan apabila banyak istilah-istilah asing yang tidak memungkinkan untuk di jelaskan di bagian isi tugas akhir skripsi.

Berikut contoh penulisan daftar istilah:

Combing Berasal dari kata comb yang berarti sisir. Combing dapat diartikan sebagai teknik menyisir rambut

Degrease Proses menghilangkan pomade dari rambut baik dengan shampo maupun dengan cairan khusus untuk menghilangkan pomade dari rambut
 
Greaser Berasal dari kata grease, menurut etimologi, grease berarti lemak atau minyak pelumas. Dalam dunia pomade, greaser dapat diartikan sebagai pengguna pomade.

Oil Based Pomade yang berbahan dasar dari minyak. Biasanya minyak yang digunakan dalam pomade adalah minyak jarak, minyak zaitun, minyak kemiri, dan minyak kelapa

Water Based Pomade yang berbahan dasar air. Air yang digunakan dalam pomade water based ini adalah air destilasi. Pomade water based ini lebih mudah dihilangkan dibandingkan pomade oil based.



Baiklah sangat lengkap bukan ? semoga langkah menyusun skripsi ini dapat bermanfaat untuk kamu yang sedang mengerjakan skripsi.

Posting Komentar untuk "[Panduan Lengkap] Langkah Menyusun Skripsi Dari Awal Sampai Akhir"