Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

3 Contoh Proposal Skripsi Manajemen Terbaru

Contoh Proposal Skripsi Manajemen Terbaru




Isi Artikel :



Struktur Proposal Skripsi


Struktur ini biasanya di pakai di beberapa Universitas, untuk mahasiswa yang sedang menyusun proposal skripsi, proposal skripsi merupakan salah satu tahap dalam menyusun skripsi, jika masih bingung menyusun skripsi, kami berikan panduan legkap meyusun skripsi, harap melihat kembali panduan dari universitas kalian agar lebih benar dan tepat dalam penulisan: 



  • COVER
  • LEMBAR JUDUL
  • LEMBAR PENGESAHAN
  • KATA PENGANTAR
  • DAFTAR ISI
  • DAFTAR TABEL
  • DAFTAR GAMBAR
  • DAFTAR LAMPIRAN
  • BAB I. PENDAHULUAN
          1.1 Latar Belakang Masalah
          1.2 Rumusan Masalah
          1.3 Batasan Masalah
          1.4 Tujuan Penelitian
          1.5 Manfaat Penelitian
  • BAB II. TINJAUAN PUSTAKA
          2.1 Landasan Teori
          2.1.1 Landasan Teori
          2.2 Kerangka Pikir
  • BAB III. METODE PENELITIAN
          3.1 Lokasi dan Waktu Penelitian
          3.2 Teknik Pengumpulan Data
          3.3 Teknik Analisis Data
          3.4 Analisis Sistem
  • DAFTAR PUSTAKA
  • LAMPIRAN

Contoh Proposal Skripsi Manajemen (1)


JUDUL PROPOSAL SKRIPSI

  • ANALISIS FAKTOR YANG MEMPENGARUHI KONSUMEN DALAM MEMBELI PRODUK PERDANA TRI


A. Latar Belakang


Dengan perkembangan teknologi dan informasi serta pertumbuhan dan penyebaran penduduk yang sangat pesat sekarang ini, sangatlah memberikan dampak pada segala aspek kehidupan manusia. Salah satunya adalah untuk berkomunikasi dengan lancar dalam menyampaikan informasi. Komunikasi adalah merupakan dasar interaksi antar manusia dan dapat terjadi pada siapa saja baik antara dosen dengan mahasiswa, orang tua, dengan anak, pimpinan dengan bawahan, pacar, teman dan lain sebagainya. Dengan hubunganya sebagai makhluk sosial, terkandung suatu maksud bahwa manusia bagaimana pun juga tidak terlepas dari individu yang lain. Secara kodrat manusia akan selalu hidup bersama-sama dalam berbagai bentuk komunikasi dan situasi yang mempengaruhinya.
Dengan adanya tuntutan seperti itu membuat para perusahaan- perusahaan yang bergerak dibidang telekomunikasi lomba lomba mengeluarkan SIM (subicider identity modul) yang berbasis teknologi GSM. Berikut ini jenis jenis operator GSM yang ada Indonesia yakni Tri, Indosat, Exelcomindo Pratama (XL), telkomsel, Axis dan lain sebagainya. Dengan banyaknya kartu GSM yang di pasaran berarti memberikan keleluasan bagi konsumen. Sehinggga banyak dari konsumen yang sering berganti operator ataupun memiliki beberapa layanan dari beberapa operator tersebut, dengan tujuan agar mendapatkan kemudahan dalam berkomunikasi, mendapatkan tarif yang murah dan layanan yang ditawarkan karena setiap operator tentunya memiliki kelebihan dan kekurangan masing-masing. Oleh kerena itu setiap perusahaan harus selalu berorientasi pada keinginan konsumen agar dapat mempertahankan hidup perusahaan dengan cara menetapkan strategi yang baik dan kompetitif khususnya marketing mix (4P) produk, harga, distribusi dan promosi, sehingga apa yang mereka tawarkan bisa diterima dan dibeli konsumen.

Kartu perdana TRI mulai beroperasi secara komersial pada tanggal 30 Maret 2007. Telah memiliki 4000 lebih BTS dengan perolehan jumlah pelanggan sampai dengan tulisan ini dibuat sebanyak lebih dari 5 juta pelanggan. TRI untuk kepemilikan sahamnya dimiliki oleh 2 perusahaan besar yakni Hutchison dari Hongkong sebesar 60% dan Charoen Pokphand dari Thailand sebesar 40%. Sebagai kartu seluler GSM yang memberi kualitas terbaik dengan harga yang sangat terjangkau dibandingkan produk produk lainnya serta dilengkapi dengan layanan andal yang didasarkan pada pemenuhan keinginan konsumen.
Berdasarkan uraian diatas penulis tertarik melakukan penelitian untuk mengetahui faktor faktor yang mempengaruhi konsumen membeli dan menggunakan suatu produk khususnya pengaruh faktor bauran pemasaran yang ditawarkan oleh distributor kartu perdana TRI. Dari latar belakang yang dikemukakan maka penelitian ini mencoba untuk meneliti hal tersebut yaitu dengan mengambil topik yang berkaitan dengan ”ANALISIS FAKTOR YANG MEMPENGARUHI KONSUMEN DALAM MEMBELI PRODUK PERDANA TRI”

B. Perumusan Masalah

Memperhatikan dari uraian latar belakang diatas, maka yang menjadi permasalahandalam penelitian ini adalah sebagai berikut:

1. Dari faktor produk, harga, distribusi, dan promosi manakah yang paling berpengaruhsignifikan terhadap pengambilan keputusan membeli bagi pengguna kartu Perdana TRI dikalangan Mahasiswa Universitas Muhammadiyah Surakarta ?
2. Dari faktor-faktor tersebut, faktor apakah yang paling berpengaruh dominan dalam pengambilan keputusan membeli bagi pengguna kartu Perdana TRI dikalangan Mahasiswa Universitas Muhammadiyah Surakarta?

C. Tujuan Penelitian

Berdasarkan latar belakang dan perumusan masalah maka tujuan yang ingin dicapaidari penelitian ini adalah:
 

1. Untuk mengetahui dan menganalisis pengaruh faktor produk, harga, distribusi, danpromosi dalam keputusan membeli bagi pengguna kartu Perdana TRI dikalangan Mahasiswa Universitas Muhammadiyah Surakarta
2. Untuk mengetahui dan menganalisis faktor mana yang berpengaruh dominan dalam keputusan membeli bagi pengguna kartu Perdana TRI dikalangan Mahasiswa Muhammadiyah Surakarta

D. Kerangka Pemikiran

Keterangan:

a) Produk adalah sesuatu yang ditawarkan oleh Kartu perdana TRI untuk mempengaruhi konsumen agar membeli produk kartu kartu perdana TRI.
b) Harga adalah sejumlah uang dibayarkan oleh konsumen untuk mendapatkan apa yang ditawarkan oleh kartu perdana TRI.
c) Distribusi adalah sesuatu yang ditawarkan agar konsumen mudah dalam memperoleh atau membeli kartu perdana TRI.
d) Promosi adalah suatu usaha yang dilakukan oleh pihak perusahaan agar konsumen mengenal, dan tertarik untuk membeli kartu perdana TRI.
e) Keputusan membeliyaitu suatu pilihan konsumen untuk melakukan pembelian Kartu Perdana TRI sebagai salah satu produk kartu Perdana yang ada di Surakarta.


E. Hipotesis
 

1. Diduga produk, harga, distribusi, danpromosi mempunyai pengaruh terhadap keputusan membeli bagi pengguna kartu Perdana TRI dikalangan Mahasiswa Universitas Muhammadiyah Surakarta
2. Diduga promosi mempunyai pengaruh paling dominan dalam keputusan membeli bagi pengguna kartu Perdana TRI dikalangan Mahasiswa Muhammadiyah Surakarta

F. Populasi dan sempel

Populasi adalah wilayah generalisasi yang terdiri atas obyek dan subyek yangmempunyai kualitas dan karakteristik tertentu yang ditetapkan oleh peneliti untuk dipelajari dan kemudian ditarik kesimpulannya (Sugiyono,2003:90).

Sampel adalah sebagian jumlah dan karakteristik yang dimiliki oleh populasi tersebut bila populasi besar, dan peneliti tidak mungkin mempelajari semua yang ada pada populasi, misalnya karena keterbatasan dana, tenaga, dan waktu, maka peneliti dapat menggunakan sampel yang diambil dari populasi itu (Sugiyono, 2003:91).

G. Uji Hipotesis

1. Analisa Regresi Berganda

Analisa ini digunakan untuk mengetahui besarnya pengaruh variabel-variabel dalam produk, harga, distribusi dan promosi terhadap keputusan konsumen. Dengan menggunakan bantuan komputer program SPSS 17.00 koefisien regresi yang diperoleh dari hasil pengolahan data (lihat lampiran) adalah :
Y = 0,533 + 0,145 X1 + 0,152 X2 + 0,316 X3 + 0,360 X4
Dari persamaan di atas maka diinterprestasikan sebagai berikut :
Koefisien regresi variabel produk (X1) sebesar 0,533 yang artinya variabel produk (X1) tersebut mempunyai pengaruh positip terhadap keputusan konsumen.
 

Koefisien regresi variabel harga (X2) sebesar 0,145 yang artinya variabel harga (X1) tersebut mempunyai pengaruh positip terhadap keputusan konsumen.
Koefisien regresi variabel distribusi (X3) sebesar 0,316 yang artinya variabel distribusi (X1) tersebut mempunyai pengaruh positip terhadap keputusan konsumen.
Koefisien regresi variabel promosi (X1) sebesar 0,360 yang artinya variabel promosi (X1) tersebut mempunyai pengaruh positip terhadap keputusan konsumen.

2. Uji t

Uji t digunakan untuk mengetahui besarnya pengaruh dari
masing-masing variabel independen secara parsial terhadap variabel dependen.
Adapun perhitungannya adalah sebagai berikut :

1) Uji pengaruh variabel produk (X1) terhadap keputusan konsumen (Y) adalah sebagai berikut : Ho ditolak t hitung lebih besar dari t tabel (2,332 > 2,000) maka hal ini menunjukkan bahwa produk mempunyai pengaruh yang signifikan terhadap keputusan
konsumen atau karena t.sig (0,022) lebih kecil dari 0,05 ( maka secara signifikan produk berpengaruh positif terhadap keputusan konsumen).
2) Uji pengaruh variabel harga (X2) terhadap keputusan konsumen (Y) adalah sebagai berikut : Ho ditolak t hitung lebih besar dari t tabel (2,358 > 2,000) maka hal ini menunjukkan bahwa harga mempunyai pengaruh yang signifikan terhadap keputusan konsumen atau karena t.sig (0,020) lebih kecil dari 0,05 (maka secara signifikan harga berpengaruh positif terhadap keputusan konsumen).
3) Uji pengaruh variabel distribusi (X3) terhadap keputusan konsumen (Y) adalah sebagai berikut : Ho ditolak t hitung lebih besar dari t tabel (2,326 > 2,000) maka hal ini menunjukkan bahwa distribusi mempunyai pengaruh yang signifikan terhadap keputusan konsumen atau karena t.sig (0,022) lebih kecil dari 0,05 (maka secara signifikan distribusi berpengaruh positif terhadap keputusan konsumen).
4) Uji pengaruh variabel produk (X1) terhadap keputusan konsumen (Y) adalah sebagai berikut : Ho ditolak t hitung lebih besar dari t tabel (4,178 > 2,000) maka hal ini menunjukkan bahwa promosi mempunyai pengaruh yang signifikan terhadap keputusan konsumen atau karena t.sig (0,000) lebih kecil dari  0,05 (maka secara signifikan promosi berpengaruh positif terhadap keputusan konsumen).

3. Uji F

Uji F digunakan untuk mengetahui besarnya pengaruh dari variabel produk, harga, distribusi dan promosi secara bersama-sama terhadap keputusan konsumen (Y). Adapun hasil uji F diketahui Fhitung > Ftabel (34,374 > 2,76), maka Ho ditolak, Berarti secara bersama-sama variabel produk, harga, distribusi dan promosi berpengaruh significant terhadap keputusan konsumen (Y). Sehingga model yang digunakan adalah fit.

4. Koefisien Determinasi

Berdasarkan hasil analisis data yang menggunakan bantuan komputer program SPSS for windows maka dapat diperoleh R square (R2) sebesar 0,574, berarti variasi perubahan variabel keputusan konsumen dapat dijelaskan oleh variabel produk, harga, distribusi dan promosi sebesar 57,4%. Sedangkan sisanya sebesar 42,6% dijelaskan oleh variabel lain diluar model yaitu People (orang), Process (proses) dan Physical Evidence (bukti fisik).
 


5. Uji Asumsi Klasik

a. Uji Normalitas

Pengujian normalitas dalam penelitian ini menggunakan Uji Kolmogrov – Smirnov. Dari hasil pengujian Kolmogorov Smirnov menunjukkan bahwa nilai signifikansi untuk model regresi lebih besar dari 0,05. Hal ini menunjukkan bahwa persamaan regresi untuk model dalam penelitian ini memiliki sebaran data yang normal.

b. Uji Heterokedastisitas.

Berdasarkan hasil yang ditunjukan bahwa semua variabel bebas menunjukkan nilai p lebih besar dari 0,05, sehingga dapat di simpulkan bahwa semua variabel bebas tersebut bebas dari masalah heteroskedastisitas.

c. Uji Multikolinearitas.

Berdasarkan hasil menunjukkan bahwa masing-masing nilai VIF berada sekitar 1 sampai 10, demikian juga hasil nilai tolerance mendekati 1 atau diatas 0,1. Dengan demikian dapat dinyatakan juga model regresi ini tidak terdapat masalah multikolinearitas.

d. Uji Autokorelasi

Berdasarkan pengujian yang dilakukan, maka dapat tampilkan dalam tabel berikut: Jika angka DW dibawah -2 berarti ada autokorelasi positif, Angka DW diantara -2 sampai +2 berarti tidak ada autokorelasi dan angka DW diatas +2 berarti ada autokorelasi negatif. Dari tabel IV.16 tersebut diketahui bahwa hasil uji autokorelasi pada bagian model summary diperoleh angka Durbin- Watson sebesar 1,644 yang terletak di antara –2 sampai +2, sehingga dapat dikatakan data tidak terdapat autokorelasi.


DAFTAR PUSTAKA

Arikunto, Suharsimi. 2002. Prosedur Penelitian Suatu Pendekatan Praktik.
Jakarta. Rineka Cipta
Djarwanto PS dan Pangestu Subagyo, 2004, Statistik Induktif, Yogyakarta: BPFE. Gujarati, D. N. 2001. Ekonometrika Dasar, Cetakan Keenam, Jakarta, Penerbit
Erlangga.

Husaini, Usman. 2003. Metodologi Penelitian Sosial. Jakarta. Bumi Aksara. Kotler & Armstrong. 2001. Prinsip-prinsip Pemasaran Jilid II. Jakarta: Erlangga. Kotler, P. 2002. Manajemen Pemasaran, Edisi Milenium, Jakarta, PT. Prehalindo. Lamb, H. dan McDaniel, 2001. Pemasaran, Jakarta, PT. Salemba Emban Patria.
Fajar Raharjo dan Bambang Musito. 2008. Analisis beberapa faktor yang mempengaruhi keputusan konsumen membeli rokok sejati di 5 Kecamatan Kabupaten Sukoharjo.

Novel Haliana, 2001. Analisis faktor-faktor yang mempengaruhi perilaku konsumen dalam pembelian air minum mineral di Kotamadya Surabaya.

Peter J. Paul dan jerry C. Olson .2000. Costumer Behaviour. Perilaku Konsumen dan Strategi Pemasaran, Jilid 1. Edisi Keempat, Penerbit Erlangga.

Ritawati Tedjakusuma, Sri Hartini dan Muryani. (2001). Analisis Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Perilaku Konsumen Dalam Pembelian Air Minum Mineral di Kotamadya Surabaya.

Simamora, H. 2001. Manajemen Pemasaran Internasional, Jilid 2, Jakarta, Penerbit Salemba Empat.

Sugiyono, 2003, Statistika Untuk Penelitian, CV Alfabeta, Bandung.

Tjiptono, Fandy. 2000. Strategi Pemasaran. Edisi 1. Penerbit Andi. Yogyakarta


Contoh Proposal Skripsi Manajemen (2)


JUDUL PROPOSAL SKRIPSI

  • PENGARUH GAYA HIDUP KONSUMEN DAN KEMAJUAN TEKNOLOGI TERHADAP HASIL PENJUALAN BLACKBERRY DI MATAHARI SINGOSAREN SURAKARTA


PENDAHULUAN

A. Latar Belakang Masalah

Pada awalnya, para pengguna telpon genggam yang berfasilitas internet hanyalah di gunakan untuk membuka jejaring sosial sepereti FB, friendster dan lain-lain, selain itu yang banyak di gunakan adalah google untuk mencari sesuatu yang mereka butuhkan. Namun, seiring dengan perkembangan gaya hidup manusia yang dituntut untuk serba cepat mudah dan praktis fungsi internet pada telpon genggam tidak hanya digunakan untuk browsing namun digunakan untuk chating sebagai pengganti dari sms yang mana chating melalui jaringan internet lebih irit pulsa, dan lebih cepat dibandingkan SMS.
Perkembangan teknologi di pasar telpon genggam semakin meningkat, mulai dari penyempurnaan fitur multimedia hingga penambahan koneksi internet yang berbasis HSDPA untuk GSM, dan EVDO untuk CDMA. Hal ini sangatlah menarik bagi para konsumen yang memanfaatkan internet di telpon genggam dengan memanfaatkan multimedia sebagai alat pengambil objek dan internet sebagai wadah untuk membagikannya.

Pada pertengahan 2004, pasar telpon genggam dengan fasilitas internet terbaik dipegang oleh merek Blackberry. Blackberry memang dibuat untuk bagi para pecinta dunia internet karena Blackberry mempunyai pusat jaringan sendiri dan memiliki perpesanan instatan yang dinamakan Blackberry Messanger yang dapat digunakan oleh sesama pengguna Blackberry. Dengan menggunakan blackberry messanger konsumen dapat dengan mudah dan cepat membagikan foto, video, suara, dan berbagai macam berkas ke kontak atau teman. Selain blackberry messanger, jejaring sosial seperti facebook, twitter, dan yahoo messanger juga menjadi andalan di Blackberry. Jejaring-jejaring sosial tersebut yang awalnya berfungsi untuk berkomunikasi namun skarang sudah bertambah fungsi yaitu digunakan untuk berdagang secara online yang skarang dikenal dengan online shop. Beberapa pengguna blackberry ada yang menggunakannya untuk hanya sekedar bergaya namun ada pula yang menggunakannya untuk memudahkan mreka dalam berkomunikasi secara mudah dan cepat serta menggunakannya sebagai sarana bisnis, tergantung dari gaya hidup mereka dan kebutuhan mereka.

Gaya hidup konsumen yang gemar dengan internet dan kemajuan teknologi khususnya pada telpon genggam mempengaruhi meningkatnya penjualan Blackberry terutama di Matahari Singosaren Surakarta yang merupakan pusat dari jual beli telpon genggam.

Telpon genggam Blackberry nampaknya skarang memang sudah menjadi tuntutan bagi para pecinta dunia internet, pecinta telpon genggam terbaru dan pengikut perkembangan teknologi telpon genggam. Melihat keadaan ini, penulis tertarik untuk meneliti tentang gaya hidup konsumen yang menjadi dasar pengembangan teknologi pada telpon genggam terhadap hasil penjualan Blackberry yang ada di matahari singosaren Surakarta sehingga dapat diketahui apa saja alasan-alsan konsumen memilih telpon genggam bermerek Blackberry.

B. Tujuan Penelitian

1. Mengetahui pengaruh gaya hidup konsumen terhadap hasil penjualan Blackberry.
2. Mengetahui pengaruh kemajuan teknologi terhadap hasil penjualan Blackberry.

TINJAUAN PUSTAKA

A. Landasan Teori

1. Gaya Hidup

Menurut John C. Mowen dan Michael Minor (2001) “Gaya Hidup atau Lifestyle didefinisikan secara sederhana sebagai bagaimana seseorang hidup”. Gaya hidup dipergunakan untuk mnguraikan tiga tingkat agregasi orang yang berbeda : individu, sekelompok kecil orang yang berinteraksi, dan kelompok orang yang lebih besar misalnya segmen pasar”. Dengan kata lain Gaya Hidup adalah karakteristik pola berpikir, perasaan, dan memandang konsumen.
Menurut James F. Engel, Roger D. Blackwell, dan Paul W. Miniard (1994) “Gaya Hidup didefinisikan sebagai pola di mana orang hidup dan menghabiskan waktu serta uang”. “Gaya Hidup adalah fungsi motivasi konsumen dan pembelajaran sebelumnya, kelas social, demografi, dan variabel lain”. “Gaya Hidup adalah konsepsi ringkasan yang mencerminkan nilai konsumen”.
Pola kehidupan seseorang yang diwujudkan dalam aktivitas (pekerjaan, hobi, berbelanja, olahraga, kegiatan sosial), minat (makanan, mode, keluarga, rekreasi) dan opini yang lebih dari sekedar kelas social dan kepribadian seseorang, gaya hidup menampilkan pola rekreasi dan berinteraksi sesorang secara keseluruhan di dunia.

Bagaimana gaya hidup diukur oleh para pemasar? Dengan analisis psikografis yaitu investigasi kuantitatif atas gaya hidup konsumen, kepribadian, dan karakteristik demografi.
Pendekatan gaya hidup cendurung mengklasifikasikan konsumen berdasarkan variabel-variabel activity, interest, opinion. Menurut setiadi sikap tertentu yang dimiliki konsumen terhadap suatu objek tertentu bisa mencerminkan gaya hidupnya. Gaya hidup seseorang bisa juga dilihat dari apa yang disenangi ataupun pendapatnya terhadap objek tertentu.

Gaya hidup hanyalah salah satu cara mengelompokkan konsumen secara psikografis. Gaya hidup pada prinsipnya adalah bagaimana seseorang menghabiskan waktu dan uangnya. Ada yang berkumpul dengan teman- temannya, ada yang berlibur bersama keluarga, ada yang menyendiri, ada yang membelikan sesuatu.

Gaya hidup modern di jaman sekarang ini yang serba modern dan praktis menurut masyarakat untuk tidak ketinggalan dalam segala hal termasuk dalam bidang teknologi. Banyak orang yang berlomba-lomba ingin menjadi yang terbaik dalam hal pemahaman teknologi. Gaya hidup digital adalah istilah yang sering kali digunakan untuk mengambarkan gaya hidup modern yang sarat dengan teknologi informasi dan komunikasi.

Teknologi informasi dan komunikasi sangat berperan untuk mengefisienkan segala sesuatu yang kita lakukan, baik di masa kini maupun masa depan, dengan satu tujuan yaitu mencapai efisiensi dan produktifitas maksimum. Tentu tidak dapat dibantah lagi, bahawa teknologi informasi dan komunikasi memang berperan besar dalam mengimbangi gaya hidup manusia yang modern.

2. Teknologi

Teknologi adalah satu ciri yang mendefiniskan hakikat manusia yaitu bagian dari sejarahnya meliputi keseluruhan sejarah. Teknologi, menurut Djoyohadikusumo (1994) berkaitan erat dengan sains dan perekayasaa. Dengan kata lain teknologi mengandung dua dimensi yaitu sains dan perekayasaan yang saling berkaitan, sains mengacu pada pemahaman kita tentang dunia nyata sekitar kita, artinya mengenai cirri-ciri dasar pada dimensi ruang, tentang materi dan energy dalam interaksinya satu terhadap lainnya.

Makna teknologi, menurut Capra (2004) seperti makna “sains”, telah mengalami perubahan sepanjang sejarah. Teknologi, berasal dari literature yunani, yaitu technologia yang berasal dari kata techne, bermakna wacana seni. Ketika istilah itu digunakan pertama kali dalam bahasa inggris di abad ketujuh bela, maknanya adalahpembahasan sistematis atas “seni terapan” atau pertukangan, dan berangsur-angsur artinya merujuk pada pertukangan itu sendiri. Pada abad ke -20, maknanya diperluas untuk mencakup tidak hanya pada alat-alat dan mesin-mesin, tetapi juga metode dan teknik non-material. Yang bearti suatu aplikasi sistematis pada teknik maupun metode.

Dari perspektif sejarah, seperti digambarkan oleh Toynbee (2004) teknologi merupakan salah satu cirri kusus kemuliaan manusia bahwa dirinya tidak hidup dengan makanan semata. Teknologi merupakan cahaya yang menerangi sebagian isi non material kehidupan manusia. Teknologi, lanjut Toynbee (2004) merupakan syarat yang memungkinkan konstituen-konstituen non material kehidupan manusia, yaitu prasaan dan pikiran, institusi ide dan idealnya. Teknologi adalah sebuah manifestasi langsung dari kecerdasan manusia.

Teknologi paling luas, dapat didefiniskan sebagai entitas, benda maupun takbenda, yang diciptakan secara terpadu melalui perbuatan dan pemikiran untuk mencapai suatu nilai. Dalam penggunaan ini, teknologi merujuk pada alat dan mesin yang dapat digunakan untuk menyelesaikan masalah-masalah di dunia nyata. Ia adalah istilah yang mencakupi banyak hal, dapat juga meliputi alat-alat sederhana, seperti linggis atau sendok kayu, atau mesin-mesin yang rumit, seperti stasiun luar angkasa atau pemercepat partikel. Alat dan mesin tidak mesti berwujud benda; teknologi virtual, seperti perangkat lunak dan metode bisnis, juga termasuk ke dalam definisi teknologi ini.

Kata “teknologi” juga dapat digunakan untuk merujuk sekumpulan teknik-teknik. Dalam konteks ini, ia adalah keadaan pengetahuan manusia saat ini tentang bagaimana cara untuk memadukan sumber-sumber, guna menghasilkan produk-produk yang dikehendaki, menyelesaikan masalah, memenuhi kebutuhan atau memuaskan keinginan; ia meliputi metode teknis, ketrampilan, proses, teknik,perangkat dan bahan mentah.

Teknologi dapat dipandang sebagai kegiatan yang memebentuk atau mengubah kebudayaan. Selain itu, teknologi adalah terapan matematika, sains, dan berbagai seni untuk faedah kehidupan yang dikenal saat ini. Sebuah contoh modern adalah bangkitnya teknologi komunikasi, yang memperkecil hambatan interaksi sesama manusia, dan sebagai hasilnya telah membantu melahirkan sub-sub kebudayaan baru; bangkitnya budaya dunia maya yang berbasis pada perkembangan internet handphone.

Bentuk-bentuk Teknologi

1. Teknologi komunikasi

Teknologi komunikasi yaitu peralatan prangkat keras dalam sebuah struktur organisasi yang mengandung nilai-nilai sosial, yang menukar informasi dengan individu-individu lainnya.
Yang mendasari sesuatu hal dapat digolongkan kedalam teknologi komunikasi adalah:

a) Teknologi komunikasi dapat di implementasikan dalam suatu alat
b) Teknologi komunikasi dilahirkan oleh sebuah struktur sosial, ekonomi dan politik
c) Teknologi komunikasi membawa nilai dari struktur ekonomi, sosial dan politik tertentu.
d) Teknologi komunikasi meningkatkan kemampuan indra manusia terutama kemampuan mendengar dan melihat.

2. Teknologi informasi

Teknologi informasi adalah studi atau peralatan elektronika, terutama computer untuk menyimpan menganalisi, dan mendistribusikan informasi apa saja (kamus oxford1995).
Teknologi informasi adalah suatu hasil data yang diperoleh dari analisis atau penelitian yang dilakukan oleh seorang peniliti (kamus oxford 1995).

Perbedaan antara teknologi informasi dengan teknologi komunikasi adalah teknologi informasi lebih ditekankan pada hasil data yang diperoleh sedangkan teknologi komunikasi ditekankan pada bagaimana cara suatu informasi dapat disalurkan atau dibagikan.

B. Hipotesis

1. Diduga variabel gaya hidup konsumen berpengaruh terhadap hasil penjualan Blackberry di matahari singosaren Surakarta.
2. Diduga kemajuan teknologi mempengaruhi hasil penjualan Blackberry di matahari singosaren Surakarta.

METODE PENELITIAN

Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan pendekatan survey, yaitu penelitian dengan menganalisa angka-angka yang diperoleh dari hasil survey dalam bentuk penyebaran kuesioner kepada sampel penelitian.

Dalam penelitian ini yang dimaksud populasi adalah para konsumen pembeli dan pengguna Blackberry di Singosaren. Karena dalam penelitian ini terdapat dua variabel independen dan satu variabel dependen yang akan diukur dan keterbatasan peneliti, maka dalam penelitian ini sampelnya adalah 50 konsumen pembeli dan pengguna dari beberapa counter di Singosaren Surakarta.

Pengambilan sampel dilakukan dengan cara convinience sampling, yaitu metode pengambilan sampel secara bebas tanpa menentukan status, atau keadaan dari responden sehingga menjadikan penelitin nyaman dalam pengambilan sampel (Sekaran, 2001). sampel diambil berdasarkan ketersediaan elemen dan kemudahan untuk mendapatkannya. Setelah jumlahnya diperkirakan mencakup yakni 50 konsumen, pengumpulan data dihentikan. 50 konsumen sudah cukup valid karena saat pengisian angket kuisioner akan saya bimbing dan awasi sehingga konsumen dalam mengisi akan lebih mudah dan lebih tepat.

Data Primer yaitu data yang diperoleh secara langsung dari obyek penelitian (Sugiyono, 2006). Data primer dalam penelitian ini diperoleh melalui kuesioner peneliti yang diberikan kepada konsumen di counter handphone di Singosaren Surakarta.

Metode analisis data menggunakan: (1) uji instrumen penelitian, yaitu uji validitas dan reliabilitas, (2) Uji asumsi klasik, yaitu uji normalitas, multikolinearitas, heteroskedastisitas, autokorelasi, (3) Uji hipotesis, yaitu uji regresi linear berganda, uji t, uji F dan uji koefisien determinasi.


DAFTAR PUSTAKA


Agus, Ahyari. 1990. Pengendalian Produksi II. Yogayakarta: BPFE UGM. Arikunto, Suharsimi (ed). 2006. Prosedur Penelitian Suatu Pendekatan Praktek.
Edisi Revisi. Jakarta: Rineka Cipta.

Capra F., 2004, Titik Balik Peradaban-Sains,Masyarakat, dan Kebangkitan Kebudayaan, Terjemahan dari buku The Turning Point oleh Thoyibi M., Yogyakarta: Penerbit Bentang Pustaka.

Djarwanto, P.S., Pangestu, S. 2005. Statistika Induktif Edition: Ed. 5, BPFE FE Yogyakarta.

Djoyohadikusumo, Sumitro, 1994, Dasar Teori Ekonomi Pertumbuhan dan Ekonomi Pembangunan, Jakarta : LPES.

Fanfy Tjiptono. 2003. Total quality management. Yogayakrta: Andi

Ghozali, Imam. 2005. Aplikasi Analisis Multivariate Dengan Program SPSS. Semarang: Badan Penerbit Universitas Diponegoro.

Gujarati, Damodar. 2003. Ekonometrika Dasar terj. Sumarno Zein. Jakarta: Erlangga.

Hornby, AS. 1984. Oxford Advantaged Learner’s Dictionary of current English.
America : Oxford University Press.

James F. Engel, Roger D. Blackwell, dan Paul W. Miniard. 1994. Perilaku Konsumen terj. Jakarta: Binarupa Aksara.

John C. Mowen, dan Michael Minor.2001. Perilaku Konsumen terj. Jakarta: Erlangga.

Kotler, Philip dan Amstrong, Gary. 2004. Prinsip-prinsip Pemasaran. (Alih Bahasa Imam Nurmawan). Edisi 3. Jakarta: Erlangga.

Kotler, Philip. 2001. Manajemen Pemasaran, Analisis, Perencanaan, Implementasi, dan Pengendalian. (Alih Bahasa Ancella Anitawati Hermawan) Jilid 1. Jakarta: Salemba Empat.

Kotler, Philip. 2002. Manajemen Pemasaran terj. Jakarta: Prehanllindo.

Lamb, Hair dan Daniel Mc. 2001. Pemasaran terj. Edisi Bahasa Indonesia, jilid 1.
Jakarta: Salemba Empat.
 
Malhotra. 2005. Riset Pemasaran. Jilid I. Edisi 4. Jakarta: Indeks Kelompok Gramedia.

Mahmudi, Imam. 2002. Pengaruh Gaya Hidup Terhadap Keputusan Pembelian Ponsel Nokia di Jember.

Mahendro. 2011. Analisis Pengaruh Gaya Hidup Terhadap Keputusan Pembelian Handphone Blackberry di Kalangan Mahasiswa Atma Jaya.

Singarimbun, Masri dan Effendi, Sofyan. 2001. Metode Penelitiam Survei.
Jakarta: LP3ES.

Stanton, William J. 1996. Prinsip Pemasaran terj. Jakarta: Erlangga. Sugiyono. 2004. Metode Penelitian Administrasi. Bandung: Alfabeta.. 2009. Metode Penelitian Kuantitatif. Bandung: Alfabeta.

Sukanto, Reksohadiprojo M. 1995. Manajemen Produksi dan Operasi. Yogayakarta: BPFE UGM.

Swastha, Basu. 1984. Azas-azas Marketing. Edisi 3. Yogyakarta: Liberty.

Zulian, Yamit. 2001. Manajemen Kualitas Produk dan Jasa. Yogyakarta: Ekonisia. 2002. Manajemen Produksi. Yogayakarta: Ekonisia.


Contoh Proposal Skripsi Manajemen (3)


JUDUL PROPOSAL SKRIPSI

  • PENGARUH KUALITAS PELAYANAN JASA TERHADAP KEPUASAN PELANGGAN PADA CABANG PT TIKI Palembang Jalan Letkol Iskandar No 241 B Palembang

I. PENDAHULUAN

LatarBelakang

Kebutuhan masyarakat di Indonesia pada saat ini sudah semakin bertambah dan mengikuti perkembangan zaman, persaingan dalam bidang usaha pun kian gencar dan tingkat konsumen semakin meningkat tiap tahunnya. Perusahaan yang mampu bersaing dalam pasar adalah perusahaan yang dapat menyediakan produk atau jasa bekualitas. Hal ini dimaksudkan agar seluruh barang atau jasa yang tawarkan akan mendapat tempat yang baik di mata masyarakat selaku konsumen dalam memilih barang dan jasa yang nantinya mempengaruhi jenis, cita rasa barang dan jasa yang dibelinya. Dalam membeli suatu produk atau jasa, para konsumen tidak ingin memilih suatu produk atau jasa yang tidak memiliki standard mutu. Apa yang membuat konsumen akan puas atau tidak puas terhadap suatu produk atau jasa.

Terlebih pada saat ini sedang trendnya bisnis online, dalam kegiatan berbisnis online saat ini sudah sangat berkembang dengan cepat, kemudahan dalam menawarkan dan membeli suatu produk di situs-situs online membuat banyak masyarakat di Indonesia membeli produk secara online. Pembeli hanya menunggu dirumah dan barangpun akan segera sampai pada tujuan. Dalam hal ini jasa pengiriman barang sangat berperan penting terhadap kegiatan jual beli online sebagai media penyambung antara penjual dan pembeli dalam media pendistribusian barang. Perkembangan pada sector jasa pengiriman barang dapat dilihat dari semakin meningkatnya kebutuhan masyarakat atau konsumen akan industry jasa pengiriman.

Sehingga menimbulkan banyak usaha dibidang jasa pengiriman barang atau disebut freight forwarder yaitu pengiriman barang dapat dilakukan dalam waktu yang cepat dan lebih mudah ke seluruh Indonesia. Persaingan yang semakin ketat tidak dapat dihindari oleh setiap perusahaan yang ingin mengembangkan usahanya. Dalam hal ini perusahaan dituntut untuk semakin kreatif dan inofatif dalam memanjakan konsumen melalui penawaran dengan memberikan pelayanan yang baik dengan memperhatikan faktor-faktor yang mempengaruhi kepuasan pelanggan, sehingga mampu menciptakan kepuasan bagi pelanggan. Dengan adanya kualitas pelayanan yang baik, akan menciptakan kepuasan kepada para pelanggannya. Konsumen akan merasa puas jika suatu pelayanan jasa sesuai dengan harapan bahkan melebihi dari apa yang mereka harapkan.

Banyaknya jasa pengiriman barang di Indonesia sudah banyak sekali bermunculan dan saat ini cukup membantu masyarakat yang ingin menemukan layanan jasa pengiriman sesuai dengan keinginan berdasarkan harga, waktu atau lamanya pengiriman, tujuan pengiriman, jenis barang yang dikirim dan nama jasa perusahaan pengiriman. Salah satunya adalah TIKI yang menawarkan jasa pengiriman barang, dalam menghadapi persaingan yang ketat dalam bisnis jasa ini dibutuhkan fasilitas yang dapat memberikan kepuasan terhadap layanan jasa tersebut. Semakin bagus dan memuaskan layanan jasa di percaya akan mendapatkan kesuksesan dan keberhasilan dalam mendirikan usaha tersebut.
Menurut Lupiyoadi (2013:7), jasa pada dasarnya merupakan semua aktivitas ekonomi yang hasilnya tidak merupakan produk dalam bentuk fisik atau konstruksi, yang umumnya dikonsumsi pada saat yang sama dengan waktu dihasilkan dan memberikan nilai tambah (misalnya: kenyamanan, hiburan, kesenangan, atau keehatan) atau pemecah atas masalah yang dihadapi oleh konsumen.
 
Untuk dapat menempatkan perusahaan di hati para pelanggan, perusahaan harus mempertimbangkan kepuasan pelanggan sebagai tujuan yang harus dicapai dan berusaha memberikan pelayanan yang terbaik kepada pelanggannya agar mereka merasa puas terhadap pelayanan jasa yang mereka rasakan.
Terlebih TIKI yang ada di daerah sumsel telah memiliki outlet sebanyak 106 outlet. Terutama TIKI di Jl. Letkol Iskandar No.241 B Palembang telah beberapa kali mendapatkan penghargaan sepeti Top Brand Award 2012, dan Indonesia Most favorite women brand 2015, Indonesia WOW Brand 2015, dan Express Courier Service 2015.

Dilihat dari tabel jumlah pengunjung diatas, bahwa setiap tahunnya jumlah pelanggan TIKI di Jl. Letkol Iskandar No.241 B Palembang mengalami peningkatan dantelah mendapatkan beberapa penghargaan. Hal tersebut di karenakan adanya kualitas pelayanan jasa yang baik, sehingga pelanggan dapat tertarik untuk terus menerus menggunakan jasa pengiriman barang di TIKI Jln. Letkol Iskandar No.241 B Palembang.

Berdasarkan uraian latar belakang diatas, maka penulis tertarik untuk menganalisis tingkat kepuasan pelayanan jasa dalam meningkatkan kepuasan pelanggan di TIKI Jln. Letkol Iskandar No.241 BPalembang. Sehingga penulis mengambil judul “Pengaruh Kualitas Pelayanan Jasa Terhadap Kepuasan Pelanggan Pada Cabang PT TIKI Palembang”.
 


Perumusan Masalah

Berdasarkan penjelasan yang telah diuraikan dalam latar belakang diatas maka permasalahan yang akan diambil yakni:

1. Apakah kualitas pelayanan jasa berpengaruh terhadap kepuasan bagi pelanggan di cabang TIKI Jl. Letkol Iskandar No. 241 B Palembang.
2. Dimensi kualitas pelayanan jasa manakah yang paling dominan terhadap kepuasan pelanggan di cabang TIKI Jl. Letkol Iskandar No. 241 B Palembang.

Ruang Lingkup Pembahasan

Batasan ruang lingkup ini dilakukan agar permasalahan yang dibahas lebih terarah, maka penulis membatasi ruang lingkup pembahasan yaitu: Mengenai kualitas pelayanan jasa dengan mengukur 5 dimensi kualitas jasa, yaitu: Tangiable atau Buktifisik, Realibility atau keandalan, Responsiveness atau daya tanggap, Assurance atau jaminan, dan Emphaty atau empati.

Tujuan dan Manfaat Penelitian

Tujuan Penelitian

Adapun tujuan dari penilitian ini yaitu:

1. Untuk mengetahui bagaimana kualitas pelayanan jasa terhadap kepuasan pelanggan pada cabang TIKIdi Jl. Letkol Iskandar No.241 B
Palembang.
2. Untuk mengetahui dimensi mana yang paling dominan bagi kepuasan pelanggan

Manfaat Penelitian

Manfaat yang diperoleh dari penelitian ini adalah:

1. Bagi penulis

Membuka wacana baru dan mampu menerapkan ilmu yang diterima penulis selama ini serta dapat menambah pengetahuan dan wawasan bagi penulis mengenai kenyataan yang berkaitan dengan bidang manajemen pemasaran, khususnya mengenai pelayanan dan
pengaruhnya terhadap kepuasan pelanggan.

2. Bagi Perusahaan
 
Diharapkan hasil dari penelitian ini dapat memberikan informasi yang berguna sebagai salah satu masukan bagi perusahaan mengenai pelayanan yang lebih baik lagi kepada para pelanggan dan mencapai tujuan yang diinginkan oleh perusahaan tersebut.

TINJAUAN PUSTAKA

Pemasaran

Pengertian Pemasaran

Pemasaran merupakan suatu kegiatan pokok yang perlu dilakukan oleh perusahaan baik itu perusahaan barang atau jasa dalam upaya untuk mempertahankan kelangsungan hidup usahanya. Hal tersebut disebabkan karena pemasaran merupakan salah satu kegiatan perusahaan, dimana secara langsung berhubungan dengan konsumen. Maka kegiatan pemasaran dapat dikatikan sebagai kegiatan manusia yang berlangsung dalam kaitannya dengan konsumen. Berikut ini ada beberapa definisi pemasaran yang
dikemukakan oleh beberapa ahli, sebagai berikut:

Menurut Kotler (2004:7), pemasaran adalah suatu proses sosial dan manajerial yang didalam individu dan kelompok mendapatkan apa yang merekabutuhkan dan inginkan degan menciptakan, menawarkan, dan mempertukarkan produk yang bernilai dengan pihak lain.

Menurut Downey (2002:3), pemasaran didefinisikan sebgai telaah terhadap aliran produk secara fisik dan ekonomik dari produsen melalui pedagang perantara sampai ke tangan konsumen. Berdasarkan definisi tesebut, maka dapat ditarik kedsimpulan bahwa kegiatan bisnis harus berorientasi ke pasar atau konsumen. Keinginan konsumen juga harus dipuaskan secara efektif, agar pemasaran berhasil makan perusahaan harus memaksimalkan penjualan yang menghasilkan laba dalam jangka panjang.

Pengertian Manajemen Pemasaran

Dalam manajemen terdapat fungsi-fungsi perencanaan, pengorganisasian, pelaksanaan dan pengawasan maka dalam manajemen pemasaran juga dipakai fungsi-fungsi tersebut untuk melakukan pelaksanaan pemasaran. Dalam perkembangan pemasaran untuk membidik pasar sasaran, mereaih dan mempertahankan pasar membutuhkan manajemen pemasaran agar didapat konsep dasar strategi pemasaran seperti segmentasi pasar, target pasar dan posisi pasar. Pengertian manajemen pemasaran dari beberapa ahli adalah sebagai berikut:

Menurut Kotler dan Keller (2012:5), manajemen pemasaran adalah sebagai seni dan sains memilih pasar sasaran dan mendapatkan, menjaga, dan menumbuhkan pelanggan melalui penciptaan, penyampaian, dan komunikasi kepada pelanggan yang baik.

Definisi lain yang dikemukakan oleh Daryanto (2011:6), mengatakan manajemen pemasaran adalah analisis, perencanaan, penerapan dan pengenalian program yang dirancang untuk menciptakan, membangun dan mempertahankan pertukaran yang menguntungkan dengan pasar sasaran dengan maksud untuk mencapai tujuan-tujuan organisasi.

Pengertian para ahli tersebut dapat disimpulkan bahwa manajemen pemasaran adalah sebagai seni dan ilmu memilih pasar sasaran dan mendapatkan, menjaga ddan menumbuhkan pelanggan serta mempertahankan pertukaran yang menguntungkan pasar sasaran dengan maksud untuk mencapai tujuan-tujuan organisasi.

Pemasaran Jasa

Jasa berbeda dengan produk karena secara kasat mata tidak dapat dilihat menimbulkan berbagai permasalahan dalam mengembangkan strategi pemasaran. Dinamika yang terjadi pada sektor jasa terlihat dari perkembangan berbagai industri seperti layanan antar surat, layanan paket barang, pengiriman/transfer uang, yang kini semakin myadari perlunya
peningkatanorientasi kepada pelanggan atau konsumen.
Menurut Ratih Hurriyati (2010:41), pemasaran jasa merupakan mereka dituntut untuk mampu mengidentifikasikan bentuk persaingan yang akan dihadapi, menetapkan berbagai standar kinerjanya serta mengenali secara baik para pesaingnya.

Menurut Ratih Hurriyati (2010:42), bahwa pemasaran jasa merupakan suatu proses mempersepsikan, memahami, menstimulasi dan memenuhi kebutuhan pasar saasaran yang dipilih secara khusus dengan menyalurkan sumber-sumber sebuah organisasi untuk memenuhi kebutuhan tersebut.
Dengan demikian, manajemen pemasaran jasa merupakan proses penyelarasan sumber-sumber sebuah organisasi terhadap kebutuhan pasar.
 
Pemasaran memberi perhatian pada hubungan timbal balik yang dinamis antara produk dan jasa perusahaan, keinginan dan kebutuhan pelanggan serta kegiatan-kegiatan para pesaing.

Kualitas Layanan Jasa

Pengertian Jasa

Jasa pada dasarnya merupakan semua aktivitas ekonomi yang hasilnya tidak merupakan produk dalam bentuk fisik atau kontruksi, yang umumnya dikonsumsi pada saat yang sama dengan waktu dihasilkan dan memberikan nilai tambah.

Menurut Kotler (2005:486), jasa adalah setiap tindakan atau kegiatan yang ditawarkan oleh suatu pihak kepada pihak lain, yang pada dasarnya tidak terwujud dan tidak mengakibatkan kepemilikan apapun. Produksinya dapat dikaitkan atau tidak dengan suatu produk fisik.

Sementara itu, perusahaan yang memberikan operasi jasa adalah mereka yang memberikan konsumen produk jasa, baik yang berwujud maupun tak berwujud, seperti transportasi, hiburan, pengiriman barang, restoran, dan pendidikan. Jasa juga bukan merupakan barang, melainkan suatu proses atau aktivitas dimana berbagai aktivitas tersebut tidak berwujud selanjutnya karakteristik yang sama yang melekat pada jasa.

Karakteristik Jasa

Karakteristik jasa adalah suatu sifat dari jasa yang ditawarkan oleh suatu pihak kepada pihak lain yang berfungsi untuk membedakan dengan produk barang.

Menurut Kotler dan Armstrong (2009:52), menerangkan empat karakteristik jasa sebagai berikut:

1. Tidak berwujud (Intangibility)

Jasa bersifat abstrak dan tidak berwujud. Tidak seperti halnya produk fisik, jasa tidak dapat dilihat, dirasa, diraba, didengar, dicium sebelum jasa itu dibeli. Untuk mengurangi ketidak pastian tersebut, maka para calon pembeli akan mencari tanda atau bukti dari mutu jasa. Konsumen mencari bukti kualitas pelayanan jasa berdasarkan enam hal berikut ini:

a. Tempat (place)

Tempat yang mendukung seperti kebersihan yang terjaga, kenyamanan untuk konsumen, dan suasana yang mendukung.

b. Orang (people)
 
Orang yang menangani mampu melaksaakan tugas dengan baik. Sudah terlatih, cepat dalam menangani masalah dan lain-lain.

c. Peralatan (equipment)

Peralatan penunjang seperti komputer, meja, mesin, dan lain sebagainya

d. Komunikasi material (communication material)

Bukti-bukti berupa teks tertulis dan foto, misalnya kontrak atau hasil jadi dalam foto.

e. Simbol (symbol)

Nama dan symbol pemberi jasa mencerminkan kemampuan dan kelebihannya dalam melayani konsumen.

f. Harga (place)

Harga yang masuk akal dan dapat pula dipadukan dengan berbagai macam promosi penjualan, seperti bonus, diskon dan lain-lain.

2. Bervariasi (Variability)

Jasa berbeda dengan kualitas produk fisik yang sudah terstandar, kualitas pelayanan jasa bergantung pada siapa penyedianya, kapan, dimana, dan bagaimana jasa itu diberikan. Oleh karena itu jasa sangat bervariasi dan berbeda satu dengan lainnya.

3. Tidak dapat dipisahkan (Inseparability)

Jasa umumnya diproduksi dan dikonsumsi pada waktu yang bersamaan dengan partisipasi konsumen didalamnya.

4. Tidak dapat disimpan (Pershability)

Jasa tidak mungkin disimpan dalam bentuk persediaan. Nilai jasa hanya ada pada saat jasa terebut diproduksi dan langsung diterima oleh si penerimanya. Karakteristik seperti ini berbeda denan barang berwujud yang dapat diproduksi terlebih dahulu, disimpan dan dipergunakan lain waktu.

Klasifikasi Jasa

Menurut Tjiptono (2007:58), klasifikasi jasa dapat dilakukan berdasarkan enam kriteria, yaitu:

1. Segmen pasar

Berdasarkan segmen pasar dapat dibedakan menjadi jasa kepada konsumen akhir (misalnya taksi, asuransi jiwa, dan pendidikan) dan jasa kepada konsumen organisasional (misal jasa akuntan dan perpajakan, jasa konsultasi manajemen dan konsultasi hukum).

2. Tingkat keberwujudan

Berdasarkan kriteria ini dapat dibedakan Rented good service, owned goods service, dan non good service.

3. Keterampilan penyedia jasa

Berdasarkan keterampilan penyedia jasa dibedakan menjadi profesional service (misal konsultan manajemen, konsultan hukum, dokter perawat dan arsitek) dan non profesional service (misal supir taksi dan penjaga malam).

4. Tujuan organisasi jasa
 
Berdasarkan tujuan organisasi jasa dapat dibedakan menjadi
commercial service, provit service dan non profit service.

5. Regulasi

Dari aspek ini jasa dikelompokkan menjadi regulated service dan non regulated service.

6. Tingkat intensitas karyawan

Dapat dibedakan equipment based service (seperti cuci mobil, sambungan telepon, dan ATM) dengan people based service (pelatih sepak bola, satpam, jasa akuntansi dan konsultasi hukum).

Pengertian Kualitas Pelayanan Jasa

Bagi perusahaan yang bergerak dibidang jasa, kualitas pelayanan merupakan faktor yang sangat penting. Karena dalam memasarkan produk jasa, interaksi antara produsen dan konsumen terjadi secara langsung. Aplikasi kualitas pelayanan sebagai sifat dari penampilan produk atau kinerja merupakan salah satu bagian utama dari strategi perusahaan dalam meraih keunggulan yang berkesinambungan. Baik sebagai pemimpin pasar atau sebagai strategi untuk terus berkembang.

Kualitas pelayanan jasa adalah segala bentuk aktivitas yang dilakukan oleh perusahaan guna memenuhi harapan konsumen. Pelayanan dalam hal ini diartikan sebagai jasa atau service yang disampaikan oleh pemilik jasa yang berupa kemudahan, kecepatan, hubungan, kemampuan, dan keramah tamahan yang ditujukan melalui sikap dan sifat dalam memeberikan pelayanan untuk kepuasan konsumen.

Menurut Kotler (2008:83), definisi kualitas pelayanan jasa adalah setiap tindakan atau kegiatan yang dapat ditawarkan oleh suatu pihak kepada pihak lain, yang pada dasarnya tidak mengakibatkan kepemilikan apapun. Pelayanan merupakan perilaku produsen dalam rangka memenuhi kebutuhan dan keinginan konsumen demi tercapainya kepuasan pada konsumen itu sendiri.

Perilaku tersebut dapat terjadi pada saat, sebelum dan sesudah terjadinya transaksi. Pada umumnya pelayanan yang bertaraf tinggi akan menghasilkan kepuasan yang tinggi serta pembelian ulang yang lebih sering. Kata kualitas mengandung banyak definisi dan makna, orang yang berbeda akan mengartikannya secara berlainan tetapi dari beberapa definisi yang dapat kita jumpai memiliki beberapa kesamaan walaupun hanya cara penyampaiannya saja.

Dimensi Kualitas Pelayanan

Produk jasa atau pelayanan lebih kompleks dibandingkan dengan barang. Hal tersebut disebabkan karena dimensi kualitas pelayanan jasa lebih sulit diidentifikasi. Tetapi bebrapa pakar pemasaran telah menemukan dimensi atau faktor utama yang menentukan kualitas pelayanan jasa.
Menurut Lupiyoadi (2013:148), didalam kualitas jasa tedapat 5 (lima) dimensi untuk mengukur kepuasan pelangan, diantaranya:

1. Tangibles atau bukti langsung

Kemampuan suatu perusahaan dalam menunjukkan eksistensinya kepada pihak eksternal. Penampilan dan kemampuan sarana dan prasarana fisik perusahaan dan keadaan lingkungan sekitarnya adalah bukti nyata dari pelayanan yang diberikan oleh pemberi jasa, meliputi fasilitas fisik, perlengkapan, dan peralatan yang digunakan.

2. Relaibility atau kehandalan

Merupakan kemampuan perusahaan untuk memberikan pelayanan sesuai dengan yang dijanjikan secara akurat dan terpecaya. Kinerja harus sesuai dengan harapan pelanggan yang berarti ketepatan waktu, pelayanan yang sama untuk semua pelanggan tanpa kesalahan, sikap yang simpatik, dan dengan akurasi yang tinggi.

3. Responsiveness atau daya tanggap

Kemauan untuk membantu dan memberikan pelayanan yang cepat (responsif) dan tepat kepada pelanggan, dengan penyampaian informasi yang jelas. Membiarkan konsumen menunggu lama tanpa adanya suatu alasan yang jelas menyebabkan persepsi yang negatif dalam kualitas pelayanan.

4. Assurance atau jaminan

Merupakan pengetahuan, kesopansantunan, dan kemampuan para pegawai perusahaan untuk menumbuhkan rasa percaya para pelanggan kepada perusahaan. Terdiri dari beberapa komponen antara lain komunikasi, kredibilitas, keamanan, kompetensi, dan sopan santun.

5. Empaty atau perhatian

Merupakan pemberian perhatian yang tulus dan bersifat individual atau pribadiyang diberikan kepada para pelanggan dengan berupaya memahami keinginan mereka. Dimana suatu perusahaan diharapkan memiliki pengertian dan pengetahuan tentang pelanggan, memahami kebutuhan pelanggan secara spesifik, serta memiliki waktu untuk pengoperasian yang nyaman bagi pelanggan.
 
Berdasarkan uraian diatas, dapat diambil kesimpulan bahwa kualitas jasa merupakan suatu tingkat kemampuan dari suatu perusahaan di dalam memberikan segala sesuatu yang menjadi harapan pelanggannya atau dengan kata lain baik tidakya kualitas jasa tegantung pada kemampuan penyediaan jasa dalam memenuhi harapan pelanggannya secara konsisten.

Kepuasan Pelanggan

Pengertian Kepuasan Pelanggan

Kepuasan konsumen merupakan suatu tanggapan perilaku konsumen berupa evaluasi pura beli terhadap suatu barang atau jasa yang dirasakannya dibandingkan dengan harapan konsumen. Kepuasan konsumen ini sangat tergatung pada persepsi dan harapan konsumen itu sendiri. Faktor-faktor yang mempengaruhi persepsi dan harapan konsumen ketika melakukan pembelian suatu barang atau jasa adalah kebutuhan dan keinginan yang dirasakan oleh konsumen tersebut pada saat melakukan pembelian suatu barang atau jasa, pengalaman masa lalu ketika mengkonsumsi barang atau jasa tersebut serta pengalaman teman-teman yang telah mengkonsumsi barang atau jasa tersebut dan periklanan.

Menurut Lupiyoadi (2006:143), pelanggan adalah seseorang yang secara kontinu dan berulang kali datang ke suatu tempat yang sama untuk memuaskan keinginannya dengan memiliki suatu produk atau mendapatkan suatu jasa dan membayar produk atau jasa tersebut.

Sedangkan menurut Yamit (2006:75), dalam perusahaan yang bergerak dibidang jasa, pelanggan adalah orang yang menggunakan jasa perusahaan. Pandangan ini menyimpulkan bahwa pelanggan adalah orang yang berinteraksi dengan perusahaan setelah proses pelayanan selesai, karena mereka adalah pengguna jasa.

Strategi Kepuasan Pelanggan

Kepuasan Pelanggan menurut Schnaars dalam Tjiptono (2002:161), merupakan strategi yang panjang yang membutukan komitmen, baik menyangkut dana maupun sumber daya manusia. Ada beberapa strategi yang dipadukan untuk meraih dan meningkatkan kepuasan konsumen, diantaranya:

1. Relationship Marketing

Strategi ini hubungan antara penyedia jasa dan konsumen berkelanjutan, tidak beralih setelah penjualan selesai. Dengan kata lain dijalinlah kemitraan jangka panjang dengan konsumen secara terus menerus, sehingga diharapkan dapat terjadi bisnis ulang.

2. Strategy Superior Customer Service

Peusahaan yang menerapkan bisnis ini berusaha menawarkan kepada konsumen yang lebih unggul dari pada perusahaan pesaingnya. Untuk mewujudkannya dibutuhkan dana yang besar maupun kemampuan sumber daya manusia dan usaha yang gigih. Meskipun demikian, perusahaan dengan pelayanan yang superior akan meraih laba dan tingkat pertumbuhan yang lebih besar dari perusahaan pesaingnya yang lebih memberikan pelayanan.

3. Strategy Unconditional Quarantees

Komitmen untuk memberikan kepuasan konsumen pada gilirannya akan menjadi sumber dinamisme penyempurnaan kualitas jasa dan kinerja perusahaan. Strategi ini dijalankan dengan cara mengembangkan pelayanannya.

4. Strategy Penanganan Keluahan yang Efektif

Strategi penanganan konsumen yang efektif akan memberikan manfaat kepada konsumen yang meliputi:

a. Penyedia jasa memperoleh kesempatan lagi untuk memeperbaiki hubungan dengan konsumen yang kecewa.
b. Penyedia jasa bisa dihindarkan dari publisitas
c. Penyedia jasa akan mengetahui aspek-aspek yang perlu dibenahi dalam pelayanan saat ini.

Marketing Mix 7p pemasaran menurut Kotler dan Keller (2008:4) didefinisikan sebagai berikut:

1. Product (Produk)

A product is a thing that can be offered to a market to satisry a want or need. Produk adalah segala sesuatu yang dapat ditawarkan kepada pasar untuk memuaskan suatu keinginan atau keutuhan konnsumen. Produk dapat berupa sub kategori yang menjelaskan dua jenis seperti barang dan jasa yang ditujukan kepada target pasar.

2. Price (Harga)

Price is the amount of money charged for a product or service. Harga adalah sejumlah uang yang mempunyai nilai tukar untuk memperoleh keuntungan dari memiliki atau menggunakan suatu produk atau jasa. Harga merupakan bauran pemasaran yang bersifat fleksibel dimana suatu harga akan stabil dalam jangka waktu tertentu tetapi alam seketika harga dapat meningkat atau menurun yang terdapat pada pendapatan dari hasil penjualan.

3. Place (Tempat)

The various the company undertakes to mmake the product accessible and available to target customer. Tempat memiliki peranan yang sangat penting dalam membantu perusahaan guna memastikan produknya. Tempat merupakan berbagai kegiatan yang dilakukan oleh perusahaan utnuk membuat produknya mudah diperoleh dan tersedia pada konnsumen sasaran. Hal ni dikarenakan tujuan dari tempat adalah menyediakan barang dan jasa yang dibuthkan dan diinginkan oleh konsumen pada waktu dan tempat yang tepat.

4. Promotion (Promosi)

Promotion includes all the activites the company undertakes to communicate and promote its product the target market. Promosi adalh semua kegiatan yang dilakukan perusahaan utnuk mengkomunikasikan dan mempromosikan produknya kepada pasar sasaran. Promosi dilakukan dengan menggunakan alat-alat promosi yang ada sebgai cara untuk memperkenalkan suatu produk atau jasa.

5. People (Orang)

Proses sleksi, pelatihan dan pemotivasian karyawan yang antinya dapat digunakans ebgai pembedaan perusahaan dalam memenuhi kepuasan pelanggan.

6. Physical Evidence (Bukti Fisik)

Bukti fisik yang dimiliki oleh penyedia jasa yang ditujukan kepada konsumen sebagai usulan nilai tambah konsumen. Bukti fisik merupakan wujud nyata yang ditawarkan kepada pelanggan ataupun calon pelanggan.

7. Process (Proses)

Semua prosedur aktual, mekanisme an aliran aktivitas dengan mana jasa disampaikan yang merupakan sistem penyajian atas operasi jasa.

3. METODOLOGI PENELITIAN

Ruang Lingkup Penelitian

Pada penelitian ini yang menjadi ruang lingkup pembahasan adalah kepuasan para pelanggan yang menggunakan jasa pengiriman barang TIKI di jln. Letkol Iskandar No.241 B Palembang. Data diambil secara acak, dengan cara terjun langsung ke lapangan membagikan kuesioner kepada para pelanggan pengguna jasa TIKI di jln. Letkol Iskandar No.241 BPalembang.

Jenis dan Sumber Data

Data yang digunakan dalam penelitian ini terbagi menjadi dua yaitu data primer dan data sekunder. Menurut Umar (2003:56) adalah sebagai berikut:

1. Data Primer

Yaitu data yang di dapatkan langsung dari cabang TIKI di jln. Letkol Iskandar No.241 B Palembang oleh peneliti sebagai obyek penulisan. Data primer ini seperti hasil wawancara dan observasi lapangan.

2. Data Sekunder

Yaitu data yang diperoleh dalam bentuk yang sudah dikumpulkan dan diolah pihak lain. Data ini berupa profil perusahaan, struktur organisasi dan data literatur seperti Skripsi, Laporan Akhir atau buku jenis lain yang berhubungan dengan penelitian.

Populasi, Sampel, dan Teknik Sampling

Populasi

Menurut Kuncoro populasi adalah suatu kelompok dari elemen penelitian, dimana elemen adalah unit terkecil yang merupakan sumber dari data yang diperlukan (2003: 108).

Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh konsumen atau pelanggan yang menggunakan jasa pengiriman barang pada TIKI pusat Jl. Letkol Iskandar No.241 B Palembang sebanyak 2.630 orang pada tahun 2016.

Sampel

Sampel adalah bagian dari populasi yang menjadi sumber data sebenarnya dalam suatu penelitian yang diambil dengan menggunakan cara-cara tertentu. Ide dasar dari pengambilan sampel dengan menyeleksi bagian dari elemen-elemen populasi, kesimpulan tentang keseluruhan populasi dapat diperoleh.

Penarikan sampel yang digunakan pada laporan akhir ini adalah setiap konsumen yang datang dan akan menggunakan jasa TIKI di jln. Letkol Iskandar No.241 B Palembang. Untuk menentukan banyaknya jumlah sampel yang diperlukan, penulis menggunakan rumus Roscoe dalam Sugiyono (2009:129) sebagai berikut:

Teknik Sampling

Teknik pengambilan sampel dengan menggunakan Non Probability
Sampling, yaitu semua elemen dalam populasi tidak memiliki kesempatan yang sama untuk dipilih menjadi sampel, Ferdinand (2006:231).

Hal ini dilakukan karena mengingat keterbatasan waktu yang ada. Teknik pengambilan sampel menggunakan Accidental sampling. Penentuan sampel berdasarkan kebetulan, yaitu siapa yang kebetulan bertemu dengan peneliti dapat dijadikan sampel jika dipandang cocok. Sehingga, penarikan sampel dalam penelitian ini memilih responden dari pelanggan atau pengguna jasa yang datang ke TIKI di Jl. Letkol Iskandar No. 241 B Palembang untuk memberikan informasi.

Teknik Pengumpulan Data

Adapun teknik yang digunakan oleh penulis dalam proses pengumpulan data dan informasi untuk penelitian ini yaitu:

1. Riset Lapangan (Field Research)
Yaitu suatu teknik pengumpulan data yang dilakukan ditempat yang menjadi objek yang akan di teliti dengan cara mendatangi langsung objek tersebut, dalam hal ini adalah TIKI di Jl. Letkol Iskandar No.241 B Palembang. Adapun teknik yang di gunakan untuk mendapatkan data pada waktu melakukan penelitian dilapangan adalah
sebagai berikut:

a. Wawancara

Menurut Sugiono, (2009:317) wawancara adalah pertemuan dua orang untuk bertukar informasi dan ide melalui tanya jawab sehingga dapat dikonstruksikan makna dalam suatu topik tertentu dan dengan wawancara, peneliti akan mengetahui hal-hal yang lebih mendalam tentang paritisipan dalam menginterprestasikan situasi dan fenomena yang terjadi yang tidak mungkin bisa ditemukan melalui observasi.

Teknik ini dilakukan dengan bertemu langsung dengan
pegawai di TIKI yang bekepentingan.

b. Kuesioner
 
Kuesioner adalah suatu cara pengumpulan data dengan memberikan atau menyebarkan daftar pertanyaan kepada responden, degan harapan mereka akan memberikan respon atas daftar pertanyaan tesebut. Jumlah responden yang diambil sebanyak 96 responden. Adapun yang menjadi responden dalam penelitian ini adalah pengguna jasa TIKI Jl. Letkol Iskandar No. 241 B Palembang.

2. Riset Kepustakaan(Library Research)

Yaitu mengadakan penelitian dengan cara mempelajari dan membaca literatur-literatur, buku, catatan, dan laporan yang ada hubungannya dengan permasalahan yang menjadi objek penelitian.


DAFTAR PUSTAKA


Lupiyoadi, Rambat. 2013. Manajemen Pemasaran Jasa Berbasis Kompetensi (Edisi 3). Jakarta: Salemba Empat.

Kotler, Philip, dan Amstrong. 2009. Dasar-dasar pemasaran. Edisi Kesembilan.
PT. Indeks: Jakarta.

Kotler,  Philip. 2005. Manajemen Pemasaran. Jilid 1 dan 2. PT. Indeks.
Kelompok Gramedia: Jakarta.

Huriyati, Ratih. 2010. Bauran Pemasaran dan Loyalitas Konsumen. Alfabetha: Bandung.

Kotler, Philip. 2008. Manajemen Pemasaran di Indonesia (Analisis, Perencanaan, Implementasi dan Pengendalian). Salemba Empat: Jakarta.

Lupiyoadi, Rambat. 2013. Manajemen Pemasaran Jasa. Edisi Ketiga. Salemba Empat: Jakarta.

Tjiptono, Fandy. 2007. Manajemen Jasa. Andi: Yogyakarta.
Sugiono. 2008. Metode Penelitian Pendekatan Kuantitatif, Kualitatif dan R & D. Alfa Beta: Bandung.

Umar, Husein. 2003. Metode Riset Komunikasi Organisasi. PT. Gramedia Pustaka Utama: Jakarta.

Yusi, M. Syahirman dan Umiyati, Idris. 2009. Metodologi Penelitian Ilmu Sosial: Pendidikan Kuantitatif. Indonesia. Penerbit: Citra Books Indonesia.
 
Pasolong, Marbani. 2012. Metode Penelitian Administrasi Publik. Bandung: Alfabeta.

Yamit, Zulian. 2006. Manajemen Kualitas Produk dan Jasa. Yogyakarta: Ekonisia.

Posting Komentar untuk "3 Contoh Proposal Skripsi Manajemen Terbaru "