Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

3 Contoh Proposal Skripsi Akuntansi Terbaru 2021

Contoh Proposal Skripsi Akuntansi Terbaru 2021



Daftar Contoh Proposal Skripsi Akuntansi :

Pada kesempatan kali ini kami judulskripsi.com akan membagikan contoh proposal skripsi untuk kamu yang sekarang kuliah di jurusan akuntansi, contoh proposal yang kami bagikan tentunya yang terbaru dan cocok untuk menjadi contoh membuat proposal skripsi di tahun 2021, jika kamu masih bingung cara menyusun skripsi, kami memberikan panduan lengkap menyusun skripsi.

Struktur Proposal Skripsi


Struktur ini biasanya di pakai di beberapa Universitas, untuk mahasiswa yang sedang menyusun proposal skripsi harap melihat kembali panduan dari universitas kalian agar lebih benar dan tepat dalam penulisan: 


  • COVER
  • LEMBAR JUDUL
  • LEMBAR PENGESAHAN
  • KATA PENGANTAR
  • DAFTAR ISI
  • DAFTAR TABEL
  • DAFTAR GAMBAR
  • DAFTAR LAMPIRAN
  • BAB I. PENDAHULUAN
          1.1 Latar Belakang Masalah
          1.2 Rumusan Masalah
          1.3 Batasan Masalah
          1.4 Tujuan Penelitian
          1.5 Manfaat Penelitian
  • BAB II. TINJAUAN PUSTAKA
          2.1 Landasan Teori
          2.1.1 Landasan Teori
          2.2 Kerangka Pikir
  • BAB III. METODE PENELITIAN
          3.1 Lokasi dan Waktu Penelitian
          3.2 Teknik Pengumpulan Data
          3.3 Teknik Analisis Data
          3.4 Analisis Sistem
  • DAFTAR PUSTAKA
  • LAMPIRAN

Contoh Proposal Skripsi Akuntansi 1


JUDUL PROPOSAL SKRIPSI:

  • PENGARUH SISTEM PENGENDALIAN INTERNAL, GOOD CORPORATE GOVERNANCE DAN KOMPETENSI SUMBER DAYA MANUSIA TERHADAP KUALITAS LAPORAN KEUANGAN



BAB I PENDAHULUAN

A. Latar Belakang Masalah

Akuntansi merupakan suatu sistem informasi yang mengidentifikasi, mencatat dan mengkomunikasikan peristiwa-peristiwa ekonomi dari suatu organisasi bagi para pengguna yang berkepentingan (weygant, et,al, 2007). Informasi akuntansi disajikan oleh perusahaan dalam bentuk laporan keuangan. Penyajian laporan keuangan yang dilakukan oleh perusahaan merupakan bentuk pertanggungjawaban perusahaan kepada pihak berkepentingan. Menurut Harahap (2010) bahwa laporan keuangan adalah media informasi yang merangkum semua aktivitas perusahaan. Jika informasi disajikan dengan benar informasi tersebut sangat berguna bagi siapa saja untuk mengambil keputusan tentang perusahaan yang dilaporkan tersebut. Menurut Pernyataan Standar Akuntansi Keuangan (PSAK) No.1, laporan keuangan yang lengkap terdiri dari komponen neraca, laporan laba rugi, laporan perubahan ekuitas, laporan arus kas, dan catatan atas laporan keuangan.

Laporan keuangan akan bermanfaat bagi pengguna apabila informasi yang disajikan dalam laporan keuangan tersebut dapat dipahami, relevan, andal, dan dapat diperbandingkan. Namun ada juga laporan keuangan yang tidak menyediakan semua informasi yang mungkin dibutuhkan pengguna dalam pengambilan keputusan ekonomi. Jika terlalu banyak informasi akan membahayakan karena penyajian rincian yang tidak penting justru akan mengaburkan informasi yang signifikan dan sulit dipahami (Dewi, dkk, 2014).

Salah satu karakteristik kualitatif laporan keuangan yaitu andal mengisyaratkan bahwa laporan keuangan yang dihasilkan haruslah disajikan dengan jujur (benar). Akuntansi islam berdasarkan akhlak yang baik oleh karenanya seorang akuntan bertanggungjawab melaporkan semua transaksi dengan benar, jujur, professional serta teliti sesuai dengan syariat islam. Hal ini dijelaskan dalam surat an- Nisa/4 : 135:

Terjemahnya:

Wahai orang-orang yang beriman, jadilah kamu orang yang benar-benar penegak keadilan, menjadi saksi karena Allah biarpun terhadap dirimu sendiri atau ibu bapa dan kaum kerabatmu. Jika ia kaya ataupun miskin, Maka Allah lebih tahu kemaslahatannya. Maka janganlah kamu mengikuti hawa nafsu karena ingin menyimpang dari kebenaran. dan jika kamu memutar balikkan (kata-kata) atau enggan menjadi saksi, Maka Sesungguhnya Allah adalah Maha mengetahui segala apa yang kamu kerjakan.
Arti penegak kedilan dan jujur dalam ayat tersebut mencakup pengertian yang luas, misalnya dalam hal penyajian laporan keuangan, isi dari laporan keuangan haruslah menunjukkan sesuatu yang telah terjadi (apa adanya) yang didukung oleh bukti transaksi. Penyajiannya harus dapat menginterpretasikan keadaan yang sesungguhnya terjadi di lapangan.

Ayat diatas menjelaskan bahwa Allah Swt melarang kita untuk  mencampur adukkan antara yang batil dan yang benar dan juga Allah Swt. memerintahkan kita untuk selalu bersyukur akan rezki yang telah diberikan-Nya dan memakan makanan yang halal. Dimana yang dimaksudkan dengan makanan yang halal disini adalah halal dari segi bahan dan juga cara memperolehnya.

Salah satu perangkat yang dapat menghasilkan informasi laporan  keuangan adalah sistem pengendalian internal. Menurut (Mihaela, 2010) pengendalian internal merupakan kebijakan dan prosedur yang melindungi aktiva perusahaan dari kesalahan penggunaan, memastikan bahwa informasi usaha yang disajikan akurat dan meyakinkan bahwa hukum serta peraturan telah di ikuti. Pengendalian internal yang baik diperoleh dari suatu struktur yang terkoordinasi, berguna bagi perusahaan untuk menyusun laporan keuangan yang lebih teliti, mencegah kecurangan-kecurangan, dan mengamankan kekayaan perusahaan.

Muliyanto (2013) dalam penelitiannya menjelaskan bahwa COSO memandang pengendalian internal merupakan rangkaian tindakan yang mencakup keseluruhan proses dalam organisasi. Pengendalian internal berada dalam manajemen dasar, yaitu perencanaan, pelaksanaan dan pemantauan. Renaldo (2016) menjelaskan bahwa sistem pengendalian internal memilki lima komponen, yaitu: (1) lingkungan pengendalian, (2) penilaian risiko, (3) aktivitas pengendalian, (4) informasi dan komunikasi, (5) pemantauan. Agar struktur pengendalian internal berfungsi dengan baik, diperlukan penerapan kelima komponen tersebut. Struktur pengendalian internal yang memadai mengurangi kekeliruan sehingga kualitas informasi laporan keuangan yang dihasilkan dapat lebih diandalkan (Yadyana, 2008).

Tanggungjawab dan wewenang yang dilimpahkan kepada manajemen, maka pihak manajemen harus menyusun laporan keuangan yang berguna bagi pengambilan keputusan bagi manajemen sendiri (intern), dan bagi pihak yang berkepentingan di luar perusahaan (eksternal). Dalam hal pemerolehan informasi mengenai kegiatan operasional perusahaan, tentu saja manajemen sebagai pengelola lebih banyak mengetahui tentang informasi internal, seperti prospek perusahaan dimasa akan datang dibandingkan dengan pihak eksternal terkhusus para pemegang saham. Karena adanya perbedaan pengetahuan mengenai informasi dan mengenai kegiatan operasional ini, manajemen cenderung sering menyajikan laporan keuangan tidak sesuai dengan keadaan yang sebenarnya dalam perusahaan. Adanya perbedaan informasi yang diperoleh oleh manajemen dan pemegang saham menyebabkan terjadinya asimetris informasi.

Agency Theory (teori keagenan) menjelaskan bahwa terjadinya asimetris informasi antara manajemen dan pemegang saham dikarenakan adanya konflik kepentingan antara manjemen dan juga pemegang saham. Dengan adanya asimetris informasi ini memberikan peluang kepada manajemen untuk melakukan tindakan oppurtunistic berupa manajemen laba. Tindakan oppurtunistic sendiri yaitu tindakan mementingkan diri sendiri yang dilakukan oleh manajemen. Sehingga biasanya berdampak pada tindakan manipulatif yang dilakukan oleh manajemen. Sehingga, Berdasarkan teori keagenan untuk meningkatkan kualitas laporan keuangan sehingga dapat meminimumkan terjadinya tindakan manajemen laba, maka perusahaan sebaiknya perlu menerapkan mekanisme tata kelola perusahaan yang baik yang lebih dikenal dengan sebutan good corporate governance.

Meskipun tidak dapat diabaikan bahwa manajemen laba merupakan salah satu penyebab hancurnya tatanan ekonomi, etika dan juga moral. Dan satu hak yang tidak dapat dipungkiri adalah manajemen laba merupakan upaya untuk mengubah dan menyembunyikan informasi keuangan perusahaan yang sebenarnya dari para stakeholder. Allah Swt dalam surah Al – Baqarah/2 : 42

Good corporate governance, yaitu seperangkat peraturan  yang menetapkan hubungan antara pemegang saham, pengurus, pihak kreditur, pemerintah, karyawanan, serta pihak intern dan ekstern lainnya yang berkitan dengan hak dan kewajiban mereka, atau dengan kata lain suatu sistem yang mengendalikan perusahaan. Good corporate governance (GCG) merupakan suatu tata kelola perusahaan yang baik, dimana dalam konsep ini ditekankan mengenai hubungan peran antara manajemen sebagai perwakilan perusahaan dan para pemegang kepentingan lainnya. Perusahaan harus menerapkan Good corporate governance atau tata kelola perusahaan untuk dapat meningkatkan nilai tambah bagi stake holders, yaitu suatu kaidah, norma ataupun praktek bisnis yang sehat dan beretika Lahirnya good corporate governance ini karena tuntutan pihak eksternl agar perusahaan tidak melakukan penipuan terhadap public, yaitu informasi berupa laporan keuangan yang disajikan perusahaan dapat dipercara untuk pengambilan keputusan (Putri, 2015). Dalam penerapannya, tata kelola perusahaan yang baik memerlukan praktik pengawasan yang mengacu pada prinsip GCG.

Kasus yang terkait kecurangan atas laporan keuangan yang ditulis dalam berita kompasiana tentang kredit fiktif yang dilakukan oleh tiga pegawai Bank Syariah Mandiri cabang Bogor dengan memalsukan dokumen-dokumen utama. Total kredit yang dicairkan adalah sebesar Rp. 102 M dengan mencapai kerugian Rp. 52 M (beberapa media menyebutkan bahwa Rp. 59 M). Modusnya adalah melakukan pencairan kredit fiktif dengan menggunakan nama 197 debitur dimana 113 debitur adalah fiktif.

Pencairan kredit tersebut dimulai sejak tahun 2011. Kasus tersebut muncul sebagai akibat dari sistem pengendalian internal yang belum berjalan secara efektif. Kasus lain terkait lemahnya tata kelola dalam perusahaan terbukti dengan adanya kasus Melinda Dee, terduga pembobol Rp. 17 M dana nasabah. Ini membuktikan bahwa pemahaman mengenai kepentingan “good corporate governance” belum efektif.
Banyak perusahaan menyajikan informasi dalam laporan keuangan dengan tidak adanya integritas, dimana informasi yang disampaikan tidak benar dan tidak adil bagi beberapa pihak bagi pengguna laporan keuangan. Kasus manipulasi akuntansi sejumlah perusahaan besar di Ameika seperti Enron, Xerox, Tyco, Global Crossing, dan Worldcom maupun beberapa perusahaan di Indonesia seperti Kimia Farma dan Bank Lippo yang dahulunya mempunyai kualitas audit yang tinggi.

Fenomena skandal keuangan yang terjadi dapat menunjukan suatu bentuk kegagalan integritas laporan keuangan untuk memenuhi kebutuhan informasi pengguna laporan keuangan. Salah satu upaya yang dilakukan oleh pemerintah Indonesia untuk melindungi investor dan meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap akuntan adalah dengan mengeluarkan peraturan yang mengatur tentang pembentukan dewan komisaris independen dan komite audit. Standar profesi akuntan public yang terus bertambah juga membuat profesi auditor menjadi sangat mudah untuk dituntuk bilamana terjadi pelanggaran dalam penyajian laporan keuangan yang tidak mengandung unsur integritas.

Hingga saat ini penilaian penerapan prinsip-prisip Good Corporate Governance di Indonesia masih memiliki berbagai kekurangan sehingga membutuhkan waktu dan komitmen yang lebih serius, agar pencapaian dan implemetasi dapat dirasakan secara merata serta memberikan implikasi yang positif (Wawondos dan Ronny, 2014). Penilaian tersebut dapat dilihat pada tabel berikut ini:

Timbulnya kasus-kasus tersebut menimbulkan berbagai pertanyaan bagi banyak pihak terutama terhadap tata kelola perusahaan (corporate governance). Amerika serikat yang selama ini dikenal sebagai Negara acuan penetapan tata kelola perusahaan yang baik, menjadi diragukan dengan merebaknya kasus-kasus manipulasi akuntansi di Negara tersebut. Di Indonesia juga good corporate governance semakin menjadi perhatian akibat banyak terungkapnya kasus-kasus manipulasi laporan keuangan.

Selain dari sistem pengendalian internal dan penerapan good corporate governance maka kompetensi sumber daya manusia juga sangat berpengaruh terhadap kualitas laporan keuangan. Menurut Desi dan Ertambang (2008) dalam Dewi (2014) kapasitas sumber daya manusia dalam melaksanakan sistem akuntansi sangat mempengaruhi informasi laporan keuangan. Permasalahan dalam penerapan basis akuntansi bukan sekedar masalah teknis akuntansi, namun bagaimana mencatat transaksi dan menyajikan laporan keuangan, dan yang lebih penting adalah bagaimana menentukan kebijakan akuntansi, perlakuan akuntansi untuk suatu transaksi, pilihan akuntansi, dan mendesain atau menganalisis sistem akuntansi yang ada. Kebijakan dalam melakukan aktivitas tersebut tidak dapat dilakukan oleh seseorang yang tidak mempunyai pengetahuan dibidang akuntansi. Pengelolaan keuangan perusahaan yang berkualitas dan berkompeten dibidang akuntansi. Laporan keuangan adalah sebuah produk yang dihasilkan oleh bidang atau disiplin ilmu akuntansi. Olehnya itu, dibutuhkan sumber daya manusia yang kompeten untuk menghasilkan sebuah laporan keuangan pemerintah yang berkualitas. Sumber daya manusia yang kompeten akan mampu memahami logika akuntansi dengan baik. Kegagalan sumber daya manusia dalam memahami dan menerapkan logika akuntansi akan berdampak pada kekeliruan laporan keuangan yang dibuat dan ketidak-sesuaian laporan dengan standar yang ditetapkan perusahaan.

Pengembangan sumber daya manusia adalah penyiapan manusia atau karyawan memikul tanggungjawab yang lebih tinggi dalam organisasi atau perusahaan. Pengembangan sumber daya manusia berhubungan erat dengan peningkatan kemampuan intelektual yang diperlukan untuk melaksanaan pekerjaan yang lebih baik. Pengembangan sumber daya manusia berpijak pada fakta bahwa setiap tenaga kerja membutuhkan pengetahuan, keahlian dan keterampilan yang lebih baik. Pengembangan lebih berfokus pada kebutuhan jangka panjang dan hasilnya dapat diukur dalam waktu jangka panjang ( Rasyid, 2013).

Penyusunan laporan keuangan banyak dipengaruhi oleh berbagai indikator penting. Hal tersebut memberikan peranan masing-masing dalam meningkatkan kualitas laporan keuangan. Yaitu sistem pengendalian internal, good corporate governance dan kompetensi sumber daya manusia. Ketiganya memiliki fungsi dan tujuan yang dapat memberi dampak bagi hasil penyusunan laporan keuangan.
Hasil penelitian yang dilakukan oleh Citra, 2013 bahwa Mekanisme good corporate governance tidak berpengaruh signifikan positif terhadap integritas laporan keuangan, namun hasil penelitian yang dilakukan oleh Prasojo (2015) menunjukan bahwa penerapan good corporate governance secara efektif mempengaruhi kinerja keuangan.

Sesuai uraian diatas maka peneliti tertarik untuk meneliti kembali dan mengambil judul “ Pengaruh Sistem Pengendalian Internal, Good Corporate Governance dan Kompetensi Sumber Daya Manusia terhadap Kualitas Laporan Keuangan PT. Hadji Kalla Toyota.

B. Rumusan Masalah

Berdasarkan latar belakang yang telah diuraikan sebelumnya, maka rumusan masalah yang akan diteliti dalam penelitian ini dapat dirumuskan sebagai berikut:

1. Apakah sistem pengendalian internal berpengaruh positif dan signifikan terhadap kualitas laporan keuangan?
2. Apakah penerapan good corporate governance berpengaruh positif dan signifikan terhadap kualitas laporan keuangan?
3. Apakah kompetensi sumber daya manusia berpengaruh positif dan signifikan terhadap kualitas laporan keuangan?

C. Hipotesis

1. Hubungan sistem pengendaliaan internal terhadap kualitas laporan keuangan

Pengendalian internal merupakan bagian dari manajemen resiko yang harus dilaksanakan oleh setiap lembaga atau organisasi untuk mencapai tujuan lembaga atau organisasi. Penerapan pengendalian internal yang memadai akan memberikan keyakinan yang memadai atas kualitas atau keandalan laporan keuangan serta akan meningkatkan kepercayaan stakeholders.

Penelitian Indriasari dan Nahartyo (2008) dan Sukmaningrum (2012) membuktikan bahwa sistem pengendalian internal berpengaruh terhadap nilai dan kualitas laporan keuangan pemerintah daerah. Dan hasil riset Mihaela (2010) juga menyebutkan bahwa, kurangnya pengendalian internal dalam operasional suatu perusahaan, membuat perusahaan tersebut rentan terhadap sejumlah resiko. Sebaliknya, jika pengendalian internal kuat maka kemungkinan terjadinya kesalahan atau fraud dapat diperkecil.

Berdasarkan uraian diatas, penelitian ini dimaksudkan untuk menguji kembali hubungan antara sistem pengendalian internal dengan kualitas laporan keuangan.

H1 : Sistem pengendalian internal berpengaruh positif dan signifikan terhadap kualitas laporan keuangan.

2. Hubungan penerapan good corporate governance terhadap kualitas laporan keuangan

Good corporate governance (GCG) merupakan suatu tata kelola perusahaan yang baik, dimana dalam konsep ini ditekankan mengenai hubungan peran antara manjemen sebagai perwakilan perusahaan dan para pemegang kepentingan lainnya. Perusahaan harus menerapkan Good corporate governance atau tata kelola perusahaan untuk dapat meningkatkan nilai tambah bagi stake holders, yaitu suatu kaidah, norma ataupun praktek bisnis yang sehat dan beretika. Keruntuhan perusahaan-perusahaan publik dikarenakan oleh kegagalan strategi maupun praktek curang dari manajemen puncak yang berlangsung tanpa terdeteksi dalam waktu yang cukup lama karena lemahnya pengawasan yang independen oleh corporate boards.

Penelitian yang dilakukan oleh Citra, 2013 bahwa Mekanisme good corporate governance tidak berpengaruh signifikan positif terhadap integritas laporan keuangan, namun hasil penelitian yang dilakukan oleh Prasojo (2015) menunjukan bahwa penerapan good corporate governance secara efektif mempengaruhi kinerja keuangan.

Berdasarkan uraian diatas, penelitian ini dimaksudkan untuk menguji kembali hubungan antara good corporate governance dengan kualitas laporan keuangan.

H3 : Penerapan good corporate governance berpengaruh positif dan signifikan terhadap kualitas laporan keuangan.

3. Hubungan kompetensi sumber daya manusia terhadap kualitas laporan keuangan

Sumber daya manusia merupakan human capital di dalam organisasi. Human capital merupakan pengetahuan, keterampilan, dan kemampuan seseorang yang dapat digunakan untuk menghasilkan layanan profesional dan economic rent. Human capital merupakan sumber inovasi dan gagasan. Karyawan yang dengan human capital tinggi lebih memungkinkan untuk memberikan layanan yang konsisten dan berkualitas tinggi menurut Sutaryo (2011).

Indriasari dan Nahartyo (2008) membuktikan dalam penelitian bahwa kapasitas sumber daya berpengaruh terhadap keterpautan dan keterandalan informasi laporan keuangan pemerintah daerah di Kota Palembang dan Kabupaten Ogan Hilir provinsi Sumatera Selatan Menurut Desi dan Ertambang (2008) dalam Dewi (2014) kapasitas sumber daya manusia dalam melaksanakan sistem akuntansi sangat mempengaruhi informasi laporan keuangan.

Berdasarkan uraian diatas, penelitian ini dimaksudkan untuk menguji hubungan antara kompetensi sumber daya manusia dengan kualitas laporan keuangan pada perusahaan.

H3 : Kompetensi sumber daya manusia berpengaruh positif dan signifikan terhadap kualitas laporan keuangan.

D. Definisi Operasional dan Ruang Lingkup Penelitian

1. Definisi Operasional

Menurut Sugiyono (2011:61) variabel adalah suatu atribut atau sifat nilai dari orang, obyek atau kegiatan yang mempunyai variasi tertentu yang ditetapkan oleh peneliti untuk dipelajari dan kemudian ditarik kesimpulannya. Dalam penelitian ini, digunakan tiga macam variabel penelitian yaitu sebagai berikut:

a. Kualitas Laporan Keuangan

Menurut Pernyataan Standar Akuntansi Keuangan (PSAK) No.1, laporan keuangan yang lengkap terdiri dari komponen neraca, laporan laba rugi, laporan perubahan ekuitas, laporan arus kas, dan catatan atas laporan keuangan.

b. Sistem Pengendalian Internal (SPI)

Pengendalian internal didefinisikan sebagai suatu proses  yang  dipengaruhi oleh sumber daya manusia dan sistem teknologi informasi yang dirancang untuk membantu organisasi mencapai suatu tujuan tertentu. Pengendalian internal merupakan suatu cara untuk  mengarahkan,  mengawasi, dan mengukur sumber daya suatu organisasi, serta berperan penting dalam pencegahan dan pendeteksian penggelapan atau fraud.

c. Good corporate governance

Good Corporate Governance (GCG) merupakan sistem dan prosedur didalam organisasi untuk melindungi kepentingan dari berbagai pihak yang terkait dengan perusahaan. Komponen GCG adalah transparansi, akuntabilitas, responsibilitas, independensi, kewajaran dan kesetaraan.

d. Kompetensi Sumber Daya Manusia (KSDM)

Sumber daya manusia merupakan potensi yang terkandung dalam diri manusia untuk mewujudkan peranannya sebagai manusia yang adaptif dan transformatif yang mampu mengelola dirinya sendiri serta seluruh potensi yang terkandung di alam menuju tercapainya kesejahteraan kehidupan dalam tatanan yang seimbang dan berkelanjutan.

Pada table 1.1 dapat dilihat ringkasan definisi operasional variable yang digunakan dalam penelitian ini.

2. Ruang Lingkup Penelitian

Jenis penelitian ini adalah pengujian hipotesis (hypothesis testing study). Pengujian hipotesis digunakan untuk menjelaskan sifat dan hubungan antar variabel yang akan diuji yang didasarkan dengan teori yang ada. Penelitian ini berusaha menganalisa pengaruh sistem pengendalian internal, penerapan good corporate governance, kompetensi sumber daya manusia terhadap kualitas laporan keuangan. Penelitian ini dilakukan di PT. Hadji Kalla Toyota.


UNTUK LEBIH LENGKAP BISA DI LIHAT DISINI:





Contoh Proposal Skripsi Akuntansi 2


JUDUL PROPOSAL SKRIPSI:

  • PENGARUH PENYALAHGUNAAN TEKNOLOGI INFORMASI DAN INTEGRITAS MAHASISWA TERHADAP PERILAKU KECURANGAN AKADEMIK MAHASISWA AKUNTANSI SEBAGAI CALON AKUNTAN


BAB I PENDAHULUAN

A. Latar Belakang Masalah

Menurut Sony Warsono, dkk (2009: 2) akuntansi adalah proses sistematis untuk mengolah transaksi menjadi informasi keuangan yang bermanfaat bagi para penggunannya. Akuntansi itu sendiri terdiri dari 3(tiga) komponen utama yaitu input (masukan) yang berupa transaksi, proses sistematis yang terdiri dari fungsi pengidentifikasian transaksi sampai dengan penyusunan informasi keuangan dan yang terakhir yaitu output yang berupa informasi keuangan (Sony Warsono dkk, 2009: 2). Kegiatan akuntansi tidak terlepas dari seorang akuntan dan baik tidaknya suatu laporan keuangan ditentukan oleh banyak faktor, salah satunya yaitu akuntan karena akuntan yang nantinya akan membuat laporan keuangan dari proses akuntansi tersebut. Semua akuntan harus memenuhi standar kode etik yang ada. Kode etik akuntan Indonesia memuat 8 prinsip etika yaitu (1) tanggung jawab profesi, dalam melaksanakan tanggung jawabnya sebagai professional, setiap anggota harus senantiasa menggunakan pertimbangan moral dan professional dalam semua kegiatan yang dilakukan, (2) kepentingan publik, setiap anggota berkewajiban untuk senantiasa bertindak dalam kerangka pelayanan kepada publik, menghormati kepercayaan publik dan menunjukkan komitmen atas profesionalisme, (3) Integritas, integritas dapat menerima kesalahan yang tidak disengaja dan perbedaan pendapat yang jujur, tetapi tidak menerima kecurangan atau peniadaan prinsip, (4) objektivitas, setiap anggota harus menjaga objektivitasnya dan bebas dari benturan kepentingan dalam pemenuhan kewajiban profesionalnya, (5) kompetensi dan kehati-hatian professional, setiap anggota harus melaksanakan jasa profesionalnya dengan hati-hati, kompetensi dan ketekunan, serta mempunyai kewajiban untuk mempertahankan pengetahuan dan ketrampilan professional pada tingkat yang diperlukan, (6) kerahasiaan, setiap anggota harus menghormati kerahasiaan informasi yang diperoleh selama melakukan jasa professional dan tidak boleh memakai atau mengungkapkan informasi tesebut tanpa persetujuan, (7) perilaku professional, setiap anggota harus berperilaku yang konsisten dengan reputasi profesi yang baik dan menjauhi tindakan yang dapat mendiskreditkan profesi, (8) standar teknis, setiap anggota harus melaksanakan jasa profesionalnya sesuai dengan standar teknis dan standar professional yang relevan (Mulyadi, 2001: 53).

Kecurangan akan banyak terjadi apabila akuntan tidak mematuhi kode etik akuntan. Kecurangan ini merupakan suatu tindakan yang sudah berada diluar koridor prinsip akuntansi yang berlaku umum. Biasanya kecurangan mencakup tiga langkah yaitu tindakan/ the act., Penyembunyian/ the concealment dan konversi/ the conversion. Akuntan harus mempunyai tingkat kejujuran yang tinggi agar laporan keuangan sesuai dengan keadaan yang sebenarnya. Demikian juga dengan mahasiswa akuntansi harus mempunyai kejujuran yang tinggi pula karena mahasiswa akuntansi merupakan calon akuntan yang nantinya akan membuat laporan keuangan. Akan tetapi menurut hasil observasi yang telah dilakukan, mahasiswa akuntansi sering kali melakukan tindak kecurangan, sebagai contoh menyontek pada saat  ujian demi mendapatkan nilai yang diinginkan, menitip absen saat mereka berhalangan hadir agar presentase kehadiran penuh, mengcopy paste tugas teman, melakukan suap kepada dosen dan masih banyak lagi kecurangan mereka yang lainnya. Ketika mereka masih mahasiswa sudah melakukan tindak kecurangan, maka ketika mahasiswa tersebut tidak lagi menjadi  seorang calon akuntan dan sudah menjadi akuntan yang sesungguhnya tidak menutup kemungkinan mahasiswa tersebut juga akan melakukan tindak kecurangan yang melanggar etika.

Berdasarkan hasil observasi awal di Fakultas Ekonomi Universitas Negeri Yogyakarta, masih banyak bahkan hampir semua mahasiswa melakukan tindak kecurangan mencontek baik di saat melakukan ujian maupun dalam hal mengerjakan tugas serta menitip absen disaat mahasiswa tersebut berhalangan hadir. Kecurangan yang dilakukan mahasiswa akuntansi Fakultas Ekonomi UNY disebabkan oleh banyak hal antara lain keinginan mendapatkan indeks prestasi (IP) yang tinggi, desakan orang tua yang mengharuskan mendapatkan nilai yang tinggi, persaingan dengan teman-teman dan perasaan malu ketika mendapatkan nilai yang rendah. Terkadang orang tua tidak mau mengerti tentang kesulitan yang dihadapi oleh anak-anaknya dalam melakukan studi sehingga anak hanya berpikir untuk mendapatkan nilai yang baik untuk membanggakan orang tuanya walaupun dengan cara yang tidak etis seperti melakukan kecurangan-kecurangan di bidang akademik khususnya.
 
Kecurangan-kecurangan yang dilakukan oleh mahasiswa disebabkan oleh beberapa faktor antara lain penyalahgunaan teknologi informasi dan integritas mahasiswa.
Perkembangan teknologi yang maju semakin pesat menjadikan berbagai kemudahan dapat dicapai dan mencari informasi menjadi lebih mudah, akan tetapi kemudahan itu sering sekali disalahgunakan oleh mahasiswa terutama di saat melakukan ujian dan kecurangan dapat dengan mudah dilakukan oleh semua kalangan. Adanya sosial media yang dapat diakses dengan mudah oleh mahasiswa merupakan faktor terpenting yang dapat memicu adanya kecurangan.

Kecurangan yang dilakukan mahasiswa juga dipengaruhi oleh integritas mahasiswa itu sendiri. Integritas yang dimiliki oleh mahasiswa akan menentukan apakah mahasiswa memiliki dorongan untuk melakukan kecurangan atau tidak. Integritas tersebut berkaitan dengan moralitas mahasiswa, ketaatan mahasiswa terhadap aturan akuntansi, latar belakang mahasiswa dan lain-lain. Integritas mahasiswa tersebut dapat menjelaskan kemungkinan mahasiswa mengambil keputusan-keputusan yang bersifat kurang etis atau bahkan melanggar hukum. Manajemen di sebuah universitas juga menjadi salah satu faktor yang dapat memengaruhi tingkat kecurangan yang ada di universitas itu sendiri. Manajemen yang buruk juga sangat memengaruhi kecurangan yang dilakukan oleh mahasiswa. Apabila aturan dan sanksi yang diberikan kepada mahasiswa ketika mahasiswa tersebut melakukan kecurangan sepadan dengan yang mereka lakukan, maka mahasiswa pun akan jera dengan kecurangan yang telah mereka lakukan. Harus ada sistem yang mampu mengawasi mahasiswa. Begitu juga dengan dosen harus mematuhi aturan di universitas tersebut agar mahasiswa tdiak melakukan kecurangan.

Pada Fakultas Ekonomi Universitas Negeri Yogyakarta faktor-faktor tersebut sangat berpengaruh dalam kecurangan yang dilakukan oleh mahasiswa. Sebagai contoh yaitu semua mahasiswa pasti mempunyai alat komunikasi berupa smartphone maupun tablet yang merupakan fasilitas yang dapat mendukung kecurangan tersebut terjadi. Dengan mengakses internet pada saat ujian maka mahasiswa dapat mengerjakan ujian dengan mudah dan juga mahasiswa dapat dengan mudah memanfaatkan media sosial yang mereka pakai untuk meminta jawaban dari teman. Dari pengamatan yang saya lakukan, integritas mahasiswa akuntansi Universitas Negeri Yogyakarta belum cukup baik karena tindakan kecurangan masih terjadi pada sebagian besar mahasiswa akuntansi.

Pihak universitas sudah ada upaya untuk meminimalisir faktor-faktor yang menjadi penyebab kecurangan, akan tetapi upaya tersebut masih sangat minim dan belum maksimal. Kuliah pendidikan karakter sudah dilakukan agar mahasiswa mempunyai integritas yang baik akan tetapi faktor penyebab kecurangan itu sendiri lebih kuat dibandingkan upaya yang dilakukan sehingga mahasiswa akuntansi masih melakukan tindakan kecurangan tersebut.

Berdasarkan permasalahan di atas penulis ingin melakukan penelitian dengan judul “Pengaruh Penyalahgunaan Teknologi Informasi dan Integritas Mahasiswa terhadap Perilaku Kecurangan Akademik Mahasiswa Akuntansi sebagai Calon Akuntan (Studi Pada Mahasiswa Akuntansi Universitas Negeri Yogyakarta)”.


B. Identifikasi Masalah

Berdasarkan latar belakang masalah yang telah dijelaskan di atas, maka masalah yang dapat diidentifikasi adalah :

1. Mahasiswa akuntansi Fakultas Ekonomi Universitas Negeri Yogyakarta sebagai calon akuntan masih sering melakukan kecurangan di bidang akademik yaitu mencontek pada saat melakukan ujian, meng-copy tugas teman dan menitip absen ketika berhalangan hadir.
2. Penggunaan teknologi informasi yang disalahgunakan juga berperan dalam kecurangan yang dilakukan oleh mahasiswa karena mahasiswa dengan sangat mudah mengakses internet dan menggunakan media sosial.
3. Integritas mahasiswa yang buruk juga mempengaruhi kecurangan yang dilakukan oleh mahasiswa.


C. Pembatasan Masalah

Terdapat banyak faktor yang dapat mempengaruhi kecurangan yang dilakukan oleh mahasiwa, namun dalam membatasi ruang lingkup permasalahan di atas maka masalah penelitian ini dibatasi pada pengaruh penyalahgunaan teknologi informasi dan integritas mahasiswa dalam perilaku kecurangan akademik mahasiswa akuntansi Fakultas Ekonomi Universitas Negeri Yogyakarta sebagai calon akuntan.


D. Rumusan Masalah

Rumusan masalah dalam penelitian ini adalah :

1. Bagaimana pengaruh penyalahgunaan teknologi informasi terhadap perilaku kecurangan akademik mahasiswa akuntansi sebagai calon akuntan?
2. Bagaimana pengaruh integritas mahasiswa terhadap perilaku kecurangan akademik mahasiswa akuntansi sebagai calon akuntan?
3. Bagaimana pengaruh penyalahgunaan teknologi informasi dan integritas mahasiswa terhadap perilaku kecurangan akademik mahasiswa akuntansi sebagai calon akuntan?


E. Tujuan Penelitian

Berdasarkan rumusan masalah di atas, maka tujuan yang ingin dicapai adalah :

1. Untuk mengetahui pengaruh penyalahgunaan teknologi informasi terhadap perilaku kecurangan akademik mahasiswa akuntansi sebagai calon akuntan.
2. Untuk mengetahui pengaruh integritas mahasiswa terhadap perilaku kecurangan akademik mahasiswa akuntansi sebagai calon akuntan.
3. Untuk mengetahui pengaruh penyalahgunaan teknologi informasi dan integritas mahasiswa terhadap perilaku kecurangan akademik mahasiswa akuntansi sebagai calon akuntan.


D. Manfaat Penelitian

1. Manfaat Teoritis

Hasil penelitian ini dapat dijadikan sebagai bahan referensi bagi pihak- pihak yang membutuhkan dalam hal kecurangan khususnya kecurangan yang dilakukan oleh mahasiswa.

2. Manfaat Praktis

a. Bagi Penulis

1) Penelitian bermanfaat untuk mengimplementasikan pengetahuan yang penulis dapat selama masa perkuliahan.
2) Sebagai salah satu syarat menyelesaikan studi jenjang Sarjana pada Universitas Negeri Yogyakarta.

b. Bagi Peneliti Selanjutnya

Hasil penelitian dapat dijadikan sebagai bahan referensi bagi pihak-pihak yang membutuhkan untuk melakukan penelitian selanjutnya dalam bidang kecurangan mahasiswa.

c. Bagi Pihak Universitas

1) Dapat mengetahui kecurangan yang telah dilakukan mahasiswa.

2) Dapat dengan bijak menangani kasus kecurangan yang dilakukan oleh para mahasiswa.



 UNTUK LEBIH LENGKAP BISA DI LIHAT DISINI:


Contoh Proposal Skripsi Akuntansi 3




  • ANALISIS AKUNTANSI PERTANGGUNGJAWABAN TERHADAP KINERJA PADA PT. BANK ARTHA GRAHA INTERNASIONAL Tbk KANTOR CABANG PEMBANTU CALACA MANADO



BAB I PENDAHULUAN

Latar Belakang Masalah

Pada zaman sekarang ini berbagai organisasi semakin berkembang pesat. Dalam perkembangannya setiap perusahaan dan organisasi melakukan berbagai cara untuk mencapai tujuannya Dalam pencapaiannya organisasi diatur secara sistematis sesuai peran dan tanggung jawab pada tiap-tiap unit serta bagian di dalamnya yang pada dasarnya dimaksudkan untuk mencapai suatu tujuan yang telah ditetapkan. Untuk mencapai tujuan tersebut, sebuah organisasi memerlukan pedoman yang berupa struktur organisasi. di dalam struktur organisasi meliputi tugas, wewenang dan tanggung jawab bagi masing – masing bagian organisasi secara jelas dan tepat.

Pada proses yang berskala kecil dan sedikit aktivitas dan sederhana, pada umumnya pimpinan perusahaan dapat mengendalikan semua aktivitas dan permasalahan yang dihadapinya. Namun dengan bertambah besarnya perusahaan, maka pimpinan tidak mungkin dapat mengendalikan secara menyeluruh aktivitas dan masalah yang timbul dalam perusahaan. Untuk itu pimpinan harus mengadakan pendelegasian wewenang dan tanggungjawab yang sangat penting ke tingkat pimpinan di bawahnya (para pelaksana) dalam pengambilan keputusan sehingga masalah yang ada dapat ditangani lebih baik dan cermat. Dengan adanya pendelegasian tugas dan wewenang akan timbul berbagai tingkat tanggungjawab dan wewenang dalam suatu perusahaan, oleh karenanya perlu menerapkan akuntansi pertanggungjawaban.

Dalam pencapainnya dibuat suatu aturan untuk setiap unit dan bagian di berikan kekuasaan penuh untuk mengatur dan menjalankan pekerjaannya, setiap unit dan bagian juga di tuntut ikut serta dalam mengembangkan dan memperkokoh jalannya organisasi. untuk itu pimpinan harus mengadakan pendelegasian wewenang dan tanggungjawab yang sangat penting ke tingkat pimpinan di bawahnya (para pelaksana) dalam pengambilan keputusan sehingga masalah yang ada dapat ditangani lebih baik dan cermat.
 
Untuk memenuhi kriteria kerja (para pelaksana) organisasi melakukan berbagai evaluasi, pengendalian, dari laporan pertanggung jawaban sebagai pengukur hasil kerja dari tiap bagian yang terkait kemudian menjadi tolak ukur baik tidaknya kinerja yang di hasilkan dan dapat dipertanggungjawabkan dengan sebagaimana mestinya. ada banyak kendala serta pertimbangan yang terjadi dalam organisasi khususnnya pada hasil kinerja yang dilaporkan dan jika laporan tidak sesuai dengan tujuan organisasi maka pimpinan perusahaan harus mengevaluasi kembali kinerja dan tanggungjawab dari setiap pembuat laporan (para pelaksana).

Organisasi dapat membuat kebijakan untuk (para pelaksana) agar tujuan organisasi dapat dicapai, misalnya melakukan kegiatan penilaian kinerja dimaksudkan untuk mengukur kinerja masing – masing (para pelaksana) dalam mengembangkan dan meningkatakan kualitas kerja, sehingga dapat diambil tindakan yang efektif seperti pembinaan berkelanjutan maupun tindakan koreksi atau perbaikan atas pekerjaan yang kurang sesuai dengan tingkat kinerja yang telah ditetapkan oleh organisasi. karena seringkali (para pelaksana) kurang memahami deskripsi pekerjaan tertulis yang dilakukan dalam organisasi. kebiasaan yang seringkali terjadi meskipun penilaian kinerja telah dilakukan (para pelaksana) tetap kurang mengetahui seberapah jauh (para pelaksana) telah memnuhi apa yang diharapkan oleh organisasi. seluruh proses kinerja yang dihasilkan (para pelaksana) tiap unit – unit pertanggungjawaban harus dianalisis yang meliputi kondisi pribadi, lingkungan pekerjaan (para pelaksana) yang tidak realistis, permainan dalam hasil kinerja berupa laporan, improvisasi laporan dan sebagainya. Oleh karena itu metode yang dapat digunakan adalah dengan mengevalusi kinerja mulai dari tingkat kedisiplinan, tingkat kemampuan, perilaku inovatif yang terus dikembang dari (para pelaksana) setiap unit – unit kerja dalam suatu organisasi atau suatu perusahaan sesuai dengan standar kinerja.

Metode evaluasi kinerja ini adalah cara yang bisa digunakan organisasi untuk (para pelaksana) dalam mempertanggungjawabkan setiap laporan yang dibuat dengan memberikan imbalan yang seimbang untuk (para pelaksana). Tujuan dari evaluasi kinerja ini untuk menjamin pencapaian sasaran dan tujuan dari organisasi dan juga untuk mengetahui posisi organisasi dan tingkat pencapaian sasaran dan tujuan organisai, terutama untuk mengetahui apakah terjadi keterlambatan pertanggungjawaban laporan setiap unit – unit kerja atau penyimpangan yang tidak sesuai dengan tujuan organsisasi. Jika kinerja organisasi sangat baik Maka hasil kinerja (para pelaksana) dapat dimanfaatkan sebaik – baiknya oleh organsisasi
Dari hasil kinerja yang dilakukan (para pelaksana) memerlukan pertanggungjawaban karena pertanggungjawaban merupakan suatu sistem akuntansi yang digunakan untuk mengukur kinerja dari setiap unit – unit pertanggungjawaban sesuai informasi yang dibutuhkan organisasi untuk mencapai sasaran dan tujuan pusat pertanggungjawaban. Dari kebijakan organisasi proses dan sistem tersebut terdapat akuntansi ”pertanggungjawaban”. Akuntansi pertanggungjawaban merupakan suatu konsep dari akuntansi manejemen dan sistem akuntansi yang di sesuaikan dengan pusat pertanggungjawaban yang akan mengarah pada proses akuntansi dan menghasilkan informasi yang di gunakan manejer untuk melalukan pengembangan perubahan serta evaluasi pada kinerja dari (para pelaksana).

Akuntansi pertanggungjawaban adalah gambaran yang menunjukan hasil atau proses yang terjadi dalam organisasi yang di dalamnya berisi informasi nilai tindakan serta rencana dari pusat-pusat pertanggungjawaban dan berisi informasi pendapatan serta pembiayaan. dari acuan ini manejer selaku pimipinan tertinggi dapat melihat bagaimana kinerja dari tiap-tiap pusat pertanggungjawaban karna kinerja merupakan hasil atau jawaban dari berhasil tidaknya tujuan perusahaan. berdasarkan uraian di atas maka penulis mengambil judul “Analisis Akuntansi Pertanggungjawaban terhadap Kinerja Pada PT. Bank Artha Graha Internasional Tbk “.

Rumusan Masalah

Berdasarkan latar belakang yang telah diuraikan di atas, maka yang menjadi pokok permasalahan, yaitu; Bagaimana Akuntansi Pertanggungjawaban Terhadap Kinerja pada PT. Bank Artha Graha Internasional Tbk?
 
Tujuan Penelitian

Untuk menganalisis akuntansi pertanggungjawaban terhadap kinerja karywan pada PT. Bank Artha Graha Internasional Tbk.

Manfaat Penelitian

Adapun manfaat yang diharapkan dari penelitian ini adalah sebagai berikut:

1. Perusahaan, sebagai bahan masukan dalam masalah pertanggungjawaban dan kinerja.
2. Instansi pendidikan, sebagai sumber informasi dan referensi bagi peneliti lain yang akan melakukan penelitian pada masalah yang sama.
3. Penulis, dalam memenuhi tanggung jawab penelitian sebagai acuan untuk mendalami akuntansi pada khususnya dan menjadi motivasi untuk masa depan



UNTUK LEBIH LENGKAP BISA DI LIHAT DISINI:





Itulah 3 Contoh Proposal Skripsi Akuntansi Terbaru 2021, semoga bermanfaat dan segera kerjakan skripsi kalian ya.

Posting Komentar untuk "3 Contoh Proposal Skripsi Akuntansi Terbaru 2021"